LEGENDA MITOS TENTANG KUCING DI BEBERAPA NEGARA

http://ejawantahnews.blogspot.com/2014/08/legenda-mitos-tentang-kucing-di-beberapa-negara.htmlLegenda Mitos Tentang Kucing Di Beberapa Negara.-  Hewan yang termasuk jenis mamalia karnivora berkaki empat, dan termasuk salah satu hewan peliharaan terpopuler di dunia yang menjadi hewan pilihan yang sering banyak dipelihara orang.

Muka dan tekstur tubuh serta bulu yang bagus dan unik, merupakan salah satu penyebab hewan ini sangat digemari bagi para pecinta hewan kucing. Namun, di balik keunikan dan kebagusan hewan kucing ini ada beberapa cerita legenda tentang mitos yang beredar luas di tengah-tengah masyarakat di berbagai negara tentang hewan kucing yang bisa kita temukan.

Menelisik cerita tentang legenda tentang kucing dari beberapa daerah negara yang ada di belahan dunia ini akan menjadi sebuah informasi pengetahuan yang positif dimiliki oleh hewan kucing tersebut seperti;

Cerita tentang Kucing dari Arab Saudi.
Di kawasan daerah Arab Saudi terkenal dengan cerita mitos tentang hewan kucing yang masuk ke dalam rumah sering di artikan sebagai sebuah tanda akan ada tamu yang akan datang atau bertamu ke rumah tersebut. Konon cerita ini berasal pada waktu jaman Kenabian Muhammad S.A.W, pada saa Rosulullah S.A.W berkunjung kerumah sahabat Abu Hurairah yang pertama kali menyambut kedatangan Rosulullah S.A.W bukan si pemilik rumah, namun se ekor kucing yang memberikan tanda bahwa akan ada tamu yang akan datang ke rumah tersebut.

Cerita tentang kucing dari Mesir Kuno.
Pada masa Mesir Kuno di kawasan ini hewan kucing di kenal sebagai hewan penjaga makam keluarga pharaoh sebagai wakil kepercayaan dari Oshiris atau dewa yang di Tuhankan. Konon menurut ceritanya hewan kucing inilah yang akan menghakimi orang-orang yang telah meninggal. Namun bila kita mau melihat lebih jauh cerita ini pada awalnya bersumber hewan ini sebagai salah satu hewan penjaga yang meberikan sebuah tanda kepada para prajurit bila ada orang asing yang datang ke daerah makam keluarga pharaoh dan akan membongkar makam untuk mengambil hartakarun di dalam makam tersebut, kucing ini akan bersuara, sehingga prajurit tersebut akan mencari orang yang tidak di kenal yang berada di daerah makam.

Cerita tentang kucing dari Britania Raya.
Di kawasan Brtania Raya ini hewan kucing memiliki sebuah cerita mitos, bahwa bila ada orang yang memilihara atau pun kedatangan seekor kucing maka marahabaya akan melanda dalam kehidupannya. Hal ini di sebabkan dari sebuah cerita pada jaman kepemimpinan Raja Arthur banyak warga sipil dan prajurit yang mengeluh sakit, meninggal serta cerita warganya yang sering makan malamnya dicuri dengan hewan kucing yang menjadi hewan peliharaan putra mahkota, sehingga membuat raja mengambil keputusan untuk membebaskan kucing untuk hidup liar dan mencari makan di luar istana. Sehingga cerita ini berkembang bila ada warga yang kedatangan hewan kucing, maka hidupnya akan terancam.

Cerita tentang kucing dari Yunani kuno.
Konon di kawasan Yunani hewan kucing d yakini sebagai hewan kesayangan para dewa bahkan di dewakan, bahkan seorang filsuf ternama Yunani terkenal bernama Yunani Socrates pernah merayakan hari kucing di salah satu kuil di Athena.

Cerita tentang kucing dari Cina.
Dari cerita negeri tirai bambu Cina hewan kucing ini memiliki beberapa versi yang berkembang, salah satunya adalah sebagai salah satu hewan yang dimuliakan. Konon di daerah China asalnya, dulu terdapat sebuah daerah yang sedang di landa wabah tikus yang menyerang ladang  warga yang pada saat melakukan panen di sana. Dan pada saat terjebit mereka melakukan doa kepada para dewa untuk diberikan petunjuk sebagai penghalau hama tikus tersebut, dan dewa pun memnganjurkan agar warga masayrakat tersebut mencari hewan kucing untuk dapat memangsa tikus di ladang-ladang mereka.

Cerita tentang kucing dari tanah Jawa.
Banyak versi yang berkembang cerita tentang kucing yang berasal dari tanah Jawa Indonesia, salah satu yang dapat dapat dan menarik adalah cerita tentang kucing untuk sebuah pesugihan kekayaan. Konon dari kisah cerita kucing untuk pesuguhan ini sangat di perlukan sebuah bentuk tekstur hewan kucing yang khusus, dari bentuk muka dan warnanya. Jadi tidaklah heran bila kita juga pernah mendangar bahwa hewan ini juga sering digunakan sebagai sarana ritual di beberapa daerah. namun, terlepas dari cerita itu semua kita harus pandai menyikapinya dengan logika keimanan kita kepada Tuhan yang memberikan segala bentuk rejeki dan kehidupan di atas permukaan bumi ini.

Dari banyak versi cerita legenda dan mitos tentang kucing dari beberapa negara yang ada di belahan dunia ini, kucing merupakan hewan yang di ciptakan Tuhan sebagai hewan penyemimbang siklus kehidupan dan tentu saja cerita dari beberapa legenda mitos terseut berkembang dari daya pikir  dan keadaan masayrakat pada masa tersebut.

Dan pada masa modern sekarang ini hewan kucing menjadi salah satu hewan peliharaan yang sangat menyenangkan, untuk menjaga rumah sampai dengan sebagai bentuk hobi teman bermain bagi para pecinta kucing sendiri di rumah dan di setiap kesempatan sebagai hiburan. Dan dia tetap akan menjadi hewan ciptaan Tuhan yang dapat menghibur siapa saja pada saat-saat tertentu diluar dari semua cerita Legenda Mitos Tentang Kucing Di Beberapa Negara.[]





Salam,

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kucing
http://web.budaya-tionghoa.net
http://anak-berdarah-kediri.blogspot.com/2011/02/mitos-mitos-tentang-kucing.html



EKSOTISME DARI SEBUAH GAMELAN

http://ejawantahnews.blogspot.com/2014/04/eksotisme-dari-sebuah-gamelan.html
Gemalan yang merupakan hasil karya tradisi dan budaya asli bangsa Indonesia yang tumbuh dan berkembang sejak lama memiliki sebuah eksotisme  tersendiri dari sebuah nilai seni. Gamelan yang juga merupakan sebuah alat musik tradisional yang selalu disajikan berkelompok dengan alat musik lainnya.

Eksotisme dari gamelan ini bila di mainkan dengan benar akan mengeluarkan sebuah getaran-getaran pada nada dan irama gamelan dengan komposisi tertentu, dan akan menghasilkan getaran-getaran jiwa secara spiritual yang dapat dirasakan bagi yang membunyikan maupun yang mendengarkan bunyi pada nada dan irama gamelan tersebut.

Gamelan juga dapat disajikan berdasarkan nada dan irama tertentu dengan komposisi musik tertentu, baik secara cepat atau pun lambat, keras atau pun lunak. Komposisi musik pada gamelan dengan nada dan irama tertentu biasa di sebut dengan gending., dan dengan gending ini manusia dapat memanfaatkan untuk mengiringi apa pun dan dan dalam suasana apa pun, seperti sedih, haru, agung, khidmat, semangat, bahagian dan lain-lain.

Komposisi gending Jawa yang dapat dipergunakan untuk mengiringi hal-hal itu seperti lancaran, ketawang, ladrang, gending, ayak-ayak, srepeng dan sampak. Getaran-getaran spiritual pada jiwa manusia yang ditimbulkan oleh bunyi musik gamelan sangat tergantung dari pengalaman penghayatan manusia terhadap nada-nada dan irama pada alat-alat musik etnik tersebut.

Menelisik dalam perjalanan keberadaannya gamelan sering di pergunakan sebagai sara komunikasi kepada masayrakat melalui dunia seni tradisi dan budaya tradisonal yang digunakan sejak lama. Dan melalui media alat seni dan tradisional gamelan ini, para seniman dapat menyalurkan bakat mereka dan menggali lebih dalam makna dan pembelajran yang terdapat dalam sebuah alat seni gamelan ini.

Bukan hanya sebagai sarana penyampaian melalui seni. Gamelan ini bila di lestarikan dan di kembangkan melalui sarana pendidikan di sekolah-sekolah, maka ia akan dapat membantu anak-anak bukan hanya mencintai seni tradisi dan budaya bangsa Indonesia, namun lebih dari itu, para generasi muda Indonesia dapat mengisi kegiatan positif setelah jam belajar.

Bila sebuah tradisi dan budaya daerah yang ada di indonesia dapat di angkat dan diperknalkan dengan para generasi muda, akan berdampak positif yang bisa di hasilkan manfaatnya lebih banyak. Mereka bukan hanya dapat menyalurkan bakat seninya, namun lebih dari itu mereka dapat ikut andil melestarikan tradisi kesenian dan budaya bangsa Indoensia yang memiliki nilai seni yang tinggi ini.

Gamelan pun bisa menjadi sebuah sarana pencegahan dari sebuah kejahatan narkoba, karena secara otomatis waku mereka dapat diisi dengan sebuah kegiatan yang positif. Serta akan memicu sebuah pengembangan seni melalui alat seni tradisional ini sebagai kegiatan kampanye pencegahan dan penyalahgunaan narkoba.

Yang menjadi pertanyaan besar bagi kita yang awam mengenai hubungan alat seni tradisional gamelan ini sebagai pencegahan penyalahan narkoba tentu bertanda tanya bukan ? Baiklah mari kita kaji lebih jauh dari manfaatnya.

Pada setiap lantunan bunyi gamelan dengan komposisi gending tertentu, gamelan bagi seseorang dapat dipergunakan sebagai sarana pengembaraan cipta, rasa, dan karsa. Pengalaman seseorang terhadap penghayatan ini memang berbeda-beda. Namun, bagi yang telah mengenal, mengetahui, dan memahami sejak lama tentu akan cepat dalam menghayatinya pada tingkat kesadaran, dimana kita dapat mengalami segala hal termasuk kesadaran dan pemahaman tentang keagungan dan kebesaran Tuhan yang merupakan zat yang paling tinggi yang berada di luar dunia manusia.

Bila kita mau jujur dan melihat lebih jauh, bahwa dari gemelan alat seni tradisional Indonesia ini tentu sudah banyak melahirkan sebuah tembang yang di dalamnya memiliki arti untuk sebuah pembelajaran yang sangat berarti untuk para generasi bangsa ini. Untuk contoh kasus seperti ini kita bisa melihat arti dan makna dari sebuah tembang Macapat yang mengajarkan kita akan sebuah aspek filosofi pesan yang mendalam untuk di kaji dan dipalajari yang terkandung dalam struktur alur dan makna rangkaian tembang tersebut.

Di mana filosofi tembang macapat yang di iringi dengan gamelan tersebut memiliki makna yang menggambarkan siklus kehidupan dari kehidupan manusia dari sebelum lahir, hidup sampai kematian. Dimana rangkaian ini semua memiliki sifat multidimensi yang bisa dipandng dari segala sudut yang menitik beratkan kepada pedoman kehidupan bagi manusia agar hidup secara teratur, berhati-hati atau eling (ingat) dan waspada, tabah menjalani kehidupan di dalam dunia nyata. Pesan yang terpenting di dalam tembang ini adalah di mana kita dalam menjali kehidupan harus tabah dan kuat bila akan tercapai segala cita-citanya. yang dalam istilah jawa disebut tata, titi, dan tutug.

Di titk inilah kita bisa merasakanhubungan antara manusia dan Tuhan melalui sara bunyi musik gamelan secara spiritual dan religius, dan kesan ini tidak dapat dihindari dari kenyataan .Menurut para pelaku seni gamlean yang sudah para sepuh di dalam area Keraton Yogyakarta yang pernah saya temukan mengatakan di dalam bunyi-bunyi gamelan tersebut terdapat "Yang Maha Gaib" yang meberi kesadaran dan pemahaman tentang keindahan dan keagungan Tuhan kepada umat manusia.

Demikian penting dan fungsionalnya bunyi-bunyi dan agung pada nada-nada dan irama gamelan kiranya dapat dipergunakan pada sebagai sarana terapi bagi mereka yang sedang dilanda kemalangan seperti pikiran stres, kecanduan narkoba dan secara umum sebagai pengaplikasian pasca rehabilitasi penangan para pengguna narkoba. yang telah mengalami ketaghan pada candu dan lain-lain.

Melalui pelatihan dan penghayatan lantunan gending-gending dari sebuah gamelan musik tradisonal manusia dapat memujutkan sikap nrima, rila, legawa, dan sabar. Di mana bunyi musik gamelan yang mengandung daya-daya spiritual yang dapat berkembang menjadi sebuah kekuatan spiritual seseorang, sehingga terjalinlah sebuah hubungan komunikasi harmoni antara seorang hamba dengan Tuhan nya.

Bila kita kaji lebih jauh satu persatu dari efek tersebut diatas adalah Nrima yang menerima suatu kejaidan yang menimpa seseorang sebagai kehendak Tuhan; rila  sikap ikhlas dan setia secara tulus di hadapan Tuhan; legawa sikap tulus ikhlas lahir dan batin di hadapan Tuhan; dan sabar sikap longgar hti yang memandang sesuatu sebagai ketentuan yang datangnya dari Tuhan merupakan sikap-sikap yang dapat dibentuk melalui menghayati isi dan makna dari sebuah musik gamelan yang menjadi sebuah alat seni tradisional bangsa Indonesia ini.

Karena di dalam setiap lantunan bunyi gamelan terdapat pengendalian dan pengelolaan terhadap terhadap cepat atau lambat, serta keras lunaknya bunyi, hal ini dapat pula diimplementasikan di dalam olah rasa atau batin.

Menurut informasi yang saya dapatkan dari salah seorang pemain gamelan dari Keraton Yogyakarta mengatakan, "Bahwa penghayatan terhadap lantunan bunyi-bunyi indah dan agung yang ditimbulkan oleh alat musik gamelan merupakan usaha seseorang untuk menjalani laku".

Sedangkan pengertian laku itu sendiri adalah sebuah proses terus-menerus yang dilakukan seseorang untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

Penghayatan terhadap lantunan bunyi indah, agung dan magis pada nada dan irama gamelan bisa dipandang sebagai laku puja dan puji seseorang terhadap Tuhan. Di mana kesadaran dan pemahaman manusia terhadap eksistensi Tuhan dapat berkembang dan dibentuk melalui pengalaman penghayatan ini.

Memang tidak akan pernah sama hasil dari pendengaran seseorang ketika sama-sama mendengarkan musik gamelan ini, palagi di dalamnya terdapat musik talu/patalon atau sebuah rangkaian komposisi gending yang dilantunkan pada awal pertunjukan wayang dengan nada dasar slendro nem dan manyura. Di mana musik-musik ini dapat mengatrkan jiwa dan batin para penontonnya karena di dalamnya terdapat irama yang tadinya mengalun lembut, sedang dan kemudian cepat dan keras.

Inilah yang menjadi sebuah keunikan dari sebuah alat musik gamelan tradisional Indonesia. Di mana dalam sebuah nilai tradisi dan budaya di dalamnya terdapat sebuah pembelajaran yang berfungsi sebagai pesan moral ilmu pengetahuan yang dapat langsung di rasakan bagi setiap insan yang mau mempelajarinya dengan serius.




Salam,







MENGENAL LEBIH DEKAT DENGAN ETNIS BUDAYA BETAWI DARI SEBUAH NAMA


Sebagai masyarakat yang bermukim di Kota Jakarta dan melihat perkembangan masyarakat asli Betawi yang merupakan masyarakat asli Ibu Kota Jakarta tentunya hal ini tidak luput dari perhatian  pemandangan kehidupan keseharian di pusat Ibu Kota Jakarta yang terkenal dengan Ibu Kota yang mempunyai mobilitas tinggi untuk semua kegiatan. Dari kepemerintahan pusat Ibu Kota Negara Indonesia dan pusat aktifitas bisnis yang bergerak cepat.


Dan tidak ada salahnya bila kita mengenal lebih dekat dengan masyarakat penduduk asli Kota Jakarta, yang dikenal dengan sebutan masyarakat Betawi dari sebuah nama. Mencoba untuk mengingat dan menggali kembali pada masa sekolah saat tinggal di daerah Kemayora Jakarta, semua segala aktifitas dan pengalaman kehidupan pertemanan penulis dengan masyarakat seputar pemukiman masyarakat penulis tinggal, hingga sekarang berada di daerah pinggir Kota Jakarta yaitu Cibubur, tidak terlepas dari kehidupan dan tradisi masyarakat Betawi asli.

Di mana daerah sekitaran penulis berada masih terdapat beberapa masyarakat Betawi asli yang bisa penulis kunjungi untuk mencari tahu kahu tentang informasi masyarakat Betawi. Hal ini bertujuan sebagai salah satu upaya untuk memperkenalkan kehidupan masyarakat Betawi kepada dunia luas, dari sudut kacamata penulis secara pribadi.

Dari berbagai macam informasi yang penulis dapatkan, sejarah nama orang Betawi berasal pada zaman sistem pemerintahan Belanda. Dan kenapa disebut dengan panggilan orang Betawi ? karena orang-orang yang tinggal di daerah regentschap Batavia, regentschap Meester Cornelis, dan beberapa district dari regentschap Buitenaorg (Bogor), khususnya yang berada di district Cibinong dan district Parung.

Pada saat ini orang Betawi dikenal sebagai suatu kelompok etnik yang tinggal dan bermukim di wilayah Jadebotabek, yang merupakan singkatan dari Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi. Dari pengalaman pribadi penulis selama ini tinggal di daerah pinggiran Kota Jakarta. Melihat dan mengenal lebih dekat dengan etnis masyarakat Betawi ternyata kita dapat pemebelajaran yang sangat berharga.

Masyarakat Betawi yang juga mempunyai berbagai identitas tersendiri dalam kehidupan kesehariannya, seperti makanan, pakaian, ritual hajatan, sapaan, arsitektur, kesenian, dan bahasanya. Dari semuanya itu merupakan suatu identitas Geo budaya sebagai ciri khas masyarakat Betawi. Walau secara logat bila kita perhatikan dengan teliti terdapat perbedaan varian logat antara masyarakat Betawi Pinggiran dengan masyarakat Betawi Tengahan yang berada di pusat Ibu Kota Jakarta.

Dari hasil pembicaraan santai dengan beberapa tokoh masyarakat Betawi, penulis menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan identitas masyarakat Batawi pinggiran dan Betawi tengah. hal ini dapat dilihat dari sebutan panggilan nama-nama mereka.

Bila masyarakat Betawi tengah lebih identik dengan nama yang menggunakan ciri khas yang dipengaruhi oleh pengaruh ke Islamannya, baik untuk nama anak lelaki atau pun nama perempuannya. Sedangkan untuk Betawi pinggiran atau pun perbatasan ditandai dengan ciri khas perpaduan nama Sunda dan Jawa. namun, nama-nama terseut bukan merupakan nama Sunda dan Jawa. Seperti Mian, Miun, Nimun, Namin, Saodah, Norih dan masih banyak lagi.

Mungkin hal pandangan dan penilaian penulis bisa saja salah dan hanya sebuah alasan yang tidak berlogika, namun bila kita mau jeli sedikit untuk melihat beberapa nama jalan yang terdapat di daerah Kota Jakarta di pusat Kotanya dengan yang berada di pinggiran atau pun perbatasan wilayah Jakarta, maka kita akan mengetahui jawaban ini lebih jelas.

Tentunya pemberian sebuah nama jalan dengan nama seseorang, pemerintah DKI Jakarta mempunyai suatu jawaban atau pun alasan yang kuat untuk menjadi pertimbangannya bukan ? Dengan jawaban satu pertanyaan ini kita akan memiliki suatu pandangan pendapat yang sama.

Semoga ulasan artikel ringan dari sudut pandang pengetahuan dan pengalaman penulis dapat menambah wawasan cakrawala pengetahuan kita bersama. Walaupun kita mengetahui bersama apalah arti dari sebuah nama, bila kita tidak pernah mau menjadi yang berarti dalam kehidupan pribadi yang lebih baik untuk kepentingan bersama. Namun, hal ini akan menjadi lebih penting dan berguna bila sebuah nama merupakan pengejwantahan dari sebuah doa yang terucap berulang kali dari orang lain untuk diri kita.






Salam,

BUDAYA DARI SEBUAH CITRA PARIWISATA KEBUDAYAAN

Kebudayaan mempunyai istilah pengertian segala hasil olah pikir dan olah krida manusia, yang secara normatif dimiliki bersama oleh sebuah satuan sosial yang biasa kita sebut "masyarakat".  Sebagai intensitas yang otonom kebudayaan dalam kehidupan manusia juga memiliki sistem, mekanisme, serta tujuan-tujuan pada dirinya sendiri. Sedangkan kaitannya dengan dunia pariwisata secara normatif hanyalah sebatas unsur-unsurnya tertentu yang dijadikan objek daya tarik wisata, dan ini merupakan salah satu saja dari upaya pemanfaatan kebudayaan.


Kebudayaan yang hidup mempunyai dinamikanya tersendiri, baik dinamika pempertahanan maupun dinamika perubahan. Fungsi utama kebudayaan adalah untuk membuat masyarakat pendukungnya tetap mempunyai rasa persatuan dalam memiliki kebudayaan tersebut sebagai jatidiri. Dalam hal ini perlu segera ditambahkan bahwa sejarah suatu bangsa merupakan bagian dari jati dirinya

Kegiatan pariwisata sendiri merupakan salah satu ungkapan budaya. Mungkin tidak semua kebudayaan memiliki konsep yang sama mengenai kegiatan berwisata. Bahkan mungkin ada yang sama sekali tidak mengenalnya. Pariwisata sebagai upaya yang sengaja dengan bertujuan untuk mendapatkan suau pengalaman khusus di tempat lain, di luar tempat asal para wisatawan, untuk kemudian kembali pulang, dan diatur dalam industri jasa. Hal inilah suatu konsep yang pertama kali muncul dan diperkenalkan oleh masyarakat "Eropa"

Kini pariwisata telah menjadi kegiatan umum yang dikenal dan dijalankan di hampir semua negara yang ada di dunia. Jenis kegiatan itu pun telah berkembang dalam suatu jaringan kerjasama lintas negara, yang tentunya dilandasi rasa saling menguntungkan.

Wisata budaya merupakan jenis kegiatan pariwisata yang objeknya merupakan kebudayaan. Objek-objek wisata budaya dapat terbagi beberapa hal seperti ; kesenian (seni rupa dan segala bentuk seni pertunjukan)l tata busana, boga, upacara adat, demontrasi kekebalan dan komunitas dengan alam gaib, lingkungan binaan, serta keterampilan-keterampilan khusus fungsional seperti membuat alat-alat dan sebagainya.

Objek-objek itu tidak jarang dikemas khusus untuk disajikan bagi para wisatawan, dengan tujuan agar lebih menarik. Namun hal ini memerlukan kehati-hatian lebi besar dalam hal mengemas niatan penyajian-penyajian yang bermakna religi bagi masyarakat pemiliknya.

Satu hal yang perlu kita pahami bersama, bahwa kebudyaan-kebudyaan suku bangsa yang masing-masing tela membangun tradisinya bukanlah kebudayaan yang statis. Dari waktu ke waktu kita dapat melihat daya cipta mencuat di dalam tradisi yang dapat membawakan perluasan khasanah dan bahkan penciptaan hal-hal baru yang sebelumnya belum pernah ada, namun tetap diterima di dalam masyarakat bersangkutan.

Kebudayaan merupakan sebuah rumah, di mana seorang merasa aman di dalamnya, yang dapat dijadikan pandu dalam setiap perjalanan mencari sebuah makna hidup. Dan sebaliknya, ketiadaan orientasi nilai dapat mebuat orang menjadi resah dan memiliki rasa ketidak pedulian terhadap lingkungannya.

Dengan mengenal budaya suatu bangsa, maka kita akan mengenal khasanah tradisi masyarakatnya lebih jauh. Janganlah pernah kita menjelek-jelekan suatu budaya tradisi suatu negara bila kita tidak mengenal dan merasakan sendiri apa maksud dan tujuan dari pada suatu nilai budaya dan tradisi itu sendiri yang akan disampaikannya, karena belum tentu tradisi dan kebudayaan yang kita agung-agungkan merupakan suatu nilai budaya dan tradisi dari masyarakat yang memiliki nilai budipekerti yang luhur. Ikuti perjalanan penulis di suatu daerah dalam rangka perjalanan wisata budaya yang memiliki pesan seni dalam tradisi modern.


Salam,

WAYANG TAVIP MERENTANG JAMAN DALAM MENJAWAB PELUANG KEHIDUPAN


Sudah amat sering kita mendengar dan membicarakan mengenai perkembangan dunia wayang dewasa ini, kususnya dengan menyoroti tantangan-tantangan nyata yang berhubungan dengan berkurangnya dukungan hidup bagi seni wayang, baik dari segi ketersediaan kemampuan dana di dalam masyarakat maupun dari segi minat masyarakat untuk menikmati kesenian wayang, khususnya pada generasi muda saat ini.



Layar Wayang Tavip
Namun, suatu kemajuan terjadi di masa sekarang ini, yaitu banyak didirikannya sekolah lanjut tingkat atas (konservatori) dan perguruan tinggi (akademi, lalu sekolah tinggi) yang membuka jurusan pengkhususan Pendalangan.

Dengan demikian seni wayang atau pendalangan diakui sebagai bidang studi formal, dan dapat menjadi harapan besar untuk dimungkinkannya segala upaya perawatan dan pengembangan seni wayang secara terprogram, dengan bobot pengkajian yang cukup besar sebagai pendukugnya..

Wayang Tavip
Bila di masa lalu peran sponsor dan peningkatan mutu terletak di satu tangan, yaitu Keraton sebagai lembaga, maka kini kita dapati keadaan di mana kedua peranan itu dapat saja berada pada pihak-pihak yang berbeda. tentu hal ini dapat saja suatu lembaga yang berkemampuan menjalankan kedua peran itu sekaligus.

Kalaupun ini terjadi, situasinya tetap berbeda dengan ketika Keraton yang juga dianggap sebagai pusat kosmos, di samping kekuatan sentralnya secara politik masih mengambil peranannya yang seperti dahulu. Disini letak perbedaannya sangat jelas pada ada dan tidaknya keterpusatan dari segala kekuatan itu sendiri.

Relevansi kehidupan seni pewayangan masyarakat Indonesia yang modern sekarang ini pun telah meluas dan berkembang dalam inovasi kreatifitas seninya apabila dibandingkan dengan pada masa lalu, meskipun mungkin intensitas kebermaknaannya yang berkurang sedikit. Dan dalam menjawab tantangan di masa modern ini dunia pewayangan telah melahirkan inovasi baru dengan memperkenalkan seni "Wayang Tavip".

Penulis Di Lokasi
Wayang Tavip sendiri merupakan wayang perwarna yang terbuat dari bahan dasar plastik, dan ini merupakan hasil karya seni wayang pengembangan yang terinovasi dilatar belakangi oleh idiom-idiom seni wayang tradisi. Perpaduan antara teknologi multimedia dan budaya. Seperti kajian yang pernah kita bahas bahwa budaya merupakan citra pariwisata.

Proses pembuatan Wayang Tavip sangat sederhana, yaitu dengan mengunakan plastik yang diberi gambar dan diwarnai dengan spidol, lalu dipotong sesuai dengan bentuknya. Ragam gambar khas anak-anak yang terkait lakon pun penulis dapatkan disini. Dan sebilah kayu kecil menjadi pegangan Wayang Tavip.

Dari hasil pembicaraan penulis dengan beberapa nara sumber dilokasi, kata Wayang Avip ini berasal dari seorang yang memprakasai lahirnya wayang tavip ini, yaitu Nano Riantiarno selaku dosen pembimbing Tugas Akhir Program Penciptaan Seni Pasca Sarjana S2 ISI Surakarta.


Dalang Wayang Tavip
Mengenal dan menikmati seni Wayang Tavip sangat menyenangkan. Hiburan seni Wayang Tavip di mainkan dengan bahan transparan, dengan tata pencahayaan khusus, dan layar khusus. Wayang Tavip mampu mevisualkan bayang-bayang pada layar (kelir) yang wujudnya nampak sangat jelas, baik bentuk warna, motif, ornamen sama seperti aslinya.



Dalang Wayang Tavip
Tentunya hal ini membangkitkan keingin tahuan penulis untuk melihat secara lebih dekat, bagaimana teknik para dalang dalam memainkan Wayang Tavip ini. Ternyata teknik memainkan Wayang Tavip terletak dari jauh dekatnya (besar, kecil) antara wayang dan titik lampu. Oleh karena itu, dalang harus memahami istilah-istilah sedehana video shoting, seperti Teramat Dekat (Extreme Close Up) atau (ECU); Amat Dekat (Very Close Up) atau (VCU), Lebih dekat (Big Close Up) atau (BCU); Sewajah (Close Up) atau (CU), Hampir Sewajah (Medium Close Up) atau (MCU),; Bidikan Sedang (Medium Shot) atau (MS); Bidikan Lutut (Knee Shot) atau (KS), Bidikan Penuh (Full Shot) atau (FS); Bidikan Jauh (Long Shot) atau (LS).

Meramu gerak, lagu dan musik yang dimainkan langsung oleh dalang-dalang muda, pementasan wayang setengah jam tersebut tidak menggunakan dalang tunggal. Seni wayang menjadi suatu permainan bersama yang riuh dan menyenangkan, sekaligus menjadi alat pengantar pesan moral dan pengingat. Dan lebih inovasi lagi pagelaran Wayang Tavip ini menggunakan alat pemutar gambar serta proyekor, sungguh membuat penulis merasa senang dalam melihat hasil karya para sahabat-sahabat dalam memainkan seni wayang secara inovasi.

Dalam benak penulis tersenyum geli dengan menanggapi beberapa tulisan yang selalu mengatakan bahwa tradisional dan budaya merupakan barang langka dan kuno yang selalu ketinggalan jaman. Namun, dengan meilihat secara langsung dan mengenali seni tradisional bangsa Indonesia maka kita akan dapat merasakan atmosfer yang berbeda, dan dapat meghantarakan kita untuk selalu menemukan suatu inovasi baru dalam menjawab tantangan dunia modern ini oleh para seniman Wayang Tavip.



Salam,


GAMELAN KARYA CIPTA INDONESIA SEBAGAI WARISAN ETNOMUSIKOLOGI BUDAYA DUNIA


Musik gamelan memang telah diminati oleh berbagai bangsa di luar bangsa Indoneisa sendiri. Tarikan pesona musik gamelan di kalangan bangsa-bangsa Barat dapat kita runut kembali ke masa penjajahan dahulu, khususnya di awal abad ke - 20 ini, ketika gamelan mulai dijadikan pokok kajian oleh para sarjana-sarjana Belanda, kemudian ketika gamelan secara fisik diperkenalkan di Eropa, baik melalui pergelaran dalam pameran dagang di Paris maupun melalui siaran dan pergelaran di kalangan Ratu Belanda.


Dari berbagai sumber daftar pustaka yang penulis pernah dapatkan keterangannya, bahwa masyarakat "barat" mulai mengenal gamelan sebagai salah satu khasanah budaya yang menarik perhatian dunia, yang dianggap cukup penting untuk dipelajari, dan perangkat instrumennya pun dianggap cukup berarti untuk dijadikan koleksi museum-museum besar di Eropa.

Sedangkan dari perkembangan studi ilmu Etnomusikologi yang penulis dapatkan informasinya dari beberapa rekan yang berada di Amerika Serikat, dimana disana gamelan telah menarik pusat perhatian ilmu yang relatif baru, sehingga perguruan-perguruan tinggi tertentu dalam rangka pengembangana studi etnomusikologi mencantumkan studi teori dan praktek gamelan di dalam kurikulum mereka.

Sudah barang tentu hal ini mengharuskan pula mereka untuk memiliki perangkat-perangkat instrument gamelan. Yang pada gilirannya, pemanfaatan alat gamelan tersebut untuk kalangan yang lebih luas telah mendorong lebih banyak lagi pihak yang tertarik dan merasa perlu memiliki sendiri kelompok-kelompok gamelan di luar kampus-kampus dimana tempat mereka menganyom pendidikan.


Sedangkan untuk sekolah-sekolah di Indonesia yang memiliki perangkat gamelan untuk kegiatan ekstrakurikuler bagi murid-muridnya, hanya baru dapat dimiliki oleh beberapa sekolah swasta. Sangat disayangkan sekolah yang mampu menyediakan fasilitas gamelan baru sedikit. Hal ini berkenaan dengan penyebaran penanaman minat atau pun penyiaran acara gamelan di jalur pendidikan yang bertujuan sebagai penanaman minat untuk peserta didik kepada kesenian tradisional gamelan.


Salam,

KONGKOW-KONGKOW TRADISI LISAN BAWAAN DARI LAHIR

http://ejawantahnews.blogspot.com/2012/09/kongkow-kongkow-tradisi-lisan-bawaan.html
Tradisi lisan dalam masyarakat perkotaan merupakan kegiatan bertutur baik dalam acara khusus, seperti acara hiburan maupun umum, seperti dalam kegiatan sehari-hari. Di masyarakat modern bertutur secara lisan terus bertahan dan dipertahankan. Hal ini terbukti dengan masih banyak dipentaskan dalam bentuk pertunjukkan, parodi dan dagelan yang pada dasarnya bersifat lisan.


http://ejawantahnews.blogspot.com/2012/09/kongkow-kongkow-tradisi-lisan-bawaan.html
kongkow-kongkow
Bahkan di media elektronik bila kita lihat dan dengar seperti TV dan radio memanfaatkan kembali aspek kelisanan sebagai alat untuk menyampaikan informasi dan hiburannya. Bertutur secara lisan memerlukan komunikasi langsung yang sifatnya spontan, ekpresif, variatif, improvisatif, dan dapat berada di mana saja , kapan saja dilakukan, serta dapat ditutur dan didengar oleh siapa saja.

Kata Kongkow-kongkow sebenarnya bentuk lama dari kata "ngerumpi" yang berasal dari bahasa anak-anak remaja sekarang ini.. Kata kongkow-kongkow berasal dari bahasa Cina-Betawi yang kemudian menjadi bahasa Betawi. Kedua kata tersebut boleh dikatakan memiliki pengertian yang sama. Hanya saja pada saat sekarang kata ngerumpi menjadi lebih dikenal dari pada kata kongkow-kongkow.

Dari hasil penelusuran penulis kebeberapa tempat diwilayah Kota Glodok Jakarta, dimana di sana terkenal dengan komunitas warga Cina yang telah menetap di Jakarta sejak lama. Dalam setiap pergaulan penulis selalu mencoba memancing sambil mencari tahu sejarah dari bahasa yang dulu selalu terdengar di waktu usia remaja yang kini telah memudar.

Dulu kongkow-kongkow identik dengan para Babah atau para Encim yang sedang asyik ngobrol membicarakan sesuatu topik resmi atau pun santai. Orang-orang Cina Betawi mempunyai  kebiasaan, sejak sore sampai menjelang malam, mereka duduk-duduk diserambi atau di pelataran rumah sambil mengipas badannya menunggu adem. pada waktu itulah mereka mengobrol dengan kerabat, teman atau tetangga.

Selain itu, kongkow-kongkow juga dilakukan dengan kerabat, teman, atau tetangga. Selain itu, kongkow-kongkow juga dilakukan secara tertutup di suatu tempat yang hanya diketahui oleh orang yang perlu saja. Kongkow-kongkow seperti itu biasanya membicarakan masalah bisnis atau masalah kekerabatan yang penting. Dan masih banyak lagi tempat dan keadaan yang bisa dilakukan untuk kongkow-kongkow.

Itulah sedikit pengetahuan penulis tentang kongkow-kongkow, yang mana kalimat tersebut duulu sangat dikenal ditelinga kita sebagai masyarakat awam. Dan kini kata "kongkow-kongkow" telah pudar hampir tidak terlihat. Ada namun tiada.Bagaimana menurut pendapat sahabat netter tentang kata "kongkow-kongkow" ?




Salam,


KEUNIKAN KEHIDUPAN TRADISI MASYARAKAT ASLI BALI


Kehidupan masyarat asli Bali tercermin dari kehidupan masyarakatnya yang unik dan tidak terlepas dari adat istiadat budaya. Masyarakat yang ramah dengan pola kehidupan yang pluralisme dan tidak terlalu banyak aturan namun penuh kedamaian. Itulah yang membuat penulis tertarik untuk menggali informasi untuk dijadikan bahan tulisan pada blog ini.

Informasi yang penulis dapatkan dari Dayu (panglingan akrab) salah seorang rekan penulis yang berada di Bali, bahwa keunikan masyarakat Bali dapat dilihat dari garis keturunan derajat, yaitu Kasta Brahmana, Kasta Satria, atau Kasta Sudra.




Kasta Brahmana adalah kasta tertinggi untuk masyarakat Bali,  yang termasuk dalam kasta Brahmana ini adalah kelompok para bangsawan, guru, atau pemuka agama yang dikenal dengan sebutan gelar Ida Bagus untuk laki-laki dan Ida Ayu untuk perempuan atau sering disingkat dayu
Kasta Kesatria adalah golongan menengah, kelompok orang yang mempunyai jiwa kepahlawanan seperti para raja, pejabat daerah, dan tentara. Kasta Kesatri ini dikenal dengan sebutan nama gelarnya Cokarda, Anak Agung, Ratu, dan Prebagus untuk laki-laki; sedangkan sebutan untuk perempuan Anak Agung Isti atau Dewa Ayu.
Kasta Sudra yaitu kasta yang paling rendah kelompok orang kebanyakan yang didominasi profesi pengemis, pengangguran, dan karyawan tingkat bawah.

Sebutan kasta, sudah menjadi penting dalam kehidupan masyarakat Bali, hal ini sebagai bentuk kehormatan terhadap kasta yang lebih tinggi. Selain itu kasta di Bali juga mengenal sebutan kekerabatan atau silsilah keluarga. Dan hal ini menjadi penting untuk penghormatan seseorang terhadap yang lainnya atau antara yang lebih muda kepada yang lebih tua.

Sebutan kekerabatan keluarga orang asli Bali juga mempunyai silsilah khas, yaitu silsilah anak pertama selalu dengan sebutan nama keluarga Wayan, Putu, atau Gede, yang kemudian dikuti oleh nama panggilan. Lahir anak kedua selalu diberi sebutan nama keluarga Made atau Kadek. Kelahiran berikutnya anak ketiga diberi sebutan Nyoman atau Komang. Sedangkan kelahiran anak keempat diberi nama Ketut.

Sedangkan bagi masyarakat asli Bali bila anaknya lebih dari empat, untuk anak kelima kembali lagi dari awal dengan penyebutan Wayan atau Putu lagi dan seterusnya berulang-ulang untuk nama berikutnya. Untuk membedakan jenis kelamin dari silsilah ini, sering namanya diawali dengan "I" untuk laki-laki, dan "Ni" untuk perempuan, contohnya "I Wayan". Silsilah ini tidak menjadi aturan untuk pewaris dari keluarga, pewaris akan menjadi hak sepenuhnya laki-laki karena harus menanggung seluruh biaya kegiatan upacara adat leluhurnya.

Bila kita melihat maksud dan tujuan dari penyampaian yang tersirat dalam budaya masyarakat asli Bali, ada pelajaran yang dapat kita ambil didalamnya, yaitu kita harus selalu dapat menghormati kepada yang lebih tua. Dengan kata lain budaya merupakan pembelajaran norma-norma kehidupan yang tidak terlepas dari pada apa yang diajarkan oleh Tuhan kepada kita dalam hidup di alam semesta ini. Ikuti perjalanan pelunis di Tanah Lot Bali.





Salam Wisata,


TIPS MENSIASATI WAKTU LIBURAN KE PULAU DEWATA BALI


Merencanakan liburan adalah suatu hal yang wajib agar kita dapat berlibur dengan optimal di Pulau Dewata Bali. Kita harus mengetahui terlebih dahulu waktu yang tepat untuk berlibur ke Pulau Dewata Bali ini. Berdasarkan pengalaman penulis pada saat meliput dunia Pariwisata di Pulau Dewata Bali, penulis mencoba melakukan catatan tersendiri untuk mesiasati waktu yang tepat untuk melakukan waktu  kunjungan liburan di Pulau Dewata Bali

Pulau Dewata Bali, biasanya ramai dikunjungi pada musim liburan setiap bulan Juni sampai Agustus dan pada setiap akhir tahun, biasanya dimulai pada tanggal sekitar 20 Desember s/d 10 Januari. Karena peride ini bersamaan dengan hari raya Natal, tahun baru, hari liburan, dan terkadang bertepatan dengan hari raya keagamaan yang lain. pada periode ini hampir dipastikan jasa transportasi, hotel, penginapan biasa semuanya full (penuh).

Biasanya untuk berlibur pada bulan Juni s/d Agustus dan Desember s/d Januari, kita harus memesan jauh-jauh hari sebelumnya. Terlebih lagi bila kita akan melakukan perjalanan bersama-sama, dan biasanya harganya cukup mahal. Dan biasanya pada masa periode deperti ini diberlakukan harga umum ditambah 21 % pajak dan pelayanan, serta tambahan musim ramai sebesar harga umumnya. Informasi ini penulis dapatkan dari beberapa informasi di Pulau Dewata Bali dari orang-orang yang melakukan usaha di sana.

Periode waktu ramai di Pulau Dewata Bali yaitu pada bulan Febuari, Maret, April dan September. Biasanya pada bulan-bulan tersebut tidak sampai memberlakukan surcharge high season. tapi biasanya mereka memberlakukan harga publik yang mahal. Jadi bulan-bulan ini sangat perlu diperhatikan dalam pemesanan hotel dan penginapan, restoran, dan tiket pesawat untuk melakukan liburan ke Pulau Dewata Bali.
Waktu yang paling baik berkunjung ke Pulau Dewata Bali adalah waktu di mana kita dapat berwisata dengan biaya relatif murah dan mendapatkan pelayanan yang baik tanpa kehilangan moment unik di Pulau Dewata Bali
Dari pengalaman pribadi penulis dan data yang penulis dapatkan dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali, pada bulan Juli dan September merupakan liburan sekolah. Periode ini wisatawan domestik banyak berlibur ke Blai. Untuk penginapan yang bukan merupakan hotel berbintang, biasanya penuh, sedangkan untuk hotel berbintang dengan rata-rat hunian masih sekitar 80 %.

Jadi kesimpulannya harga untuk liburan pada bulan ini termasuk dalam katagori mahal. Namun, untuk periode ini sangat sulit diprediksi, karena kebijakan pemerintah selalu berubah-ubah, seperti kebijakan waktu libur yang selalu berbenturan dengan waktu adanya Pemilu, Pilkada, dan pengaruh yang lainnya.

Periode bulan diskon besar-besaran di Pulau Dewata Bali biasanya terjadi pada bulan Oktober, November, 1-20 Desember dan 10-31 Januari. karena pada saat-saat tersebut sepi pengunjung di Pulau Dewata Bali. Dan untuk harga penginapan biasanya akan lebih jauh murah dari pada saat periode musim liburan, karena penginapan merupakan barang perishable, yaitu bila tidak ada yang menginap hanya berlalu dan akan meninggalkan biaya saja.

Penulis Bersama Guru SMA Negeri 2 Makale Tana Toraja

Namuan  yang perlu diingat oleh kita, disamping kita perlu berlibur dengan biaya murah, kita perlu juga memperhatikan periode musim cuaca di Indonesia agar liburan kita tidak terganggu dan dapat berjalan dengan aman dan nyaman.

Bila kita ingin melakukan perjalanan ke Pulau Dewata Bali, gunakanlah cara yang paling mudah, yaitu dengan menghubungi Biro Perjalanan Wisata atau biasa kita menyebutnya dengan travel. Kita bisa memesan paket wisata yang kita inginkan, atau pun travel yang dapat memberikan solusi terbaik agar kita dapat menikmati perjalanan wisata kita dan terkesan dalam hati.

Salah satu kenikmatan kita menggunakan jasa travel yaitu dengan sekali bayar di satu tempat, semua sudah diurus oleh pihak travel tersebut. Semua kebutuhan kita selama dalam menjalankan wisata dilayani dengan travel, diantar, dijemput, ditemani, karena pihak travel yang menjadi penyelenggaranya.

Bila kita menggunakan pihak travel, gunakanlah travel yang bertanggung jawab atas segala pelayanan selama  perjalan wisata kita. Biasanya travel juga memberikan segala kemudahan, seperti tempat one stop shopping tourism, dan pilihlah travel yang memilki tenaga yang berpengalaman di bidang penyelenggaraan transportasi, hotel / penginapan, restoran, hiburan, atraksi minat khusus, tours, pemandu wisata yang memiliki pengetahuan luas.

Namun, bila anda ingin melakukan perjalanan ke Bali tanpa menggunakan jasa travel juga tidak apa, anda bisa mengikuti informasi dari website blog Ejawantah Wisata, di mana anda akan mendapatkan banyak informasi pengetahuan tentang Wisata Bali. Dari mendapatkan informasi Rental Mobil Di Bali dan Hotel Murah Di Bali, secara mudah cepat dan tepat.

Tips Mensiasati waktu Liburan Ke Pulau Bali ini penulis sususn berdasarkan pengalaman pribadi, dan informasi penerangan kantor Dinas Pariwisata Kebudayaan Dan Kebudaya Propinsi Bali

Semoga pengalaman penulis dari setiap perjalanan wisata ke Pulau Dewata Bali dapat memberikan solusi yang terbaik mengenai waktu berkunjung yang tepat ke Pulau Dewata Bali. Kesimpulannya adalah, waktu yang paling baik berkunjung ke Pulau Dewata Bali adalah waktu di mana kita dapat berwisata dengan biaya relatif murah dan mendapatkan pelayanan yang baik tanpa kehilangan moment unik di Pulau Dewata Bali.



Salam,


TOPENG MONYET KESEDERHANAAN DALAM TRADISIONAL


Topeng monyet merupakan hiburan sirkus masyarakat. Pertunjukan ini selalu  dimainkan dengan beberapa jenis binatang, yaitu : monyet, anjing dan ular. Pertunjukan topeng monyet merupakan hiburan sirkus keliling yang sering ditawarkan oleh para team pelatih binatang dengan membawa perlatan permainannya dan hewan yang akan di pertontonkannya.


Photo by Indra Kusuma
Dalam era modern sekarang ini. Pertunjukkan topeng monyet ala tradisional pun sudah mulai terkikis atau pun ditinggalkan, dengan hadirnya para penyaji pertunjukkan topeng monyet dengan menggunakan alat musik organ, maka semakin berkuranglah para penyaji pertunjukan topeng monyet gaya tradisional. Lihatlah salah satu atraksi pertunjukan monyet yang sedang memikul sambil bergaya di depan kamera penulis. (Photo Kiri).

Topeng monyet yang menjadi penghibur masyarakat untuk yang tersaji dalam suatu konsep pertunjukan sederhana, sekarang ini merupakan suatu pemandangan yang sangat langka di tengah-tengah kehidupan kita. Namun sekarang ini kita hanya dapat menemukan sajian topeng monyet di tempat objek wisata yang mau menampung segala aktifitas mereka, dan ikut mempertahankan kelestarian pertunjukan tradisional ini.


Salam,


UDJO NGALAGENA SANG MAESTRO ANGKLUNG SENI TRADISIONAL INDONESIA


Udjo Ngaladena lahir 5 maret 1929 - meninggal 3 Mei 2001 pada usia 72 tahun. Udjo Ngaladena merupakan salah seorang seniman musik angklung, beliau bersama istrinya bernama Uum Sumiarti (panggilan akrabnya) mendirikan Saung Angklung Udjo pada tahun 1966 hingga sekarang yang merupakan sanggar seni sebagai tempat pertunjukkan seni, laboraturium, pendidikan sekaligus sebagai objek wisata budaya khas daerah Jawa Barat dengan menghandalkan semangat gotong royong antara sesama warga desa.

Cita-citanya untuk dapat mewujudkan pesan dari Bapak Angklung Dunia yaitu Daeng Soetigna (alm), untuk dapat mmemperkenalkan ANGKLUNG ke semua orang di seluruh dunia, agar dikenal dimana-mana. Dengan gagasan inilah Udjo Ngaladena melalui penampilan kesenian musik ANGKLUNG dapat membantu mendorong terciptanya perdamaian di dunia yang kita cintai ini.


Pada saat penulis hadir dalam acara di Saung Angklung Udjo dalam acara Wisata Budaya 2012. Sungguh luar bioasa kecintaan (alm) Udjo Ngaladena dalam memperjuangkan untuk memperkenalkan alat musik seni tradisional. Hingga pada tahun 2010 UNESCO sebagai Badan dunia yang membawahi salah satunya mengenai kesenian tradisional, memberikan penghargaan dan pengakuannya, bahwa angklung merupakan salah satu alat musik tradisional dari Indonesia.

Foto Penulis bersama MC
Angklung tidak hanya dipakai hiasan, namun dapat untuk memainkan lagu-lagu sederhana. Pertunjukan yang disajikan para anak didik di Saung Angklung Udjo dapat membuat para wisatawan yang hadir terpesona dengan penampilan mereka, sekaligus para wisatawan dapat belajar menggunakan aklung untuk dimainkan bersama-sama. Sebuah lagu anak-anak yang cukup populer di banyak negara, termasuk di Indonesia. penontonton pun ikut diajak bernyanyi bersama.

Foto by : Indra Kusuma

Dengan angklung Pa Daeng yang disebut juga angklung Do - Re - Mi, angklung dengan laras nada diatonis yang diciptakan oleh Bapak Daeng Sotigna (Alm) pada tahun 1938, angklung bukan hanya dapat digunakan untuk membawakan lagu-lagu daerah, namun juga lagu-lagu nasional dan internasional. Para wisatawan yang menyaksikan pertunjukkan tersebut juga diajarkan dalam bermain angklung. Foto disamping sebelah kiri merupakan beberpa cuplikan pada saat para wistawan menadapatkan instruktur bermain angklung bersama.
Foto by : Indra Kusuma
Sekarang angklung sering dimainkan sebuah penampilan seni orkestra, dan sering dikombinasikan dengan permainan alat musik seperti gitar, perkusi dll. Angklung dapat juga memainkan hampir semua jenis lagu, klasik, kontemporer, pop serta mengiringi vokal.Keistimewaan angklung adalah sebagai alat musik yang sangat menarik dibawakan secara massal, karean permainan angklung yang baik akan tercipta bila di antara pemainnya terdapat kekompakan. Dan di Saung Angklung Udjo kita akan mendapatkan tekhnik cara bermain angklung dengan langsung mempraktekkan dalam permainan dalam membawakan beberapa lagu dengan sedikit orang.

Foto by : Indra Kusuma
Pada akhir acara, para pemirsa yang membawa anak-anaknya dapat terlibat dalam permainan seni tradisional yang langsung ditemani dan diarahkan oleh para anak asuh di Saung Angklung Udjo dalam permainan ini. Suasana menjadi tambah meriah dengan melibatkkan para penonton untuk turut serta mengisi acara ini. Lihatlah suasana di sana dalam foto sebelah kiri ini.
Foto by : Indra Kusuma

Walau pun kini Mang Udjo telah tiada, namun hasil dari suatu ide gagasannya yang dimulai dari langkah sederhana, kini banyak telah melahirkan para seniman-sniman angklung dengan peningkatan perekonomian di daerahnya bahkan di negeri Indonesia, sebagai objek wisata budaya. Mungkin hal ini dari penduduk Indonesia belum banyak mengetahui tentang hal ini. Namun hasil kerja Mang Udjo kini telah terkenal oelh masyarkat Internasional. hasil karya anak-anak didiknya dan masyarakat setempat sudah banyak singgah di negeri Jepang, Korea, Inggris, Belanda, Amerika, Perancis dll.

Dan tentunya masih banyak potensi masyarakat Indonesia yang masih belum bermunculan dan dikenal dengan dunia internasional.Semoga mereka dapat bertahan dalam suatu komitment sederhana untuk kesenian tradisional, karena tradisional itu bukanlah suatu hal yang kuno dan tertinggal jaman; namun dengan tradisional dapat mengimbangi kemajuan jaman dan hidup selaras beriringan dengan menghasilkan suatu karya yang lebih sempurna dalam kesenian yang unik.

Ini merupakan suatu apresiasi dari penulis untuk sebuah hasil karya (alm) Mang Udjo beserta keluarga besarnya dan juga masyarakat setempat sebagai bentuk rasa hormat kami, untuk para pejuang seni budaya Indonesia yang terus bergerak memperkenalkan hasil karya seni tradisional di mata Internasional.


Salam,


BATIK INDONESIA, SATU BATIK JUTAAN JARI


Batik Indonesia merupakan salah satu kekayaan seni budaya bangsa Indonesia yang telah mendapat pengakuan masayarakat Internasional. Batik Indonesia yang memilki berbagai macam ragam bentuk dan ciri khas yang berasal dari setiap daerah yang berada di Indonesia, dengan motif-motif tersendiri.

Awal tahun 2012 ini, suatu gerakan pendidikan untuk memperkenalkan batik Indonesia diselenggarakan dan mendapat perhatian dan dukungan masyarakat. Acara ini diselenggarakan di salah satu pusat perbelanjaan di wilayah Cibubur Jakarta Timur.

Pengenalan dunia pembuatan batik kepada anak usia sekolah dasar, sengaja diselenggarakan sebagai bentuk aksi pembelajaran agar seni budaya batik Indonesia dapat dikenal dikalangan dunia anak. Cinta akan produk dalam negeri  dengan hasil karya seninya merupakan suatu langkah nyata untuk menciptakan masa depan batik Indonesia lebih dicintai oleh bangsanya sendiri.
Foto by : Indra

Dengan rasa bangga semua peserta yang terlibat dalam acara ini dapat belajar membuat batik secara langsung. Tentunya hal ini tidak terlepas dari peran serta dan kerja keras bagi para panitia pelaksananya dalam mewujudakn acra ini terselenggara dengan baik.

Foto by : Indra
Diselah penyelenggaraan acara ini pun, para peserta kedatangan tamu dari teman-teman Tran TV yang membawa tokoh anak dalam acara Laptop si Unyil. Hal ini menambah semangat para peserta untuk mengikuti acara ini. Mereka dapat langsung berkenalan dengan tokoh-tokoh yang berada di balik layar film acara Laptop si Unyil. Kita jadi tahu deh.... siapa-siapa yang ada di balik layar tokoh-tokoh tersebut ? Ini dia orang-orangnya yang berada di foto sebelah kiri kita.

Foto by : Indra
Tentunya kita juga ingin melihat para peserta yang sudah dapat menghasilkan karya dengan memberanikan diri untuk belajar membatik dalam acara ini. Siapa saja mereka ?.... kita dapat melihat melalui foto di sebelah kanan kita. Bagus-bagus bukan hasil karya mereka ?

Foto by : Indra

Dibalik kesuksessan acara ini ternyata ada sentuhan tangan trampil yang mengajarakan peserta untuk membuat batik, yaitu Ibu Ratna B. Prijadi yang memiliki produksi rumah batik di kawasan Bogor, Jawa Barat. Jadi bagi rekan-rekan netter yang berada sekitaran bogor tidak usah bingung lagi mencari batik tulis. Kita juga dapat hadir di rumah blognya di sini.
Foto by : Indra

Disajikan untuk dapat ikut serta dalam hal melestarikan peran serta memperkenalkan dan melestarikan seni budaya bangsa Indonesia dalam hal membatik. Semoga batik Indonesia selalu dicintai masyarakatnya, dan khususnya bangsanya sendiri sebagai ciri khas seni tradisional yang dapat dilestarikan dan dibanggakan dunia Internasional.




Salam,


TARI BARONG BALI KEINDAHAN SENI BUDAYA TRADISIONAL INDONESIA

http://ejawantahnews.blogspot.com/2012/01/tari-barong-bali-keindahan-seni-budaya.html
Tari Barong adalah pertunjukan seni tari tradisional Indonesia paling populer yang banyak diminati oleh para wisatawan di Bali. Tari barong merupakan peninggalan kebudayaan pra Hindu. Tari barong dipentaskan dan diusung oleh dua orang penari, satu penari berada dibagian kepala dan yang lainnya di bagian pantat atau ekornya.

Barong yang berbentuk binatang mytologi ini banyak sekali macamnya yang dapat kita temui yang berbentuk kepalanya seperti singa, harimau, babi hutan jantan (bangkal), gajah, lembu atau keket. Keket oleh orang Bali dianggap sebagai raja hutan yang disebut dengan nama Banaspati Raja.

http://ejawantahnews.blogspot.com/2012/01/tari-barong-bali-keindahan-seni-budaya.html
Foto by : Indra
Barong yang berati binatang beruang, yang berasal kata dari bahruang, merupakan seekor binatang mytologi yang memiliki kekuatan gaib, dan ini dianggap sebagai binatang pelindung. Di Bali pada kenyataannya barong bukan hanya diwujudkan dalam binatang berkaki empat, akan tetapi ada pula yang berkaki dua.







Jenis-Jenis Tari Barong Bali yaitu :

  1. Tari Barong Ket (ketet) adalah barong yang paling banyak terdapat di Bali dan yang paling banyak dipentaskan serta memilki jenis perbendaharaan tarian yang lengkap. Barong Ket (ketet) merupakan perpaduan antara singa, macan, sapi atau bona.  Barong Ket (ketet) memilki badan yang dihiasi dengan ukir ukiran yang terbuat dari kulit, ditempeli kaca dan bulunya terbuat dari braksok, ijuk atau dari bulu burung gagak. Barong Ket (keket) dibawakan oleh dua orang penari yang dinamakan juru saluk atau  pun juru bapang. Barong ket (keket) selalu memilki tema dasar dalam lakon-lakon seni pertunjukan Bali yaitu melukiskan tentang pertarungan kebajikan (dharma) dan keburukan (adharma).Tari barong Ket (ketet) diiringi dengan gamelan Bebarongan yang berlaras pelok, dan di beberapa tempat pertunjukan seni tari barong ada juga yang diiringi dengan gamelan Semar Pegulingan. 
  2. Tari Barong bangkal yang berarti barong babi besar yang berumur tua, barong ini menyerupai eekor bangkal biasa disebut barong celeng atau pun barong bakung. Tari Brong bangkal selalu diiringi oleh gamelan batel, dalam pementasannya sangat jarang disertai suatu lakon dan biasanya cara pementasannya berpindah-pindah tempat dari satu tempat ketempat yang lain, ada juga yang diusung keliling.
  3. Tari Barong Asu yang berarti barong yang menyerupai anjing, terutama pada topengnya. Tari Barong Asu sangat dikeramatkan, terutama di daerah Pura Puncak Dawa, Baturiti, Tabanan, Bali.
  4. Tari Barong Gajah yang berarti barong yang menyerupai gajah. Tari Barong Gajah sangat dikeramatkan, terutama di daerah Desa Singapadu, Bali.
  5. Tari Barong Macan yang berarti yang menyerupai seekor macan. Tari Barong Macan dalam pementasannya dibawakan oleh dua orang penari dan ada pula yang dilengkapi dengan suatu dramatari semacam Arja. Tari Barong Macan selalu diiringi dengan gamelan batel.
  6. Tari Barong Landung adalah barong yang berwujud manusia purba berkaki dua. Pada umumnya barong landung dibuat berpasangan, yang terdiri dari ratu lanang (barong landung laki) dan Ratu Luh (barong landug perempuan). Barong Landung berbentuk besar dan tinggi, sama seperti ondel-ondel bila di Jakarta. Dalam pengambarannya tokoh Ratu Lanang wajahnya sangat menakutkan, bermuka hitam dengan giginya mencolot keluar; sedangkan Ratu Luh, berupa perempuan tua seerti perempuan Cina. Dalam pementasan barong Landung yang dilengkapi dengan seperti Mantri, Baluh, Limbur  dan lainnya selalu mengambil lokon Arja (terutama di daerah Badung) dan diiringi dengan gamelan batel. Barong Landung banyak terdapat di daerah Tabanan dan biasanya dipertontonkan pada acara ngaben (pembakaran jenasah)
  7. Tari Barong Blasblasan atau juga disebut dengan nama lain Barong Kedingkling. Barong Blasblasan  adalah suatu bentuk pementasan yang dilakukan secara ngelawang, penari hanya mengunakan topeng topeng wayang wong (orang) dengan lakon cerita cuplikan-cuplikan dari cerita Ramayana yang pada umumnya merupakan adegan peperangan. Tari Barong Blasblasan banyak dipentaskan pada Hari Raya Galungan maupun Kuningan, dan biasanya yang membawakannya sebagai penarinya adalah anak-anak. Tari Barong Blasblasan diiringi dengan gamelan batel, dan ada juga yang mengiringinya dengan gamelan bebarongan (gamelan batel yang dilengkapi dengan reyong).
  8. Tari Barong Brutuk yaitu tari barong yang berasal dari Desa Truyan, Bali (sebuah desa kecil yang terdapat dipinggir sebelah timur dari Danau Batur).


http://ejawantahnews.blogspot.com/2012/01/tari-barong-bali-keindahan-seni-budaya.html
Foto by : Indra
Dalam menikmati sajian pertunjukan seni tari barong, kita sebagai pengunjung dapat terhibur dengan lakon-lakon yang di mainkannya (khusus pertunjukan barong Ket atau Ketet). Kita tidak akan pernah bosan menyaksikan pegelaran seni tari barong ini, karena selain ceritanya yang menarik dan bagus,  juga sarat akan dengan pertunjukan humor yang penuh canda tawa. Kita juga dapat melihat langsung dalam pagelaran tari barong juga terdapat kesan mistisnya (seperti debus kalau di Banten).


http://ejawantahnews.blogspot.com/2012/01/tari-barong-bali-keindahan-seni-budaya.html
Foto by : Indra
Dalam pengalaman perjalanan penulis di pulau Dewata saat mengikuti program pembuatan video multimedia di bidang pariwisata pada acara Wisata Budaya, penulis menyempatkan diri untuk membuat suatu liputan khusus untuk memperkenalkan seni budaya bangsa Indonesia yang banyak aneka ragamnya yang menjadi suatu daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Hal ini sebagai bukti nyata keseriusan Pemerintah Daerah Bali melalui hubungan kemitraan  dengan beberapa biro perjalanan wisata sebagai mitra usaha untuk dapat mengenalkan potensi budaya bangsa Indonesia di masyarakat Internasional.


http://ejawantahnews.blogspot.com/2012/01/tari-barong-bali-keindahan-seni-budaya.html
Foto by : Indra
Para penonton dapat terkesimak dan terhanyut dalam suatu lakon cerita yang dibawakan oleh para seniman di atas panggung pada saat mengikuti pertunjukan seni tari barong. Walaupun para wisatawan hampir rata-rata tidak mengerti bahasa yang disampaikan dalam dialognya, namun mereka dapat terhanyut dalam seni tari dan gerak yang dimainkan oleh para seniman tersebut. Lihatlah ekspresi wajah para penonton hasil bidikan foto penulis di sebelah kanan.



Wisata Budaya Indonesia sangat banyak macam ragamnya. Semoga tulisan ini dapat menjadi sebuah refrensi untuk kita lebih banyak mengenal tentang budaya bangsa Indonesia yang beranekaragam. Disajikan untuk sebagai bentuk apresiasi penulis bagi para pelaku pecinta seni tradisional Indonesia yang terus melestarikan budaya daerah bangsa Indonesia dan masyarakat Indonesia. Setlah kita mengikuti perjalanan wisata di daerah Bali,




Salam,


TEMBANG MACAPAT WARISAN LUHUR BUDAYA BANGSA INDONESIA

Tembang macapat adalah tembang Jawa dan merupakan salah satu warisan nilai luhur budaya Jawa. Tembang macapat pertama kali muncul pada awal jaman para Wali Songo. Tembang macapat selalu dipergunakan oleh para Wali dalam melakukan dakwah dan memperkenalkan Islam di wilayah Jawa melalui budaya masyarakat Jawa.

Bagi masyarakat Yogyakarta, tembang macapat sudah menjadi bagian dari irama kehidupan Keraton Yogyakarta sejak jaman kerajaan Demak.Tembang macapat selalu diperdengarkan di Komplek Keraton Yogyakarta sebagai bagian dari pengajaran Islam, karena pada hari Jum'at gamelan tidak boleh dibunyikan di dalam Komplek Keraton Yogyakarta, maka sebagai gantinya tembang macapatlah yang dikumandangkan di dalam Komplek Keraton Yogyakarta.

Suara merdu terdengar dalam melantunkan tembang macapat yang terdengar ditelinga penulis pada saat melakukan kunjungan di dalam Komplek Keraton Yogyakarta, membuat suasana bertambah terasa eksotis dan bernuansa religius. Suara merdu terdengar ditelinga penulis yang berasal dari salah satu sudut Keraton Yogyakarta.

Lantunan yang disampaikan dan disenandungkang dalam tembang macapat berisikan sajak-sajak berirama, yang didalamnya tersirat nasihat, larangan, doa, maupun kisah sejarah Keraton Yogyakarta. Pelantun tembang macapat di Keraton Yogyakarta mayoritas sudah berusia lanjut, namun mereka terlihat bersemangat dalam melantunkan tembang-tembang macapat. mereka berlatih di salah satu bangunan Komplek Keraton Yogyakarta yang berada di depan Museum Kereta (agak ke selatan).

Penulis berharap dengan kayanya objek warisan budaya bangsa Indonesia dapat terus dilestarikan oleh pemerintah daerah beserta masyarakatnya, agar kita tidak dapat kehilangan salah satu budaya bangsa kita sendiri. Dan semakin banyak masyarakat dan generasi muda mempelajari tentang nilai luhur budayanya, dan turut serta melestarikan tambang macapat sebagai warisan luhur bangsa Indonesia.


Salam,

MITOS

http://ejawantahnews.blogspot.com/2011/12/mitos.htmlMitos dalam bahasa latin berarti sesuatu yang digunakan untuk mewadahi pengertian suatu hal yang tidak masuk logika. Hal-hal yang dimaksud masih dalam lingkup sesuatu yang tidak masuk akal tetapi dipercaya, dengan cepat orang selalu menyimpulkan bahwa mitos suatu kepercayaan.

Mitos juga ditafsirkan sebagai hal yang buruk, hal ini terjadi karena studi terhadap mitos didahului oleh sesuatu yang berprasangka buruk atau penilaian negatif. Bila kita mau mempelajari mitos tanpa harus berprasangka buruk, maka kita akan lebih banyak mengetahui tentang makna yang akan disampaikannya.

Penulis ingin mengajak para pembaca Ejawantah's Blog untuk melihat lebih luas lagi dalam kajian makna dibalik kata mitos dari beberapa sumber yang berhubungan dengan hal mitos.

Mitos sebagai pokok persoalan telah banyak menarik perhatian budaya Eropa dan Amerika sejak abad 19 hingga sekarang. Baik itu kalangan antropolog, spikolog, filosof, budayawan, penyair dan lainnya, mereka telah mencoba memahami mitos secara lebih baik.

Pada abad 21 ini cukup banyak para akhli yang mencoba menampilkan uraian mitos, mereka diantaranya R. Gostesky dengan karya tulisan dalm bukunya "The Nature of Myth Society" pada halaman 530 ia mengatakan, "Bahwa setiap kebudayaan pasti memilki mitos. Dan masyarakat bukannya tidak mampu membedakan antara yang benar dengan yang palsu, melainkan karena tersimpannya suatu kekuatan pada mitos itu sendiri". R. Gostesky juga menjelaskan, "Bahwa mitos banyak membantu kelancaran institusi".

Senator Amerika J. William Fulbright dengan karya bukunya "Old Myths and New Realities" mengatakan, "Masyarakat baik yang masih primitif atau pun modern tidak hanya memiliki mitos, melainkan hidup dengan mitos, kecendrungan dengan hal tersebut pada sifat-sifat alami manusia untuk mempercayai mitos sebagai sesuatu yang benar, terkadang hal tersebut dianggap lebih berharga dari aspek kehidupan nyata sehari-hari".

Guru besar Universitas Inhsbruck bernama Gregor Sebba menulis dalam bukunya berdasarkan penelitiannya tentang simbol dan mitos di tengah-tengah masyarakat modern. Dalam bukunya yang berjudul "Symbol and Myth in Modern Retionallictic Societies" mengemukakan pandangannya yang membantah bahwa mitos adalah kepercayaan yang palsu. Walaupun dikatakan palsu, mitos sering pula berfungsi dalam kehidupan masyarakat modern.

Ke tiga pakar tersebut diatas dalam memberikan pendapatnya tentang mitos melalui karya bukunya, penulis berpendapat apa yang mereka lakukan pada saat menulis dan menganalisa mengenai mitos berdasarkan :
  1. Dalam kehidupan mereka terdapat mitos yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.
  2. Kemungkinan diri mereka pernah mengalami mitos dalam kehidupannya.
  3. Mereka percaya akan benaran suatu mitos, yang merupakan suatu kepercayaan yang tidak masuk akal.

Masyarakat modern dewasa ini memilki sikap dan tindakannya sebagaian besar dijiwai oleh kerasionalan dan tehnologi modern, tidak ada suatu pun yang tidak di kaji dengan analisis, perencanaan pengawasan tehnologi. karena itu sulit memang untuk meyakinkan akan adanya kekuatan mitos.

Demikianlah studi serta pandangan yang telah dilemparkan di tengah-tengah masyarakat yang dapat penulis ketahui. Dan hal ini tidak menutup kemungkinan masih ratusan bahkan ribuan tulisan yang masih atau akan menguraikan sebuah makna dibalik kata mitos.

Mengingat pandangan dunia modern sekarang ini muncul dengan rasa rasionalis serta penggarapannya berdasarkan prosedur ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan, maka ada baiknya bagi kita semua untuk tidak terburu-buru mendakwahkan mitos sebagai sesuatu yang tidak tidak masuk akal dan harus dijauhi.

Secara rasionalisasi mungkin kita menolak kebenaran mitos, dan selalu menghubungkan efek dari mitos itu sendiri hanya kebetulan belaka. yang menjadi pertanyaan diri kita, "Mengapa bila hal ini menjadi suatu kebetulan belaka, hal tersebut bisa terjadi berulang-ulang dan sama persis ?"

Diakui atau tidak, mitos secara langsung mendasari berbagai tindakan prilaku dan cara berpikir kita yang sering kita sadari.  Hal ini disebabkan kita lupa, bahwa sesuatu hal yang terjadi secara "kebetulan" merupakan hukum Tuhan yang diberlakukanNya dalam kehidupan. Dan hal inilah yang tidak bisa dikatakan tidak masuk akal. Karena Tuhan sudah memberitahukan kepada kita melalui kitab suciNya. Dan hal ini hanya dapat diterima hanya dengan logika keimanan.

Mitos adalah suatu kepercayaan. Dan kepercayaan seperti itu tidak memaksa. namun mitos jauh berbeda dengan agama yang memilki landasan dasar yang kuat.

Penulis menyarankan agar kita tidak perlu meyakini mitos. karena hal tersebut akan mendekatkan pada perbuatan syirik (menduakan Tuhan). Ada baiknya bila kita cukup percaya dan menghormati tanpa harus meyakini. Agar diri kita tidak terjerat dalam permainan mitos.

Sejatinya mitos bersumber pada kepercayaan pribadi. Semakin kuat kepercayaan disertai keyakinan yang kuat; maka, semakin kuat pula kebenaran yang akan terjadi. Sesuatu yang dimulai dengan kesalahan selalu berakhir dengan keharusan untuk memperbaiki diri.

Jadikanlah mitos sebagai penghormatan rasa kepedulian, bukan sebagai suatu kepercayaan yang harus diyakini. dengan bersikap seperti itu maka, kepedulian kita merupakan kompromi dari persetujuan bersama untuk tidak saling menyakiti. Karena kepedulian yang terindah dalam hidup adalah kehati-hatian sikap kita untuk tidak melukai perasaan orang lain yang mempercayai dan meyakini tentang Mitos.



Salam,


Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus