Iklan Ejawantah Wisata info Register Here

STASIUN JAKARTA KOTA BEOS SEBUAH KARYA AGUNG ARSITEKTUR TULUNGAGUNG


Stasiun Jakartakota terkenal dengan sebutan stasiun Beos. Dimana stasiun Jakartakota merupakan stasiun yang pertama kali yang memiliki jumlah rel paling banyak di Indonesia, dan pada jaman sekarang ini stasiun Jakartakota telah menjadi tempat favorit bagi kita untuk melakukan petualangan di daerah Kota tua Jakarta.


Melakukan plesiran di area stasiun Jakartakota merupakan suatu pengalaman yang mengasyikan untuk menikmati sebuah karya agung arsitektur yang memiliki nilai sejarah besar. Dengan rasa keingin tahuan penulis tentang bangunan peninggalan Belanda ini maka penulis melakukan plesiran di area stasiun Jakartakota yang sering disebut dengan stasiun Kota Beos.

Stasiun Jakartakota
Belanda yang merupakan salah satu bangsa yang telah menjajah bangsa Indonesia, banyak cerita yang telah ditinggalkan bangsa Belanda kepada masyarakat Indonesia bahkan dunia Internasional di daerah stasiun Jakartakota. Nostalgia yang beragam, dari cerita kenangan yang memilukan hingga jejak warisan yang bermanfaat untuk fasilitas umum di Jakarta.

Stasiun Jakartakota

Peninggalan Belanda di negeri ini bukan hanya gedung-gedung dengan arsitektur megah, di antara peninggalan Belanda yang tersebar di pulau Jawa adalah jalan-jalan kereta api dan stasiunnya. Tentu saja ini merupakan suatu hal yang positif buat bangsa dan masyarakat Indonesia. Bermanfaat untuk mempersingkat perjalanan dan membantu dalam melangsungkan segala aktifitas para warga serta membantu laju pertumbuhan perekonomian.

Stasiun Jakartakota
Stasiun Jakartakota memiliki funngsi yang sama sejak dahulu, yaitu menjadi pusat semua kereta api yang datang dari berbagai kota. Oleh sebab itu, lokasi stasiun Jakartakota yang akrab dengan sebutaan Beos itu mudah dijangkau.

Bila kita menggunakan transportasi umum Busway, kita hanya tinggal turun dari halte Trans Jakarta Kota menuju jalan ke bawah, berjalan melingkar melewati lorong di bawah jalan yang membelah halte busway dan stasiun Jakartakota. Setelah menelusuri Tempat Penyebrangan Orang (TPO) barulah kita naik kembali meniti anak tangga. Masuk menyusuri trotoar yang akan memandu kita langsung menuju gerbang utama stasiun Jakartakota.

Saat penulis masuk ke dalam stasiun Jakartakota, nampak keramaian denyut aktivitas orang-orang yang menjalankan urusan masing-masing. Ada yang tergesa-gesa meninggalkan stasiun Jakartakota, ada petugas yang sibuk meneliti keabsahan tiket penumpang, ada yang melihat-lihat jadwal pemberangkatan dan kedatangan kereta apai, ada juga pedagang-pedagang asongan yang mencoba mencari peruntungannya dengan mencari nafkah disekitaran stasiun Jakartakota.

Dengan memperhatikan bentuk bangunan stasiun Jakartakota ini sangat megah dan kuat. Kekokohan tiang-tiang penyangganya dan konstruksi pilar-pilar bangunannya membuat decak hati penulis terasa kagum dibuatnya. Tanpa penulis sadari diri ini terbawa oleh hanyutan atmosfer yang memancarkan dari kehebatan arsitektur bangunannya dan masuk ke dalam spektrum masa silam pada zaman kolonial Belanda.

Dari data informasi yang penulis dapatkan, stsiun Jakartakota dibangun pada tahun 1870, dan stasiun Jakartakota ini bisa dikatakan sebagai hasil dari sebuah revolusi industri. Sedangkan nama Beos sendiri merupakan singkatan dari  Batavia En Omstreken, yang bermaksud, stasiun ini telah berperan sebagai jantung bagi jalur kereta api yang menghubungkan kota Batavia dengan kota-kota kecil lainnya seperti Bekasi.

Stasiun Jakartakota dibangun oleh perusahaan kereta api di Batavia yang bernama BOS (Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij). Dan masyarakat Betawi selalu melisankannya dengan istilah BeOS. Jadi itulah sebabnya mengapa stasiun Jakartakota selalu disebutkan dengan nama stasiun Beos.

Stasiun Jakartakota dirancang oleh seorang arsitekur Belanda kelahiran Tulungagung -Jawa Timur, 8 September 1882 yang bernama Ir. Frans Johan Louwrens Ghijsels yang sudah menghasilkan karya-karya besar sebelumnya.Bangunan stasiun Jakartakota terlihat bergaya Eropa dan modern pada zamannya, namun bila kita memperhatikan lebih jelas lagi, di dalam bangunan stasiun Jakartakota tetap ada unsur-unsur nilai lokal yang menonjolkan keunikan bangunan tersebut.

Pada tahun 1926, stasiun Jakartakota ini sempat dipugar demi kenyamanan dan memaksimalkan fungsinya. Tiga tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 8 Oktober 1929, stasiun Jakartakota diresmikan oleh Gubernur Jendral jhr. A,C,D de Graeff.

Satu persatu sudut keunikan stasiun Jakartakota penulis perhatikan. Tenggelam dan hanyut dalam atmosfer yang memancarakan fenomena hasil karya yang terinovasi dengan segala kehebatannya. Begitu indah untuk selalu dinikmati dengan mata dan kejernihan hati.

Semoga usaha dalam pelestarian bangunan-bangunan bersejarah di kota Jakarta terus dapat dilakukan, karena hal ini untuk terus dapat dinikmati oleh setiap generasi anak bangsa Indonesia untuk dapat mengenal dan merasakan objek napak tilas perjalanan sejarah bangsa Indonesia yang panjang.

Selain itu stasiun Jakartakota yang dapat menampung ribuan orang setiap harinya sebagai sarana vital transportasi masyarakat yang memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat luas.

Nah, sahabat-sahabatku. Bila datang ke Jakarta jangan lupa mampir ke stasiun Jakartakota. Kita bisa mengabadikan gambar photo yang bagus-bagus ditempat itu. Sambil menikmati pemandangan yang unik dan klasik, kita akan mendapatkan view gambar-gambar yang cantik di sana. Apalagi bagi sahabat-sahabt pecinta dunia photography. Dengan menikmati Jakarta dari sudut kacamata yang berbeda, maka kita akan mendapatkan suatu hal yang berbeda pula  Ibu Kota Jakarta.


Salam,


Website blog ini berisikan informasi ilmu pengetahuan sosial, seni, budaya, wisata dan kesehatan.Bila artikel ini sangat bermanfaat anda dapat men share melalui media sosial.


Share This Article Facebook Google+ Twitter Digg Linked in Pinterest
Artikel Populer 5 Hari Ini.....
Pilihan Pembaca close button
Back to top

14 komentar

Tambah komentar

beberapa kali melintas di dekat stasiun Jakarta Kota tapi hanya sekali pernh singgah di sana, kebetulan kopdar sama teman dr Bogor kala itu. Jd ya gak bgitu explore ttg situasi stasiunya. Apalgi waktu belum puny camera dan HP juga jadul Pak.

saya sering kesitu tapi belum pernah difoto disitu :)

kapan ya saya ke jakarta lagi,
pingin mampir ke situ ...

salam sukses... :)

aku sesuk foto nk sana ae lah,
sayang gk ada warung cethe t.agung sekalian ya. . .hahaha

sebenarnya kalo ditilik sih, jakartaemang kotaya keren dengan sejuta desain. namun kalau dah macet, haduuuuh.. . . .

salam.

selain di kota tua -yg memang pusat arsitektur bangunan tua- di bogor juga banyak om bangunan2 yg memiliki arsitektur kuno.namun berbeda nasib dengan yg ada di kota tua,yg terawat.
Kl kita melintas di beberapa jalan dikota bogor,kita bisa lihat bangunan2 dgn arsitektur kuno yg khas namun nampak tak terawat bahkan terkesan rumah kosong.saya berharap om juga bisa mengangkat itu dlm bentuk sebuah tulisan,agar semua pihak menyadari lagi pentingnya keberadaan bangunan2 dengan arsitektur kuno.trimksh

Assalaamu'laikum wr.wb, mas Indra...

Arsitektur bangunan bersejarah yang terhasil kesan dari penjajahan sedikit sebanyak memberi nilai sentimental kepada negara yang pernah dijajah. Seperti juga Malaysia masih mempunyai bangunan sejarah yang masih terpelihara kesan dari penjajahan Portugis, Belanda dan Inggeris. Keutuhan bangunannya sehingga sekarang menunjukkan perihatin pihak kerajaan untuk mengekalkan sejarahnya bagi renungan generasi akan datang.

Kalau Stasiun Jakartakota sebagai pusat semua kenderaan pengangkutan yang datang dari pelbagai arah, di Malaysia tempatnya dinamakan KL Central (Pusat Kuala Lumpur) dan fungsinya sama untuk memudahkan urusan ke semua tempat lokasi. Kesibukan kedua-dua pusat ini pasti sangat sibuk dan melelahkan.

Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.

Siti Fatimah Ahmad


makasih infonya ya...sejarah neh

jakarta memang pusatnya yang keren",, tapi hanya macet yg gak bikin keren :)

salah satu bangunan bersejarah di jakarta dan harus dilestarikan, tapi sayang banyak copetnya...he...salam

hmm jakarta oh jakartaa, andai macetmu itu sirna...

arsitekturnya emang cantik :)

I blog frequently and I truly appreciate your content.
This great article has really peaked my interest.

I will bookmark your blog and keep checking for new details
about once per week. I subscribed to your RSS feed as
well.

my homepage - pregnancyaid.in

Terimakasih Atas Kunjungannya. Sebuah Komentar Merupakan Cermin Kepribadian Diri Kita. Komentar yang berbau iklan atau dengan memasang link iklan akan dihapus tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Sukses Selalu Untuk Kita Semua.

Terimakasih Atas Kehadiran Dan Komentar Anda


Display Pagerank
Diberdayakan oleh Blogger.