KEGIATAN PEMBERIAN SANTUNAN ANAK YATIM RAMADHAN 1432 H EJAWANTAH'S BLOG

Pada hari Jum'at 26 Agustus 2011 tepatnya 26 Ramadhan 1432 H Ejawantah's Blog Management mengadakan suatu kegiatan sosial Pemberian Santunan Anak Yatim dan Dhu'afa.

Acara ini terselenggara berkat dukungan dari rekan-rekan Blogger, Facebook, dan Twitter serta keluarga besar Ejwantah's Blog management.

ALBUM KEGIATAN PEMBERIAN SANTUNAN ANAK YATIM
RAMADHAN 1432 H / 2011 M


http://ejawantahnews.blogspot.com/2011/08/kegiatan-pemberian-santunan-anak-yatim.html


Hasil Swadaya Pengumpulan Shodaqoh rekan-rekan Ejawantah's Blog untuk para penerima santunan.
http://ejawantahnews.blogspot.com/2011/08/kegiatan-pemberian-santunan-anak-yatim.html


Ejawantah's Blog Management juga mendapatkan paket makanan siap saji yang diberikan oleh salah seorang rekan untuk acara buka puasa bersama dengan anak-anak yatim kami bersama anak-anak didik kami.


http://ejawantahnews.blogspot.com/2011/08/kegiatan-pemberian-santunan-anak-yatim.html


Hasil Swadaya dari rekan-rekan Ejawantah's Blog yang terkumpul hingga hari Kamis, 25 Agustus 2011.

http://ejawantahnews.blogspot.com/2011/08/kegiatan-pemberian-santunan-anak-yatim.html



Keluarga Besar Ejawantah's Blog sedang mempacking untuk acara kegiatan Santunan Anak Yatim dan Dhua'fa.

http://ejawantahnews.blogspot.com/2011/08/kegiatan-pemberian-santunan-anak-yatim.html

Para penerima santuan yang diwakilkan oleh rekannya yang belum batal puasa dan sholat tariwihnya sedang membacakan doa dihadapan rekan-rekannya. Dan doa yang dibacakan merupakan doa yang ditujukan untuk para orang yang terlibat dalam acara Santunan ini.

http://ejawantahnews.blogspot.com/2011/08/kegiatan-pemberian-santunan-anak-yatim.html

 Keluarga Besar Ejawantah's Blog Management foto bersama dengan anak asuh yatim kami setelah pembagian bingkisan santunan hari raya Idul Fitri 1432 H / 2011 M

http://ejawantahnews.blogspot.com/2011/08/kegiatan-pemberian-santunan-anak-yatim.html


Terimakasih untuk para rekan-rekan dan donatur yang telah berpartisipasi dalam acara ini. Dengan keikhlasan kita semua dapat merubah senyum kecerahan dihati mereka anak-anak asuh kami di hari kemenangan yang Fitri.




Disajikan dan didedikasikan  untuk para sahabat-shabat Ejawantah's Blog
Yang telah menyalurkan shodaqohnya melalui acara ini.
Semoga menjadi contoh yang baik dan nasehat kebaikan untuk bersama 
Dalam meraih kebarokahan dalam hidup dengan Ridho Illahi


Salam,

MANAJEMEN PERUSAHAAN ALLAH EJAWANTAH'S BLOG RAMADHAN 1432 H / 2011 M

Dalam dinamika perkembangan zaman dan arus globalisasi yang begitu cepat telah menimbulkan dampak perubahan dan pergeseran secara luas di tengah kehidupan masyarakat.

Melalui upaya kebersamaan Ejawantah's Blog Management di Bulan Ramadhan 1432 H/ 2011 M menyelenggarakan :
  1. Pesantren Kilat dan Buka Puasa Bersama
  2. Buka Puasa Bersama Anak Yatim dan Pemberian Santunan.
  3. Pemberian Santunan kepada kaum Dhuafa (Manula,Janda)
Kegiatan dibidang sosial pendidikan dan keagamaan ini tidaklah berjalan dengan baik tanpa dukungan dari para rekan-rekan dan donatur yang telah banyak menyalurkan shodaqohnya kepada kami untuk kebahagiaan mereka.

Program Ramadhan ini merupakan program kebersamaan saling membahu menggarap ladang amal yang sangat luas dengan niat ikhlas mencapai ridho Illahi yang bersinergi dalam program memuliakan Anak Yatim dan Kaum Dhu'afa, serta mengadakan acara Pesantren Kilat dan Buka Puasa Bersama untuk anak-anak usia SD.

Foto Bersama Dengan Para Penerima Santunan Anak Yatim
Ramadhan 1432 H / 2011 M

Perhatian dan kepedulian kita terhadap anak-anak Yatim bukan saja menjadi tanggung jawab Panti Asuhan  semata, melainkan kebutuhan kita sebagai umat manusia yang menginginkan kesuksessan dan keberhasilan dalam hidup di dunia ini.

Tentunya ada kolerasi antara menyantunin dengan keberuntungan usaha atau bisnis seperti yang diutarakan Mark Victor Hansesn dan Robert G. Allen melalui hasil wawancara dan riset pada orang-orang terkaya di Amerika, bahwa orang-orang yang beruntung dalam bisnis merupakan mereka yang suka memberi dan menyantuni.

Salah seorang kerabat Ejawantah's Blog management

Adapun dalam konsep Sosial yang dianjurkan Islam berkenaan khusus dengan Yatim piatu dan dhu'afa yang diimplementasikan dalam melakukan Kecerdasan Spiritual oleh Ejawantah's Blog Management ;

Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah :"Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu menggauli mereka, maka mereka adalah saudaramu, dan Allah mengeahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ( QS. Al-Baqarah : 220 )


Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberikan nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikul beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan. ( QS. Ath-Thalaq : 7 )

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hertanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (Karunia Nya) lagi Maha mengetahui. ( QS. Al-Baqarah : 261 )

Dan Allah senantiasa memberi pertolongan kepada hamba Nya selama ia menolong saudaranya.
( HR. Muslim )

Tidak akan pernah berkurang harta yang di sedekahkan kecuali ia bertambah, bertambah, bertambah. ( HR. At Tirmidzi )

Orang yang beriman bukanlah orang yang sekedar hanya percaya kepada Allah dengan berpangku tangan dalam hidupnya. Dia bekerja keras untuk membangun kepercayaan. Mereka merupakan orang-orang yang bekerja keras untuk menciptakan masyarakat yang hidup aman dan bahagia.

Siapa saja dapat melakukan pekerjaan ini; siapa saja bisa melakukan pekerjaan ini dengan baik. tetapi hal itu belumlah sempurna tanpa adanya cinta dalam hati seseorang untuk melakukannya dengan hasil yang baik.


Cinta kasih itu perhatian
Perhatian yang cukup untuk menanamkan modal dalam hidup kita
Cukup perhatian untuk menyerahkan jiwa raga; dan
Melakukan hal terbaik yang bisa kita berikan
Memberi, menanamkan, membantu, menjadi bagian dari kesetiaan sebuah usaha
Menarik hal terbaik yang bisa dikerjakan
Memotivasi kemampuan utuh seseorang untuk keberhasilan
Berguna untuk mengilhami orang lain untuk memotivasi orang mengikutinya
Ejawantah's Blog



Orang belajar tentang orang lain melalui hatinya, bukan melalui pengetahuan dan kecerdasannya;
sampai mereka mengetahui seberapa besar cinta kasih kita untuk mereka
Ejawantah's Blog


Disajikan dan didedikasikan  untuk para sahabat-shabat Ejawantah's Blog
Yang telah menyalurkan shodaqohnya melalui acara ini.
Semoga menjadi contoh yang baik dan nasehat kebaikan untuk bersama 
Dalam meraih kebarokahan dalam hidup dengan Ridho Illahi


Salam,



KECERDASAN SPIRITUAL KETELADANAN HIDUP DI BULAN RAMADHAN

Ditengah-tengah gejolak hidup dan kehidupan ini, ternyata banyak hal prinsip yang belum dapat terselesaikan dengan tuntas.

Tidak ada lagi musyawarah untuk mencapai mufakat sebagaimana yang dilakukan oleh para pendahulu dalam memutuskan suatu atau berbagai hal yang dianggap pelik; kecuali suatu sandiwara yang berujung pada hanya untuk kepentingan individu atau pun golongan.

Acara Pesantren Kilat Ramadhan 2011
Ejawantah's Blog

Semakin lama kita hidup, semakin banyak kita menyadari dampak sikap kita terhadap kehidupan. Komitment merupakan faktor yang akan membuat perbedaan dalam kehidupan kita sendiri dan memungkinkan kita bisa membuat perbedaan dalam kehidupan.

Komitment yang kuat juga memungkinkan kita bisa menggali dalam dan mengeluarkan sumber kepribadian seseorang dan spiritual tersembunyi yang bisa kita peroleh.

Berada pada titik tempat kita bebas mengakui bahwa kita tidak memiliki semua jawaban dan  tidak mempunyai pengalaman.

Perpaduan antara keyakinan dan kerendahan hati memberi kita beberapa pilihan dalam hidup, sikap ini membebaskan diri kita untuk tidak hanyut  dalam permasalahan hidup, dan tetap melangsungkan kegiatan Keceredasan Spiritual.

Acara Buka Puasa Bersama Ramadhan 2011
Ejawantah's Blog

Inti persoalan momentum adalah bahwa begitu kita telah sepakat dalam kometmen tersebut; karena tanpa komitmen, kita akan mengambil jalan keluar yang mudah dan menggap segala persoalan sudah selesai.

Bila diri kita menempatkan kualitas keyakinan diri, komitmen, dan keberanian harus berada di garis depan; tanpa mempedulikan usia dan latar belakang kita, kemungkinan besar bahwa kita akan berhasil.


Komitment memberikan secercah harapan 
Dalam pengejawantahan Kecerdasan Spiritual.
(Ejawantah's Blog)


Keberanian dalam bertindak menyatakan pendirian yang benar, yang dibangun di atas landasana integritas yang terbungkus dalam keyakinan diri, akan meningkatkan sebuah hasil karya yang bermakna untuk orang-orang yang berada di sekeliling kita.

Membina hubungan sosial di lingkungan tempat tinggal kita melalui Kecerdasan Spiritual akan memberikan diri kita peluang jauh lebih besar untuk meraih keberkahan hidup.

Langkah sederhana ini merupakan suatu komitment kami untuk selalu memberikan pembelajaran melalui langlah sederhana untuk siapa saja. Bila hal ini dapat dilakukan secara bersama maka hal ini akan berdampak dalam kehidupan perindividu yang terlibat didalamnya. Dan sebagai orang biasa pun kita dapat menjalankan kecerdasan spiritual melalui langkah sederhana.

Program yang telah dijalankan tahun 2010 yaitu sama dengan tahun ini Pesantren Kilat Di Bulan Ramadhan dan Pemberian Santunan kepada anak Yatim dan kaum Dhuafa.


"Harapan akan mempengaruhi bagaimana diri kita melihat suatu realita; 
Tetapi dapat juga mempengaruhi realita itu sendiri"
(Ejawantah's Blog)


Masalah dapat merubah masalah; tetapi 
Manusia tidak dapat merubah masalah

SOLUSINYA :

Dengan mengatasi permasalahan yang kecil; maka
Kita akan dapat mengatasi permasalahan yang besar





Disajikan bukan untuk dikritik dalam melakukan kesombongan;
Namun disajikan untuk berbagi dalam memberikan semangat untuk menjadi contoh kebaikan melalui langkah sederhana.


Salam,


DI ATAS PELAMINAN KECERDASAN EMOSIONAL DAN KECERDASAN SPIRITUAL

http://ejawantahnews.blogspot.com/2011/08/di-atas-pelaminan-kecerdasan-emosional.html
Pendangkalan makna hidup dan hilangnya standar normatif merupakan suatu pemicu suasana menjadi ingar dalam kehidupan masyarakat.

Nafsu merupakan harapan, sukacita, semangat, keinginan penuh gairah, perasaan yang kuat dan cinta yang membara.

Nafsu yang diarahkan berdasarkan landasan etika dan moral memungkinkan siapa saja akan mendapat memanfaatkan potensi yang dimiliki sepenuhnya, dan hasilnya bisa sangat menakjubkan.

Secara logika Tuhan memberikan segala informasi dan inspirasi, agar kita tergerak untuk menyadari, mengembangkan, dan menggunakan segaa yang ada di dalam diri kita dan menjadi yang terbaik yang bisa kita capai dalam hidup ini.

"Keberhasilan dibangun di atas landasan moral, peraturan hukum, iman, disiplin, integritas dan sebuah karya etika. Keluarga yang kuat merupakan keluarga yang menjujung semua keyakinan tersebut, dan ini merupakan sumber dari sebagian besar kekuatan budaya dan masa depan suatu bangsa." (Ejawantah's Blog)

Kecerdasan Emosional memang membuat orang lebih mudah mencapai keberhasilan dalam hidup. Namun, untuk menemukan kebahagiaan dan makna dari kehidupan kita memerlukan Kecerdasan Spiritual.

Banyak diantara orang sebagian besar hanya mengenal Kecerdasan Intelektual Sedangkan dalam kajiannya Ilmu Kecerdasan menurut perkembangan kajian ilmu.

Psikolog Howard Gardner adalah seorang yang pertama menemukan sejenis kecerdasan untuk bisa memahami orang lain, dan hal ini disebutnya sebagai Kecerdasan Interpersonal.

Kecerdasan Interpersonal oleh Daniel Coleman disepakati dengan para peneliti lainnya dengan sebutan Kecerdasan Emosional .

Kecerdasan Emosional dalah kemampuan orang untuk memahami orang-orang disekitarnya berinteraksi untuk mengembangkan empati, simpati, dan untuk bisa bekerjasama.

Ciri-ciri umum orang yang cerdas emosional menurut pendapat penulis adalah :
  1. Sukses dalam kehidupan, 
  2. Sukses dalam pekerjaan, 
  3. Mampu bekerjasama dengan orang lain,
  4. Mampu mengendalikan emosi,
  5. Pintar menarik hati orang lain, 
  6. Dapat memahami sifat orang dengan tepat
  7. Dapat menghafal nama-nama orang yang dikenalnya.
  8. Mengetahui kesenangan orang-orang yang dikenalnya, dan
  9. Mengetahui ketidak sukaan orang-orang yang dikenalnya.

Kecerdasan Spiritual menurut penelitian dibidang neurologi memiliki tempat di dalam otak manusia. Bagian dari otak manusia memiliki kemampuan untuk mengalami pengalaman spiritual untuk merasakan kehadiran Tuhan dalam kehidupannya.

Menyadari kehadiran Tuhan di sekitar kita dalam kehidupan dan memberi makna dalam kehidupan, menjadikan diri orang tersebut menjadi cerdas dalam Spiritualnya.

"Kecerdasan Spiritual merupakan kemampuan orang untuk memberi
makna dalam kehidupan; dan sebagai kemampuan untuk tetap bahagia
dalam situasi apa pun tanpa tergantung kepada situasinya."
(Ejawantah's Blog)

Kecerdasan Spiritual menurut hasil kajian penulis dalam kehidupan secara realita, berbeda dengan sikap Religius. Orang yang cerdas Spiritual bukan hanya orang yang paling rajin ibadahya; tetapi orang yang senang membantu orang lain, memiliki kemampuan empati yang tinggi terhadap penderitaan orang lain dan bisa memilih dlam hidup sejati.

Dengan banyak membantu orang maka kita akan menemukan kebahagiaan. dengan begitu kita jadi menemukan misi hidup sejati sebagai Khalifah seperti yang diminta atau diamanatkan Tuhan kepada setiap individu manusia.

Kecerdasan Spiritual memiliki banyak konsep, kiat dan caranya, dan hal tersebut harus dibuktikan dengan keikhlasan dan dapat memunculkan perasaan tertentu kepada Tuhan.

Menurut pengalaman pribadi penulis, bila hal ini dapat dilakukan secara keberaniaan dan disiplin diri, tertib serta tidak meninggalkan kewajiban kita kepada Tuhan kita, maka dalam waktu 14 s/d 90 hari kita akan melihat perubahan dalam hidup kita dengan cara lain.

Perasaan yang terutama kita dapat rasakan langsung yaitu kita lebih mudah bersyukur dan memiliki kemampuan menikmati hidup ini dengan apapun kondisi kehidupan kita, sehingga susah atau senang rasanya tetap nikmat hidup ini.

"Bila diri kita terlibat secara intensif dalam suatu persoalan maka;
Pelajarilah akar permasalahannya dengan hati dan pikiran yang jernih dengan ketenangan."
(Ejawantah's Blog) 

Setiap individu kita diberikan Tuhan agar bisa mengumpulkan informasi, mencampurnya dengan akal sehat; dan pada akhirnya dapat membuat suatu penilaian yang kokoh tentang apa yang dapat dan ingin dilakukannya.

"Harapan akan mempengaruhi bagaimana diri kita melihat suatu realita; 
Tetapi dapat juga mempengaruhi realita itu sendiri"
(Ejawantah's Blog)


Masalah dapat merubah masalah; tetapi 
Manusia tidak dapat merubah masalah

SOLUSINYA :

Dengan mengatasi permasalahan yang kecil; maka
Kita akan dapat mengatasi permasalahan yang besar



Salam,

MUSTIKA JAGAD KEAJAIBAN RAJA DUNIA

http://ejawantahnews.blogspot.com/2011/07/mustika-jagad-keajaiban-raja-dunia.htmlMustika jagad Keajaiban Raja Dunia. - Di dunia ini hanya manusia yang bisa memahami eksistensinya, manusialah yang paling utama dari segala kehidupan yang ada di jagad raya ini.

Hanya manusia yang memiliki keunggulan dialam jagad raya  ini. Dalam bahasa Jawa disebut Hamemayu hayuning bawana yang berarti memperbagus bumi yang indah ini atau memakmurkan bumi ini.

Namun, kita pun mengetahui bahwa masih banyak manusia yang hanya jasmaninya sebagai manusia, tetapi mereka tidak mampu memegang amanat Tuhan. Bahkan tidak mau mengikuti suara Tuhan yang menembus relung hatinya.

Kepentingan diri atau kelompok lebih dominan daripada fungsinya sebagai khalifah di muka bumi ini. Dan sumber hidup manusia hanya satu yaitu Tuhan. 

Tuhan disebut dengan berbagai nama. Dia dipanggil dengan Asma al-husna, nama-nama baik Nya dalam berbagai agama, adat dan budaya.

Semua yang ada hanyalah pengejawantahan Nya. Semua ini merupakan kehadiran Wajah Nya. Yang tampak pasti sirna, tapi Wajah Nya tetap kekal.

Bumi yang semula berupa bola api raksasa, mendingin berubah menjadi bubur tanah yang menyala-nyala yang berpotensi untuk memunculkan kehidupan. Tumbuhlah kehidupan yang pertama dan inilah yang menjadi cikal bakal makhluk hidup di permukaan bumi.

Jasmani manusia sebagai evolusi dari tumbuhan di bumi. Yang hidup berkehendak memanifestasikan kehadiran Nya di bumi.

Jiwa sebagai amar Nya membuat zat-zat yang tampak tak hidup itu menjadi hidup. Diri sebagai wujud iradat Nya bertajalli. Menampakkan diri. Ada yang berupa tumbuhan, hewan dan puncaknya adalah manusia.

Manusia dapat disebut hidup sejati bila dia dapat mengekspresikan dirinya. Didalam hidup ini manusia berinteraksi dengan yang lain, itu merupakan kodratnya. Tetapi manusia tidak boleh saling menguasai dalam kehidupan ini.

Bakat dan potensi manusia bukanlah warisan dari orang tuanya, dan tidak diterima dari orang lain. Ia merupakan hak dalam dirinya.

Bila kehidupan di bumi sekarang ini wujud dari hidup sejati,
Setiap orang akan bisa mengekspresikan bakat dan potensinya.
"Ejawantah's Blog"

Hidup ini mengalami keterbatasan. Ada duka, derita, sengsara, sakit, neraka dan surga saling melengkapi. Bahagia dan nestapa saling menutupi.

Meskipun diri manusia itu masih merasakan dan menggunakan badan jasadi,
Ia tidak bisa lepas dari duka derita; meskipun
Ia telah menemukan berbagai macam kenikmatan dalam kehidupan.
"Ejawantah's Blog"

Orang yang suka berebut pandang, entah itu karena beda kepercayaan, keyakinan, suku, ideologi atau apapun yang bisa menimbulkan konflik; sama dengan orang  berebut kulit tanpa isi, dan berebut tulang tanpa daging.

Manusia sejati beramal saleh bukan karena ingin masuk surga, takut neraka, karena ia yakin dan tahu bahwa tidak ada neraka yang hinggap pada diri sejati manusia. Karena amal saleh merupakan buah bagi setiap kehidupannya.

Kesalehan merupakan budipekerti Tuhan. Manusia adalah khalifah Tuhan di bumi. Tidak ada kompromi antara kesalehan dan neraka. Karena amal saleh sejati merupakan wujud dari amal yang tumbuh dari nurani.

Manusia sejati merupakan manusia yang berkehendak, berbudiluhur, dan bukan di bawah kehendak orang lain. Dia berbuat baik, beramal saleh bukan karena diiming-imingi surga dan juga bukan ditakut-takuti neraka.

Kodrat dan iradat manusia sejati adalah untuk menjalani kebaikan. Jika manusia sejati yang diangkat menjadi khalifah Nya. Meskipun hidup di bumi ini berupa badan bangkai, tetapi berfungsi untuk Hamemayu hayuning bawana.

Bumi yang baik.......,
Bumi yang menumbuhkan keberkahan,
Akan membuat pelakunya hidup sejati.
Hidup bahagia tanpa akhir hingga terasa dalam kehidupan akhirat.
"Ejawantah's Blog"

Mendengar dan mendengarkan suara Ilahi. Melihat dan menyaksikan kebenaran. Berkata dan senantiasa berbicara tentang kenyataan. Tahu dan selalu mengetahui. Semua itu kodratnya manusia sejati.

Keinginan yang berbentuk karena berbagai warna dan bentuk ilusif dunia ini, membuat manusia menjadi nestapa di dunia ini. Baik di darat dan di laut, maupun di angkasa rusak akibat ulah manusia yang mengumbar egonya.


Masalah dapat merubah manusia, tetapi
Manusia tidak dapat merubah masalah.

SOLUSINYA :

Dengan mengatasi permasalahan yang kecil; maka
Kita daoat mengatasi permasalahan yang besar.


Salam,


KEAJAIBAN BUDAK CINTA RAJA DUNIA

http://ejawantahnews.blogspot.com/2011/07/keajaiban-budak-cinta-raja-dunia.htmlSetiap manusia secara naluriah selalu menginginkan untuk menjadi yang terbaik. untuk menjadikan diri kita sebagai pribadi yang unggul dalam sebuah persaingan, maka jangan pernah kita memaksakan diri untuk terus berlari sebelum bisa berjalan dengan baik.

Dalam mengarungi dunia persaingan untuk bisa hidup, maka kita tidak boleh berbuat ceroboh. Tanpa sebuah persiapan yang matang kita akan terombang-ambing dengan ketik pastian dan akan menjadikan kita mudah putus asa.

Hidup di era sekarang ini telah membawa persaingan yang semakin keras dan dinamis. tingginya persaingan hidup dalam berbagai bidang kehidupan membuat setiap orang harus terus-menerus menyiapkan diri dan mengingatkan diri agar lebih siap bersaing.

Hidup dalam persaingan tersebut harus mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan sebagai dasar persaingan. namun, pada kenyataannya dalam berbagai bidang kehidupan masih banyak terjadi persaingan yang tidak sehat, dan hal ini masih banyak sekali terjadi sampai dewasa ini.

Bagaimana untuk membuat diri kita dapat menjadi pemenang ?

Untuk membuat diri kita tampil sebagai pemenang dalam persaingan hidup di era post modern ini adalah dengan meyakini doa dari setiap langkah usaha diri kita.


== %%% ==
Bahwa Allah sebagaimana praduga hamba Nya, dan 
Allah tidak akan pernah inggkar janji akan setiap janji Nya.
== %%% ==

Besar atau pun kecil dari setiap hasil pekerjaan kita, bukanlah menjadi suatu nilai tolak ukur keberhasilan kita sebagai pemenang, karena pemenang adalah orang yang berani melakukan segala sesuatu dan tidak lepas dari tanggung jawab dari tugas yang dipikulnya dengan segala konsekuensinya.

Tidak ada orang yang paling bertanggung jawab menentukan langkah hidup kita, kecuali diri kita sendiri.

Keadaan apa pun yang melingkupi hidup ini, sebenarnya tidak memaksa kita untuk  melakukan apa pun, kecuali kita sendiri yang tidak akan memulainya.

Persoalan yang sedang kita hadapi dalam hidup, 
merupakan persoalan kecil dibandingkan dengan apa yang ada di dalam diri kita.

=== D A N ==

Satu-satunya orang yang dapat menggunakan potensi tersebut adalah diri kita sendiri.
Karea hal itu merupakan tanggung jawab diri kita yang paling berharga dalam hidup ini.

Baik buruk, menang atau kalah, untung atau ruginya kehidupan ini, kita sebagai penentu keberhasilan. Karena keberhasilan dan kegagalan itu terlahir dari sesuatu yang telah kita kerjakan.

Sekeras dan sekuat apa pun kita melakukan pekerjaan, tidaklah menentukan keberhasilan diri kita sebagai pemenang tanpa komitmen yang kuat terhadap impian kita.


== %%% ==
Sejauh mana komitment diri kita terhadap cita-cita, 
menentukan diri kita sebagai pemenang dalam hidup.
== %%% ==


Masalah dapat merubah manusia; tetapi
Manusia tidak dapat merubah masalah.

SOLUSINYA :

Dengan mengatasi permasalahan yang kecil; maka,
Kita dapat mengatasi permasalahan yang besar.



Disajikan bukan untuk menggurui dan diperdebatkan,
Disajikan untuk dinikmati sebagai pembelajaran bersama.
Untuk Membuka Mata Hati Untuk Menambah Ilmu Pengetahuan.


Salam,

INTELIGENSI MELALUI LOGIKA IKHLAS

http://ejawantahnews.blogspot.com/2011/07/inteligensi-melalui-logika-ikhlas.htmlInteligensi Melalui Logika Ikhlas.- Cara memanfaatkan daya inteligensi menentukan kedudukan dan eksistensi seseorang. Karena ketika manusia tidak lagi menggunakan akal sehat dan nalar, maka dirinya akan dianggap telah tergelincir dalam jurang kebodohan.

Kelemahan daya inteligensi seseorang dapat mencuat akibat daya intelengensi yang berlebihan dan tidak etis, seperti kelicikan dan tipu muslihat.

Pada akhirnya, kita akan terjerumus dalam jurang kebodohan dan tipu daya yang menyebabkannya bersikap dan tipu daya yang menyebabkannya bersikap temperamental serta kehilangan stabilitas emosional. Orang tersebut telah mengabaikan batas-batas nalar dan rasional.



Ikhlas merupakan suatu tindakan yang dilakukan setiap individu diri manusia dalam menyikapi suatu kejadian yang telah terjadi.

Dalam kehidupan ini, setiap orang akan menghadapi masalah, seperti penyakit atau ujian. Masalah akan menghampiri dalam bentuk dan cara yang beragam.

"Hidup tidak luput dari dua pilihan"
( Ejawantah's Blog )

Orang yang rugi adalah yang tidak mengerti bagaimana cara menghadapi masalahnya dengan cara yang benar. Orang yang mampu memanfaatkan akal sehat dan nalarnya akan memperoleh cakrawala hikmah yang maha luas.Orang yang beruntung adalah orang yang tahu bagaimana cara menghadapi permasalahan secara bijak.

Bahwa akal merupakan landasan bagi pelaksanaan agama, maka memurnikan agama berarti juga menjalankan agama berdasarkan akal, bukan berdasarkan hawa nafsu, pamrih, atau kepentingan pribadi.

Tujuan hidup manusia yang pokok itu pastilah sama. Hanya pernak-perniknya yang tidak sama. Tujuannya untuk memperoleh kedamaian. Selamat dunia dan akhirat.

Kebahagiaan hidup kita sebagai manusia ini bergantung pada sejauh mana kita dapat menerima kodrat kita. Dengan senang hati menyambut qadha dan qadarnya yang ada pada diri kita dengan hati yang ikhlas.

Menerima kodrat bukan berarti diri kita menjadi manusia pasif. Menerima kodrat berarti menyadari sepenuhnya siapa dan apa diri kita, sedangkan bertindak pasif berarti tidak mau berikhtiar dalam menjalankan tugas hidup kita sebagai khalifah di dunia ini.



Masalah dapat merubah manusia; tetapi
Manusia tidak dapat merubah masalah.

SOLUSINYA :

Dengan mengatasi permasalahan yang kecil; maka,
Kita dapat mengatasi permasalahan yang besar.



Disajikan bukan untuk menggurui dan diperdebatkan,
Disajikan untuk dinikmati sebagai pembelajaran bersama.
Untuk Membuka Mata Hati Untuk Menambah Ilmu Pengetahuan.



Salam,


BERSAMA TERASA INDAH

http://ejawantahnews.blogspot.com/2011/05/bersama-terasa-indah.htmlManusia terlahir sebagai makhluk sosial yang selalu membutuhkan manusia lainnya dalam kehidupan. Namun tidak dapat disalahakan, jika ada manusia yang menyendiri dalam kehidupannya dalam mencapai sebuah keinginan.

Kesendirian dalam hidup tidak akan bisa berlangsung lama, karena manusia akan terikat dengan aturan Tuhan.

Kebersamaan merupakan sisi kehidupan yang unik dan penuh pembelajaran. memberi arti untuk setiap aktivitas yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. memberikan kekuatan untuk berbuat sesuatu mencapai sesuatu tujuan.

Sering tidak disadari akan makna kebersamaan itu sehingga saat-saat bersama sering terabaikan dan terlewatkan begitu saja bagaikan waktu yang berjalan begitu cepat tanpa kita sadari dia akan pergi.

Keintiman, sentuhan, berkomunikasi, semuanya merupakan investasi waktu yang sangat berharga dalam kehidupan kita untuk membangun keharmonisan dengan keluarga dan orang-orang yang di sekitar kita Terutama akan lebih berdampak positif untuk anak-anak kita di rumah.

Kita memang perlu bekerja dan berusaha untuk memmenuhi keperluaan dan kebutuhan keluarga; namun jangan sampai mengorbankan waktu untuk buah hati dan keluarga kita.

Sediakan waktu walau hanya setengah jam dalam sehari untuk membangun komunikasi dengan buah hati kita. Dengarkan cerita mereka, maka kita akan mengetahui keinginan mereka terhadap diri kita.


Dengan mengatasi permasalaha yang kecil; maka
kita dapat menggatsi ermasalahan yang besar.


Salam,



RAHASIA DIBALIK KEBAHAGIAAN

http://ejawantahnews.blogspot.com/2011/05/rahasia-dibalik-kebahagiaan.htmlKebahagiaan tidak bisa didatangi, dimiliki, dihasilkan, dipakai, atau dimakan. Kebahagiaan merupakan pengalaman spiritual untuk hidup tiap menit dengan kasih sayang, Keanggunan, dan rasa syukur.

Pemberian hidup bukan merupakan perburuan harta benda. Hartanya terdapat dalam diri kita. Ia hanya perlu di buka dan ditemukan

Semua rahasia hidup dari dalam diri kita yang tersimpan sangat baik melibatkan perspektif dari kita. Bagaimana kita dapat melihat hidup dari dalam diri kita sendiri ?

Benih-benih kebesaran merupakan tanggapan atau sikap yang kita lihat lebih jelas, kita melihat diri kita sendiri agar berharga dan harga diri kita akan menjadi kuat.

Melihat dengan jelas memungkinkan khayalan kita untuk mencipta dan membubung tinggi. Melihat lebih jelas memberikan kita pengertian bahwa kita bertanggung jawab untuk belajar dan menyumbang sebanyak yang kita dapatkan untuk kehidupan.


Jika melihat kehidupan dari dalam, kita melihat kebajikan, tujuan, dan kepercayaan sebagai dasar pondasi keluarga kita.

Melihat hidup dari dalam diri kita merupakan langkah keberanian untuk menyesuaikan diri kepada perubahan dan untuk lebih tekun jika rintangan-rintangan dalam hidup terasa sangat besar; maka keindahan dan kebaikan selalu ditanam tiap hari dalam kehidupan kita.

          Bagaimana kita dapat membedakan antara kesenangan dan kebahagiaan dalam hidup ?

Kesenangan adalah apa yang kita alami selama satu tindakan; sedangkan kebahagiaan merupakan apa yang kita alami sesudah tindakan. Ini merupakan emosi yang lebih mendalam dan lebih tahan lama. Tepatnya kebahagiaan merupakan sebuah sikap.

Kebahagiaan tidak ditentukan oleh soal bagaimana atau di mana; itu bisa terjadi di sekitaran kita dan sekarang juga.

Cara orang berpegang teguh pada kepercayaan bahwa sebuah kehidupan yang berisi kesenangan dan bebas dari rasa sakit sama dengan kebahagiaan sesungguhnya.

Bila kesenangan dan kenikmatan disamakan dengan ketidakbahagiaan, tetapi pada kenyataannya kebalikanyalah yang benar.

Kebahagiaan merupakan sesuatu yang diri kita perjuangkan sendiri dan itu tidak akan tergantung pada apa yang dilakukan orang lain kepada diri kita pribadi.

Jika kita tidak bisa menikmati kebahagiaan dengan waktu yang ada; maka,
jangan pernah menunggu kebahagiaan yang akan menghampiri diri kita
yang akan turun dari langit. 
       
Orang lain bisa memberi diri kita kesenangan, tetapi kita tidak akan menjadi berbahagia sebelum dan kecuali diri kita melakukan banyak hal untuk orang lain.

Kebahagiaan itu tidak terdapat dalam garis keturunan, harta benda, emas ataupun berlian sekalipun; melainkan terdapat dalam agama, ilmu, spansantun, dan tujuan yang tercapai.

Senyum adalah kunci kebahagiaan. Cinta merupakan pintunya.
Kegembiraan merupakan tanaman bunganya; dan
Iman adalah cahayanya.

Orang yang paling bahagian adalah orang yang paling banyak melakukan kebaikan dengan tangannya sendiri, dan yang paling banyak memberikan kebaikan kepada saudara-saudaranya, serta yang paling banyak bersyukur.

Dengan mengatasi permasalahan yang kecil; maka,
Kita akan dapat mengatasi permasalahan yang besar.



PIKIRAN DALAM SUATU TINDAKAN

Dalam kitab suci Al-Qur’an, akal adalah alat untuk membantu fenomena alam ini. Karena itu, akal itu niscaya harus sehat. Dalam penggunaannya, cukup dengan “akal” saja, tidak perlu dibubuhi kata sehat yang menjadi “akal sehat”

Sedangkan kata ”budi”, baik dalam bahasa Jawa maupun Indonesia sekarang, merupakan paduan pikiran dan perasaan yang dapat menimbang baik buruk segala sesuatu.

Dalam bahasa Jawa Kuno, pikiran adalah “hidhep”. Dan, kata “hidhep” sendiri bermakna : pikiran dan perasaan. Budi, pikiran, angan-angan dan “eling” atau kesadaran merupakan satu wujud dengan akal (ngakal)

Dan dalam Jawa Kuna perasaan adalah “ambek”. Kata “rasa” berasal dari Sansekerta. Dalam perjalanan sejarah, rupanya kata “hidhep” dan “ambek” tergusur pemakaiannya. Sehingga kata-kata “budi”, “pikiran”, “angan-angan” dan “eling” (kesadaran), merupakan atribut luar. Bukan kodrat yang tumbuh dari dalam. Jadi, akal bukan lagi merupakan alatnya Tuhan yang ditempatkan pada diri manusia. Tapi, hanya bagian dari indera di dalam diri manusia.

Akal identik dengan hawa nafsu dan keinginan. Sampai hari ini pun akal dalam kamus diartikan pikiran, budi, usaha, ikhtiar, muslihat, tipu daya.

http://ejawantahnews.blogspot.com/2011/01/pikiran.html


Ada istilah mengakali (ngakali) yang berarti memperdayakan, atau menipu. Lalu, ada kata “akal-akalan” yang artinya dibuat-buat. Dalam kondisi sekarang “akal” dapat kita samakan dengan “ego”. Yang dapat diartikan menurut diriku, dan untuk diriku sendiri. Keadaan akal yang demikian inilah yang tidak bisa digunakan sebagai pedoman hidup.

Akal yang sewujud dengan angan-angan dan pikiran ini bisa gila, bingung, sedih, dan tidak jujur. Akal yang demikian ini tidak bersedia menghadapi kenyataan hidup. Ia lebih suka berangan-angan, membayangkan sesuatu yang belum tentu terwujud.

Pikiran gila, tidak bisa lagi memahami sesuatu kenyataan. Orang bingung adalah orang yang kehilangan akalnya, tidak tahu lagi apa yang harus diperbuat. Akal model begini disebut “sedih”. Karena merasa kehilangan, dipermalukan, dizalimi, dihina, dibuat menderita dan lain-lain, maka manusia yang punya akal ini bisa sedih. Karena khawatir dimarahi dan tidak dihargai jika berbuat jujur, aka dengan akalnya manusia berbuat tidak jujur.

Jangan menganggap kecil suatu nikmat bersama kesehatan yang ada.
Jangan menyepelekan dosa tanpa dibarengi taubat dan,
Jangan memupuk ketaatan tanpa keikhlasan.

Budi, pikiran, angan-angan dan kesadaran tidak dapat dipakai sebagai pegangan atau pedoman hidup. Karena kemungkinan bias, menyimpang sangat tinggi. Harus ada “keberadaan yang lebih tinggi dalam diri manusia". Dia yang lebih tinggi daripada budi, pikiran, angan-angan, dan kesadaran yang satu wujud dengan akal. Itulah Zat Wajibul Maulana. Zat Yang Melindungi, Yang Wajib Memimpin yaitu Allah SWT.

Allah SWT itulah yang mewujudkan semua budi baik. Budi yang menyuruh berbuat akal-akalan dan mengakali orang lain, akan membangkitkan kedengkian, maka rusaklah kebahagiaan orang itu. Dengan dengki itu manusia berbuat jahat dan menyobongkan diri, dan akhirnya menistakan dirinya sendiri. Ini semua dapat terjadi bila budi tidak terpimpin.

http://ejawantahnews.blogspot.com/2011/01/pikiran.html

Panca indera hanya menyerap kesan-kesan dari objek yang terlihat. Yang diserap bukan objek dalam dirinya sendiri. Yang diserap Cuma penampakannya saja, fenomena-nya. Karena itu, panca indera tidak dapat dipakai sebagai pedoman hidup.

Selain panca indera budi pun tidak bisa digunakan sebagai pedoman hidup. Panca indera harus dipimpin budi. Dan budi pun harus dipimpin oleh Zat Wajibul Mulyaningrat atau Maulana, yaitu Allah SWT.

Tugas akal (verstand) adalah mengatur data inderawi. Kesan-kesan yang ditangkap indera itu harus disusun agar menjadi suatu citra yang konkret dala ruang dan waktu.

Pemahaman di tingkat akal ini merupakan paduan (sintesis) antara materi (data inderawi) dan pengertian “apriori”, yaitu pengetahuan yang tidak diturunkan dari pengalaman. Ia ada di dalam diri manusia. Sedangkan budi atau rasio berfungsi untuk menarik kesimpulan dari putusan-putusan yang dibuat akal. Dengan kata lain, rasio berfungsi untuk membentuk atau membangun argument. Dan lebih baik kita bertindak dari pada menjadi manusia yang selalu hanya berpikir dan mengenali suatu masalah.


Dengan mengatasi permasalahan yang kecil; maka,
kita dapat mengatasi permasalaha yang besar


Salam,


KALEIDOSKOP MENSIASATI WAKTU EJAWANTAH'S BLOG 2010

Adanya kehidupan yang selalu dibarengi dengan adanya waktu merupakan sebagai dasar untuk memahami hakikat hidup yang tidak pernah terlepas dari waktu. Sebagai akibat dari kenyataan waktu yang selalu berubah-ubah, tapi selalu ada.

Dari zaman Adam sampai sekarang, bahkan zaman yang akan datang, waktu selalu ada. Keberatan waktu ini merupakan sebagai bukti adanya perubahan, karena tanpa ada waktu bagai mana mungkin kita tahu kalau kehidupan ini berubah. Sebagai tanda adanya perubahan, maka waktu sangat penting untuk dipahami.

Dalam Al-Qur’an Allah SWT sering bersumpah atas nama waktu. Seperti  firman-Nya, “Demi Masa (wal ‘ashri)”;  “Demi Waktu Dhuha (waddhuha)”;  “Demi Malam (wallaili)”;  “Demi Siang (wannahari)”; dan lain-lain, membuktikan bahwa waktu memiliki peran yang sangat signifikan bagi kehidupan ini.

   Dengan dapat memahami makna sang waktu yang selalu ada, manusia dapat mengatur dan mempertimbangkan aktivitas, manusia tahu saat-saat yang baik untuk menjalankan tugas kekhalifahannya di muka bumi ini.

     Di penghujung Tahun 2010 segenap Pendiri; Pembina dan Crew dari "Ejawantah's Blog" Management berintropeksi dalam berkarya dan dengan kerendahan hati kami dalam memberi sentuhan hati dalam berbagi , sebagai wujud kepedulian kami kepada masyarakat di sekitar sekretariatan "Ejawantah's Blog" Management dan mengisi kegiatan bulan Ramadhan 1431 H, kami mengadakan




Lokasi tempat diadakannya
"Pesantren Kilat Aku Anak Sholeh"








Dalam pelaksanaan kegiatan "Pesantren Kilat Aku Anak Sholeh" tercetuslah sebuah ide gagasan untuk membuat sebuah logo dalam kegiatan ini. Untuk mewujudkan hasil dari karya para crew "Ejawantah's Blog" Management, kami wujudkan melalui logo




Dalam proses belajar mengajar di kegiatan "Pesantren Kilat Aku Anak Sholeh berjalan dengan santai dan khikmad, walau pun di teras musholah Al-Munawaroh.



Proses belajar mengajar yang dilakukan di dalam musholah Al-Munawaroh dalam acara "Pesantren Kilat Aku Anak Sholeh" pada bulan Ramadhan 1431 H.




Proses pengerjaan pembelajaran sholat sunah Tahajud dalam pelaksanaan "Pesantren Kilat Aku Anak Sholeh" Ramadhan 1431 H.




Pemberian bingkisan bagi siswa-siswi yang berprestasi dalam acara "Pesatren Kilat Aku Anak Sholeh" di bulan Ramadhan 1431 H.


Menunggu waktu buka buasa tiba, para peserta membaca sholawat Nabi dengan di bimbing pengajar.



Bingkisan lebaran yang terkumpul dan yang di bagikan untuk para penerima santunan. Yaitu anak yatim, fakir miskin dan janda yang manula.Terimakasih para donatur yang telah berpartisipasi dalam acara ini.








Pemberian yang dilakukan oleh seorang mualaf dari Crew "Ejawantah's Blog" Management dalam pemberian santunan untuk anak yatim di bawah usia yang belum balik, pada acara lebaran anak yatim 1 Muharam 1432 H / 7 Desember 2010, bertempat di sekretariatan "Ejawantah's Blog" Management.



Kebahagian yang terpancar di wajah para penerima santunan, merupakan kebahagiaan yang tidak ternilai bagi kami keluarga besar "Ejawantah's Blog" Management.


Bingkisan yang di bagikan kepada para peserta penerima santunan.
Terima kasih kepada para donatur dan sponsor yang telah ikut partisipasi dalam acara ini.




Seorang mualaf dari Crew "Ejawantah's Blog" Management dalam acara peberian santunan kepada anak yatim di hari lebaran anak yatim 1 Muharam 1432 H / 7 Desember 2010


Pemberian santunan kepada para peserta "Tali Kasih Kebahagiaan Dalam Kesederhanaan" yang di lakukan oleh para Pembina "Ejawantah's Blog" Management dalam memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1432 H.



Penutupan acara pemberian santunan anak yatim dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1432 H / 7 Desember 2010, di tutup dengan doa bersama yang di pimpin oleh K.H Teguh Setya Budi

Dengan adanya waktu yang berbeda dan berlainan, manusia tahu sejarah. Akan tetapi, yang terpenting dalam pengertian “waktu” adalah bagaimana manusia dapat mengatur dan menempatkan waktu dalam kehidupannya secara baik dan benar, sehingga manusia tidak mudah terombang-ambingkan oleh waktu, manusia tidak kehilangan waktu, dan manusia tidak sering dianiaya oleh waktu.

Waktu selalu berubah, demikian pula apa saja yang berkaitan dengan waktu. Begitu banyak makhluk di dalam kehidupan ini yang dapat kita saksikan, dan semuanya selalu berubah. Bahwa semua yang ada di dalam kehidupan ini pasti berubah.

Jangan terlalu berambisi meraih sesuatu yang tidak pasti, jangan menyesali nasib, karena dibalik derita ada kebahagiaan, di balik kesusahan ada kemudahan. Yang pasrah akan mendapatkan pertolongan, yang ridho akan mendapatkan ganti, yang sabar akan mendapatkan kemuliaan, dan yang ikhlas akan mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan hati.

Orang yang tidak tahan dengan cobaan dan mudah terbujuk adalah 
orang yang tidak bisa menerima kenyataan.

    Keberhasilan merupakan tetesan-tetesan dari kerja keras, penderitaan, luka, pengorbanan, dan kecemasan. Sedangkan kegagalan merupakan tetesan-tetesan dari kemalasan, tidak punya greget, perasaan minder, dan tidak bergairah.

Kebahagiaan itu tidak ada dalam garis keturunan, harta benda, dan emas berlian. Kebahagiaan itu terdapat dalam agama, ilmu, sopan santun, budi pekerti yang baik, dan tujuan yang kesampaian.

Jika kita tidak bisa menikmati kebahagiaan dengan waktu yang ada, maka jangan pernah menunggu kebahagiaan yang akan menghampiri diri kita dan turun dari langit.

Hati yang tenang dan pikiran yang jernih membuat doa yang dipanjatkan terkonsentrasi.
Kata-kata yang ada dalam kalimat doa teresapi.
Daya dari pengucapan doa akan bangkit.
Dan, doa akan menjadi nyata.

Jika persoalan sangat sulit, tunggulah jalan keluarnya. Biarkan takdir berjalan dengan tali kekangnya. Janganlah tidur kecuali dengan hati yang bersih. Tinggalkan kesedihan yang sedapat yang kita lakukan. Semoga jalan keluar terbuka, semoga kita dapat mengobati jiwa dengan kekuata doa. Janganlah berputus asa manakala kecemasan yang menggenggam jiwa menimpa. Saat paling dekat dengan jalan keluar adalah ketika kita telah terbentur pada keputus asaan.


Dengan mengatasi permasalahan yang kecil; 
maka, kita dapat mengatasi permasalahan yang besar.


Segenap Keluarga "Ejawantah's Blog" Management
Mengucapkan
SELAMAT TAHUN BARU
2011


MUSTIKA CATUR MURTI

Dalam perjalanan hidup manusia, setiap individu mengalami dan menemui polusi dan erosi. Sehingga sedikit demi sedikit berak-bercak hitam mulai mengkhiasi hatinya. Hal ini yang kemudian menjadikan manusia terserang berbagai penyakit qolbu atau hati.

Ketenangan dapat datang dari luar, juga dapat datang dari dalam diri kita. Betapa pun sulitnya pekerjaan dan peliknya persoalan dalam kehidupan dapat diselesaikan dengan mudah dan santai.


Ketenangan dapat dimiliki dengan melakukan pekerjaan spiritual secara disiplin dan teratur sesuai aturan dan tuntunan ajaran agama yang dianut, dan harus menyelaraskan antara batin dan rasa menjadi satu dengan bersatunya empat faal, yaitu : pikiran, perasaan, perkataan dan perbuatan. Yang mana menghasilkan unsur kebenaran dalam kehidupan keseharian.

Dengan menyelaraskan suasana batin dan rasa menjadi satu dengan bersatunya dengan pikiran yang benar, perasaan yang benar, perkataan yang benar dan perbuatan yang benar, maka batin dan rasa akan menjadi selaras, serasi, seimbang. dengan begitu batin pun akan mencapai pekerti yang luhur. Kehidupan pun terasa damai, dan orang lain pun merasa aman.

Semua harus diawali dari diri sendiri, jangan menunggu orang lain. Dalam hadist shohenya Rasulullah saw bersabda, "Mulailah (semuanya) dari dirimu sendiri". Artinya, untuk mencapai ketenangan bersama, maka setiap individu harus menanamkan kesadaran dalam diri mereka masing-masing supaya ketenangan yang ada dalam diri personal akan memancarkan ke diri sosial, sehingga ketenangan bersama pun tercapai.

Jiwa butuh makanan. Makanan jiwa adalah ketenangan. Ketenangan merupakan unsur terpenting
untuk mewujudkan kedamaian dan kebahagiaan hidup dunia maupun akhirat

Allah SWT sendiri telah menyeru kepada jiwa yang tenang untuk kembali kehadirat-Nya dengan perasaan yang puas. Untuk mendapatkan ketenangan jiwa Allah SWT memerintahkan dalam Al-Qur'an surat Ar-Ra'du ayat 28, "Ingatlah dengan mengingat Allah dapat menenangkan hati".

Dengan demikian ketenangan jiwa dapat lebih sempurna dan terpelihara dengan menyelaraskan batin dan rasa menjadi satu rasa dengan bersatunya "empat faal" atau "Catur Murti".

Bila kita menelusuri khasanah pengetahuan tasawuf jawa melalui "Catur Murti", ternyata tujuan hidup itu tidaklah keluar dari eksistensi manusia,yaitu "selamat". Terlepas dari dalil atau kata-kata falsafah, hidup selamat dunia dan akhirat merupakan tujuan semua manusia. Mungkin ada tujuan lain atau tujuan pokok manusia. Kata "selamat" di Jawa sendiri memiliki makna aman, tidak ada gangguan apa-apa, tidak menderita dalam hidup ini, juga tidak mengalami kerugian.

Sebagai tujuan hidup, selamat memiliki makna lainnya "widada" yaitu selamat di mana saja dan kapan saja hingga selam-lamanya. Suatu keselamatan yang bebas dari ruang dan waktu.

Konsep "nerka" dan "surga" pada mulanya tidak di kenal di Jawa. Konsep yang ada dan digunakan hingga sekarang yaitu "rahayu". Dalam bahasa agama Islam "hasanah" di dunia dan akhirat.

Kehidupan yang "rahayu" dalam konsep tasawuf Jawa adalah hidup yang teratur, tertib, sejahtera, sehat, indah, dan penuh kebajikan. Dalam bahasa agama Islam disebut "hasanah" di dunia dan akhirat.

Dalam konsep tasawuf Jawa "Catur Murti" merupakan dasar ari praktik nyata menuju keselamatan sebagai tujuan hidup. Hidup itu menempuh perjalanan ke kehidupan sejati. Hidup yang tidak tersentuh oleh kematian. Dalam hasanah Islam yaitu hidup di akhirat.

Akhirat dalam konsep tasawuf Jawa tidak harus datang setelah alam raya ini hancur, melainkan "keadaan" yang bisa dialami sekarang ini. Ia tidak terikat oleh waktu. Bukan dulu atau pun nanti.

Hidup sekarang ini merupakan wahana untuk menuju ke kehidupan sejati, hidup yang "rahayu", maka dalam hidup sekarang ini manusia harus tahu pintu atau jalan yang harus dilaluinya.

 Jalan yang harus dilalui itu merupakan jalan hati atau qolbu. Hati yang bisa mencapai kebenaran. Hati yang demikian ini harus bebas dari berbagai penyakit atau kotoran. Tanpa pamrih dalam bertindak. Tidak dengki atau mendengki. Hati yang pemaaf. Dan tidak sombong.

Tidak sekedar menerima, tapi perlu ada kepasrahan dan kesabaran karena Allah SWT. Artinya, semua itu dijalankan dengan rasa ikhlas dan syukur, karena sikap-sikap terpuji itu kelak akan mendapat balasan di akhirat, dan balasannya adalah kenikmatan yang abadi di surga.

Kehidupan ini sering diguncang oleh hal-hal yang merisaukan jiwa dan raga, seakan kita hidup harus berani dihadapkan dengan ketidak nyamanan, dikarenakan ada saja yang menjadi penyebab ketidaktenangan dalam kehidupan ini.

Penting sekali bagi kita untuk menanamkan prinsip bahwa yang terpenting dalam hidup ini adalah ketenangan jiwa agar kehidupan kita menjadi selamat. Jangan sekali-kali melakukan hal-hal yang berat sebelah, jangan mengurangi sesuatu yang sudah seimbang, jika tidak ingin dihantui ketidaktenangan. jangan melanggar hukum alam yang telah diatur dan di seimbangkan Allah SWT, jika tidak mau menerima akibatnya. Ketidak tenangan pada hakekatnya merupakan ulah manusia itu sendiri, sehingga membuat manusia itu sendiri tidak selamat.

Dengan hati yang ikhlas, kita yang sekarang hidup di alam ini harus berusaha mengetahui rahasia alam melalui hukum alam yang telah ditetapkan Allah SWT. Kitab suci Al-qur'an bukanlah pengetahuan teoritis, juga bukan hanya sebagai sumber pahala bila dibaca setiap huruf.

Kitab suci Al-qur'an merupakan landasan manusia untuk dapat pulang ke tempat asal muasal kehidupannya. saripati dari kitab suci Al-qur'an harus dapat diejawantahkan atau diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang tidak dapat mengamalkan kitab isi Al-qur'an bila masih hidup dalam kesesatan. Pengalaman kitab suci Al-qur'an harus disertai dengan tindakan pembersihan hati (qolbu).


KEAJAIBAN CATUR MURTI


Penyelarasan "Catur Murti" bila dikorelasikan dengan tiga entitas psikis yang tersembunyi dalam hati atau qolbu manusia, yakni dengan tekad yang benar, pasrah dengan keikhlasan yang benar, dan keadilan Tuhan dalam bentuk hasil laku spiritual "Catur Murti" dengan melakukan doa khusus yang sederhana, akan memunculkan sebuah hasil rapal ajian yang maha dahsyat, ajian yang bersumber langsung dari Allah SWT tanpa perantara jin atau khodam, ajian yang tidak semua orang bisa memilikinya. Adapun tiga entitas psikis tersebut.

  • Tekad, tekad merupakan sifat yang merujuk pada semangat dan keberanian diri dalam menghadapi segala masalah, seperti rekayasa hidup, fitnah dan bujukan dunia. Tekad ada karena adanya niat, dan segala sesuatu itu tergantung daripada niat. Jika niatnya itu baik, maka baiklah jadinya.

Dengan tekad manusia dapat menyelesaikan tugasnya. Tekad bukan berarti spekualasi miring, tapi lebih mengarah pada sikap tidak takut pada apa pun dan siapa pun, sehingga hasil yang dicapai pun menjadi maksimal.
Tekad dapat dijadikan senjata, yakni senjata psikis dalam menghadapi setiap masalah. Oleh karena itu, tekad dapat dijadikan ajian, azimat pamungkas dalam segala urusan. Untuk mendapatkan "aji tekad" tidak perlu melakukan laku (tirakat),  tidak pula belajar ilmu kanuragan terlebih dahulu, tetapi "aji tekad" dapat diperoleh dengan menanamkan keberanian, kepasrahan, keadilan dan niat yang baik dalam diri kita.

  • Pasrah. Ilmu pasrah dapat juga disebut ilmu tawakal. Memasrahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Ilmu tawakal ini dapat diperoleh dengan menanamkan pemahaman dalam diri bahwa tidak ada kuasa dan daya selain kuasa dan daya Allah Yang Maha Agung. Hidup dan mati itu merupakan urusan Allah, sukses dan gagal atas kehendak Allah SWT.
Intinya, menyerahkan permasalahan hidup ini kepada Allah SWT, karena Allah-lah sebaik-baiknya penolong. "Tawakaltu 'alallah", kupasrahkan (jiwa raga)-ku kepada Allah.
Di balik tawakal ada keselamatan, karena ketika manusia telah menyerahkan hidup dan matinya, segala urusannya kepada Allah SWT, maka Allah-lah yang akan melindungi dan menyelamatkannya dari bahaya dan bencana.
  • Keadilan Allah. Keadilan ini sulit di dapat dan sulit dipraktikkan, karena keadilan merupakan puncak dari kebaikan. Ketika manusia tidak dapat berbuat adil, maka Allah-lah yang akan memberikan keadilan.
Keadilan Allah ini sangat menakutkan, karena Allah Yang Maha Adil itu takkan memandang apa dan siapa yang akan diadili, sehingga keadilan benar-benar ditegakkan. Hanya Allah SWT yang mampu menegakkan keadilan dengan seadil-adilnya. Ketika keadilan Allah telah berbicara, maka kebenaranlah yang ada. namun demikian, penyandaran tanda atau sifat keadilan ini adalah merupakan do'a, permohonan seorang hamba kepada Tuhannya, yaitu memohon supaya keadilan Allah yang berbicara dan selalu menyertai hidupnya. Ketika keadilan Allah telah menjadi ucapan seseorang dalam denyut kehidupannya, maka kebenaran dan kebaikanlah yang diperolehnya.


Dengan mendalami "Catur Murti" melalui tasawuf Jawa, maka kita mendapatkan faidah dan keuntungan yang besar. Karena kita dapat merasakan bahkan memiliki suatu "kekuatan tanpa aji atau rapal mantra".

Kekuatan tanpa aji merupakan sebuah ungkapan yang dapat dibenarkan dengan kecerdasan intuisi, bukan logika eksperimental. Menurut logika ungkapan tersebut terkesan mustahil, tapi menurut intuisi sangat dimungkinkan melakukan kebenaran rumusan tersebut setelah dikuatkan dengan beberapa asumsi yang bersifat probable dan possible yang tercermin di dalam kehidupan ini.

Berikut ini merupakan beberapa asumsi yang bersifat probable dan possible. Digdaya atau sakti, ampuh, perkasa, mumpuni merupakan sederet istilah untuk menamai pribadi yang super, pribadi yang memiliki kelebihan supranatural, seperti kebal senjata tajam, kebal pukulan, mampu menundukkan lawan hanya dengan tatapan mata, dan sebagainya. Dan orang yang memiliki ilmu-ilmu tersebut harus melakukan lku ritual dan menjalankan amalan lisan  sert amalan hati yang harus dilafalkan, yaitu mantera-mantera atau pun doa-doa khusus. Ilmu untuk memperoleh kesaktian tersebut disebuat ajian.

Sedangkan dari sudut azimat, seperti kesaktian yang tersimpan dalam benda pusaka, misalnya keris, tombak, mustika batu, susuk, rajah, dan lain-lain. Semua itu bagi yang mempercayainya, bisa mendatangkan kesaktian bagi si pemiliknya atau orang lain yang membawanya.

Kesaktian-kesaktian yang bersumber atau datang dari ajian atau azimat sifatnya negatif :
  1. Pemiliknya pada umumnya merasa dialah yang paling kuat, maka membuat dirinya menjadi sombong.
  2. Pemiliknya akan mempunyai musuh.
  3. Dapat membahayakan diri orang yang memilikinya atau orang lain.
  4. Dapat menyebabkan orang yang memilikinya lupa kepada Allah, seperti kesadaran bahwa semuanya itu datang dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Akibatnya ;
  • Di atas langit ada langit. Artinya si sakti pada akhirnya tidak sakti atau terkalahkan lagi.
  • Banyak musuh, artinya semakin hari semakin banyak yang memusuhinya, dan karena banyak yang memusuhinya, maka ajian atau azimat yang dimilikinya tidak mungkin untuk melawan musuh-musuhnya yang banyak itu, dikarenakan tidak ada ajian atau azimat yang abadi dalam kehidupan ini.
  • Senjata makan tuan, yakni membahayakan diri sendiri atau orang lain, artinya si pemilik sewaktu-waktu juga akan mendapatkan imbasnya. Jika tidak, maka keluarga atau orang sekelilingnya yang menanggung akibatnya. Dikarenakan kesaktian-kesaktian tersebut biasanya datang dari "Jin". Apabila si pemiliknya tidak dapat memenuhi keinginan "jin" penunggu azimat atau "khodam", maka "jin" atau "khodam" tersebut akan marah yang akhirnya akan menimbulkan bahaya.

Seseorang tidak perlu melakukan ritual khusus atau memiliki azimat untuk memperoleh kesaktian. Apalah artinya kesaktian jika tidak membawa keselamatan, dan hal ini merupakan tujuan hidup dari setiap individu manusia.

Orang yang sakti adalah orang yang tidak memiliki musuh dalam kehidupan ini, karena dia bisa menang tanpa perlu perang. Orang yang selalu berbuat baik akan sakti, karena kebaikannya itu dapat mengalahkan orang lain tanpa mengadu otot.

Orang yang pasrah akan menjadi sakti, karena dia akan selalu ditolong oleh Allah. Dan orang yang mempunyai tekad yang kuat maka dia akan sakti, karena dia akan menjadi orang hebat atau mumpuni dalam menghadapi semua permasalahan.

Keadilan merupakan kesaktian yang dapat menundukkan semua kejahatan dengan bersatunya catur murti

Serahkanlah segala urusan kita kepada Allah Tuhan Yang Maha Melihat, Yang Maha Tahu. Hanya Allah yang dapat menyelamatkan, melindungi dan memberikan segala pertolongan diri kita; bukan ajian atau pun azimat yang penuh tipu muslihat. Tekad, pasrah dan doa mendatangkan kesaktian; karena hanya Allah Tuhan Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

Salam,

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus