Berbagai Macam Kegiatan Lomba HUT RI Ke-69

http://ejawantahnews.blogspot.com/2014/08/berbagai-macam-kegiatan-lomba-hut-ri-ke-69.htmlBerbagai Macam Kegiatan Lomba Hut RI Ke-69. Setelah upacara detik-detik peringatan kemerdekaan Indonesia warga berkumpul di sebuah lokasi yang telah ditentukan oleh pihak penyelenggara kegiatan lomba dalam memeriahkan acara HUT RI Ke-69.

Kesan familier dan ramai dari seluruh masyarakat yang berada di daerah Cibubur, Jakarta Timur. Tua, muda, remaja, dan anak-anak semua ikut bersyukur dan merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia tanpa memandang status ekonomi dan pendidikan.

Berbagai macam kegiatan lomba digelar dengan sebuah tujuan membangkitkan rasa kebersamaan warga di lingkungan kami tinggal. Dari lomba yang merangsang daya kreatifitas hingga daya juang yang menanamkan jiwa patriotisme dan kebersamaan.

http://ejawantahnews.blogspot.com/2014/08/berbagai-macam-kegiatan-lomba-hut-ri-ke-69.html

Kegiatan lomba Hut RI Ke-69 ini meliputi lomba mengambil bendera dan memindahkannya dari satu botol ke botol kosong yang lain. Melalui lomba mengambil bendera ini peserta di harapkan memiliki nilai juang dan semangat yang tinggi dalam berjuang untuk mencapai sebuah cita-cita dan harapan mereka kelak.
http://ejawantahnews.blogspot.com/2014/08/berbagai-macam-kegiatan-lomba-hut-ri-ke-69.html

Selanjutnya kegiatan ini juga menyelenggarakan permainan membawa kelereng di dengan sendok. Permainan lomba HUT RI Ke-69 membawa keleng dengan sendok ini bertujuan, mengajak peserta lebih dapat berkonsentrasi mengatur keseimbangan dalam berjalan, hal ini juga dapat melatih kesabaran dan kejernihan berpikir dalam bertindak nantinya untuk menggapai cita-citanya.

http://ejawantahnews.blogspot.com/2014/08/berbagai-macam-kegiatan-lomba-hut-ri-ke-69.html

Kegiatan lomba membawa kelereng di atas sendok ini pun di bagi beberapa kriteria, untuk anak-anak di bawah umur 6 tahun mereka membawa kelereng di atas sendok dengan menggunakan tangan, sedangkan yang  di atas 6 tahun, dengan menggunakan mulut, jadi tingkat kesulitan dalam mengatur keseimbangannya di sesuaikan dengan usia dan kemampuan mereka.

http://ejawantahnews.blogspot.com/2014/08/berbagai-macam-kegiatan-lomba-hut-ri-ke-69.html

Seperti yang terlihat di gambar atas, sebagai tambahan infomrasi untuk anak usia di atas 6 tahun, posisi sendok di jepit oleh mulut, lalu diatas sendok diletakkan sebuah kelereng atau gundu. Bila semua sudah dalam posisi yang benar, baru peserta berjalan bersama-sama menuju ke tempat yang telah ditentukan oleh panitia dengan berjalan. Bila kelereng jatuh sampai dengan 3 kali, maka peserta dianggap gugur atau kalah. Kondisi jalan peserta lomba kelereng HUT RI Ke-69 bisa kita lihat pada gambar photo di bawah.

http://ejawantahnews.blogspot.com/2014/08/berbagai-macam-kegiatan-lomba-hut-ri-ke-69.html


Lanjut.......
Dalam menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-69 ini pun, lomba makan kerupuk yang menjadi makanan khas masyarakat Indonesia secara mayoritas tidak ketinggalan di selengarakan di lingkungan kami. Sebuah kerupuk yang di ikat dengan tali dan digantungkan di sebuah kayu atau bambu, harus di di makan dan habiskan peserta lomba, namun makannya tidak boleh menggunakan tangan.

http://ejawantahnews.blogspot.com/2014/08/berbagai-macam-kegiatan-lomba-hut-ri-ke-69.html

Sebelum pertandingan lomba makan kerupuk di kegiatan HUT RI Ke-69, para kaka-kaka panitia penyelenggara mendampingi adik-adik peserta lomba dengan mngukur posisi tinggi kerupuk yang diikat di tali, dan di sesuaikan dengan kondidi tinggi peserta lomba makan kerupuk, jadi masing-masing orang tidak sama. Setelah semua siap. maka lomba makan kerupukpun bisa di mulai.

http://ejawantahnews.blogspot.com/2014/08/berbagai-macam-kegiatan-lomba-hut-ri-ke-69.html

Untuk lomba makan kerupuk di kegiatan HUT RI Ke-69 ini, keadaan tangan posisinya boleh ada di belakang mau pun di depan menurut selera dan tingkat kenyamanan dari peserta lombanya, seperti yang bisa kita lihat dalam photo lomba HUT RI Ke-69 untuk lomba makan kerupuk di atas dan di bawah ini.

http://ejawantahnews.blogspot.com/2014/08/berbagai-macam-kegiatan-lomba-hut-ri-ke-69.html

Bukan hanya untuk golongan anak-anak saja, namun panitia penyelenggara HUT RI Ke-69 di lingkungan kami juga memberikan kesempatan bagi para ibu-ibu muda yang ikut berlaga dalam meramaikan kegiatan lomba makan kerupuk di acara HUT RI Ke-69.

http://ejawantahnews.blogspot.com/2014/08/berbagai-macam-kegiatan-lomba-hut-ri-ke-69.html

Kemeriahan dari berbagai macam kegiatan lomba HUT RI Ke-69 juga tidak luput dari masyarakat yang akan mengabadikannya dalam sebuah kamera gadget atau kamera apapun yang di miliki oleh mereka. Karena momen seperti kegiatan lomba HUT RI merupakan momen nasional yang sangat di nanti oleh masyarakat Indonesia, apalagi dalam kegiatan lomba-lomba seperti ini. Tidak jarang kita pun sering menemukan momen-momen lucu dari ekspresi peserta yang sedang ikut lomba.

Lanjut.........
Dari lomba bawa bendera, kelereng, hingga makan kerupuk di acara kegiatan perayaan HUT RI Ke-69, kini saatnya peserta mengikutu sebiah lomba memaskkan sebuah paku ke dalam botol. Paku yang di ikat dan di lilit di pinggang peserta lomba HUT RI Ke-69 ini, di letakkan di belakang, dan peserta di wajibkan berlari dan membawa paku tersebut dan di masukan ke dalam botol kosong yang telah di sediakan di tempat yangtelah di tentukan. Dan posisi memasukan pakunya pun peserta dalam posisi mebelakangi botol, bila paku telah masuk, maka botol di bawa ke tempat semula bersama paku yang masih di dalam botol.

http://ejawantahnews.blogspot.com/2014/08/berbagai-macam-kegiatan-lomba-hut-ri-ke-69.html

Lanjut.........
Permainan tusuk balon. Pada permainan perlombaan ini, peserta wajib menusukkan sebuah balon yang tergantung dan di dalamnya terdapat sebuah air bersih. Dan peserta yang pertama kali dapat memecahkan balon tersebut dengan sebuah kayu yang runcing, maka dialah yang akan menjadi pesertanya.

http://ejawantahnews.blogspot.com/2014/08/berbagai-macam-kegiatan-lomba-hut-ri-ke-69.html

Walau dengan kegiatan yang sederhana, namun acara ini berjalan dengan lancar dan damai. Rasa ceria dan senang terlihat di wajah para peserta, baik yang mengikuti lomba atau pun yang menyaksikan di berbagai macam kegiatan lomba HUT RI Ke-69. Sambil mengucap rasa syukur, tidak lain dan tidak bukan para panitia bernasis ria di bekas area pertandingan lomba di akhir acara.

http://ejawantahnews.blogspot.com/2014/08/berbagai-macam-kegiatan-lomba-hut-ri-ke-69.html

Beberapa perlombaan dalam kegiatan lomba HUT TI Ke-69 di atas merupakan contoh kecil yang mungkin saja di tempat daerah lain juga ikut mengadakan lomba semacam ini. Dan tentu saja perlombaan ini semua bertujuan membangkitkan rasa kebersamaan dan semangat warga dalam bersilaturahmi di sebuah momen nasional. Di bawah ini teman-teman dan pembaca seta Ejanjah News dapat memilihat dalam bentuk dokumentasi video yang saya buat di acara Berbagai Macam Kegiatan Lomba Hut RI Ke-69.

 

Semoga video tersebut di atas dapat menghibur dan memberikan gambaran dan suasana dari momen nasional dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia dengan penyelenggaraan Berbagai Macam Kegiatan Lomba HUT RI Ke-69.[]






Salam,


Warga Memasang Bendera Merah Putih Di Hari HUT RI Ke-69

http://ejawantahnews.blogspot.com/2014/08/warga-memasang-bendera-merah-putih-di-hari-hut-ri-ke-69.htmlWarga Memasang Bendera Merah Merah Putih Di hari HUT RI ke-69.- Kegiatan warga masayrakat menjelang hari kemerdekaan RI telihat antusian, di mana kita dapat melihat hampir di setiap sudut  jalan, baik bendera besar hingga bendera yang berbentuk kecil. Ini merupakan salah satu kepedulian bentuk masyarakat dalam menyambut dan merayakan hari HUT RI Ke-69.

Akan banyak bentuk perlombaan permainan yang bersifat hiburan warga di adakan hampir di setiap kampung. Sorak meriah warga, dari setiap golonganpun akan menyatu di suatu tempat untuk ikut memeriahkan dalam acara permaianan yang akan diselenggarakan. Tidak terlepas tentunya di tempat saya tinggal di daerah Cibubur, Jakarta Timur.

Salah satu persiapan di lingkungan menjelang malam memperingati hari HUT RI Ke-69 yang saya temukan adalah membuat lintasan untuk permaianan anak. Lintasan yang di persiapkan terdiri dari satu jenis dan beragam pilihan lintasan. Di mana peseta akan melintas di jalur yang telah di tetapkan.

Jenis-jenis permainan anak-anak yang bersifat menghibur di hari kemerdekaan RI Ke-69, terdiri dari lomba makan kerupuk, lomba kelereng, lomba masukin paku dalam botol, lomba, balap karung, lomba gigit duit di semangka, lomba mewarnai, dan masih banyak lagi lomba yang akan di gelar dalam acara mempertingati hari HUT RI Ke-69.

Fenomena dan suasana di kampung atau di daerah komplek perumahan pun penuh dengan warna, dari umbul-umbul yang di pasang, pembangunan gapura di pintu germbang masuk hingga tiang-tiang penyanggah yang menghias di sudut jalan kampung kami. Semoga besok acra bisa berjalan dengan lancar.[]




Salam,

Sambut Dirgahayu RI Ke-69 Warga Cibubur Syukuran

http://ejawantahnews.blogspot.com/2014/08/sambut-dirgahayu-ri-ke-69-warga-cibubur-syukuran.html
Sambut Dirgahayu RI Ke-69 Warga Cibubur Syukuran.- Acara syukuran yang digelar warga tingkat karang taruna Rukun Tetangga Cibubur di daerah sekitar tempat tinggal saya, mengadakan acara syukuran sederhana dalam menyambut hari kemerdekaan RI ke-69.

Acara syukuran yang berjalana cukup sederhana dan dihadiri oleh beberapa anak-anak remaja dan anak-anak kecil serta beberapa tokoh masyarakat lingkungan ini, sebagai bentuk ucap syukur kepada Tuhan atas rahmat yang telah di limpahkan Nya kepada negeri Indonesia yang memasuki usia ke-69 tahun.

Dirgahayu RI ke-69 bukan usia muda lagi bagi sebuah negara dalam membina dan membangun bersama. Dan dengan di adakannya acara syukuran ini di harapkan anak-anak dan generasi muda karang taruna dapat menumbuhkan rasa kebersamaan mereka untuk mencintai bangsanya sendiri.

Dengan suasana rintik hujan menyambut malam, acara syukuran menyambut hari kemerdekaan RI Ke-69 ini berjalan khimad. Acara ini sekaligus ajang silaturahmi warga dan juga mempersiapkan untuk kegiatan di hari puncak acara 17 Agustus.

"Senang, suka....... ", itulah jawaban sepintas salah seorang anak yang terlibat dalam acara syukuran dalam menyambut Dirgahayu Ri ke-69 yang di lakukan oleh warga Cibubur di tempat saya dengan antusias. Terlihat wajah anak-anak yang senang berkumpul bersama, karena mereka semua akan terlibat kegiatan untuk permainan perlombaaan 17 Agustus 2014 nanti yang akan diadakan di lingkungan.[]





Salam,

KEARIFAN TRADISI BUDAYA JAWA DAN NARKOBA

http://ejawantahnews.blogspot.com/2014/04/kearifan-tradisi-budaya-jawa-dan-narkoba.html
Kearifan Tradisi Budaya Jawa Dan Narkoba. - Sikap hidup orang Jawa yang menjunjung tinggi nilai-nilai kehidupan dalam berinteraksi antarpersonal di masyarakat. Kearifan tradisi dan budaya Jawa sebagaimana tergambar di dalam dunia wayang yang merupakan dasar moral bagi masyarakat orang Jawa yang menjadi sebuah pedoman bagi prilaku atau sebagai pola tindakan.

Salah satu kearifan dan tradisi budaya Jawa yang sederhana namun hampir terlupakan oleh masyarakat Indonesia ini adalah "ngajeni". Pembelajran dari sebuah nilai tradisi luhur asli bangsa Indonesia ini memberikan pembelajaran untuk kita untuk dapat melakukan pencegahan dari penyalahgunaan narkoba bila kita terapkan dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat.

Sikap "ngajeni" ini merupakan suatu prilaku yang sangat menghargai persahabatan sehingga eksistensi orang lain sangat dijunjung sebagai sesuatu yang sangat penting. Mereka tidak ingin orang lain atau diri mereka mengalami sakit hati atau tersinggung oleh perkataan ataupun perbuatan yang dilakukan.

Menelisik lebih dalam makna yang tersirat dari kearifan tradisi dan budaya ngajeni Jawa yang memiliki prinsip "ajining diri soko lathi, ajining rogo soko busono". kalimat tersebut memiliki arti "harga diri seseorang dari lidahnya atau bicaranya, dan harga badan dari pakaiannya. Itulah beberapa ciri khas, karakter, sifat, dan watak dari orang Jawa.

 Lanjut........
Kearifan tradisi dan budaya Jawa yang mengajarkan kepada kita "narimo ing pandum" adalah konsep hidup yang  menggambarkan sikap hidup yang serba pasrah dengan segala keputusan yang ditentukan Tuhan.

Bukan hanya orang Jawa saja, namun kita pun sebagai manusia memiliki suatu keyakinan yang sama bahwa kehiduapan ini sudah ada yang mengatur dan tidak dapat ditentang begitu saja. Setiap hari yang terjadi dalam kehidupan adalah sesuai dengan kehendak Sang Pengatur hidup yaitu Tuhan.

Kita tidak bisa dapat mengelak, apalagi melawan semua itu. Inilah yang dikatakan sebagai nasib kehiduapn secara realita yang harus kita hadapi. Dan nasib kehidupan merupakan rahasia Tuhan. Kita sebagai makhluk hidup tidak dapat mengelaknya. Dan kita pasti memahami benar tentang kondisi seperti ini.

Konsep hidup kearifan tradisi dan budaya Jawa yang memberikan pembelajaran kepada kita dengan "nerima ing pandu (ora ngoyo) mengisyaratkan bahwa orang Jawa hidup tidak terlalu berambisi. Jalani saja segala yang harus dijalani.

Sebuah pembelajaran yang memberitahukan kepada kita bahwa tidak perlu terlalu berambisi untuk melakukan sesuatu yang nyata-nyata tidak dapat dilakuan. Hidup mengalir sesuai dengan koridor yang berlaku. Boleh saja kita mempercepat laju aliran tersebut, namun laju tersebut jangan sampai terlalu drastis.

Dimana sebuah perubahan hanyalah improvisasi kita atas sebuah prilaku kehidupan yang lebih baik daripada sebelumnya. Dengan banyak mengetahuai sebuah trasisi dan budaya Jawa Lokal yang tersirat dalam "narimo ing pandum" kita akan mendapatkan sebuah pelajaran bahwa hidup itu janganlah ngoyo. Biarkan hidup membawa kita sesuai dengan alirannya. Dan jangan kita membawa hidup itu dengan nafsu ego kita.

Bila kita membawa hidup itu dengan nafsu dan ego kita yang kita paksakan akan membawa diri kita dalam keadaan stress yang akan mengkibatkan kondisi depresi, dan bila hal ini tidak dapat terkontrol dengan baik maka sebuah peluang mencari jalan pintas mengatasi permasalahan yang ada dengan mengunakan narkoba, dan akan menjerat kehidupan kita kepada jurang kehidupan kenistaan yang lebih buruk.

Bagi orang Jawa tradisi konsep kehidupan narimo ing pendum ini sama dengan kendaraan yang akan membawa diri kita pada tujuan yang pasti. Di mana kita memposisikan sebagai penumpang, sedangkan kendaraan atau hiduplah yang akan membawa kita menuju kehidupan yang lebih baik. Mereka tidak membawa kendaraan tersebut, melainkan dibawa oleh kendaraan.

Keadaan tersebut mengambarkan seperti kondisi air di dalam saluran sungai, jika mereka mengalir biasa, maka kondisinya aman dan nyaman. Tetapi, ketika alirannya dipaksa untuk besar, maka aliran sungai tersebut tidak aman lagi bagi kehidupan.

Bila prinsip prilaku ini merupakan sebuah pelajaran budiperkerti yang luhur bangsa Indonesia, maka perilaku ini dapat menjadikan anak bangsa atau generasi bangsa Indonesia dapat terhindar dari penyalahgunaan narkoba.

Lanjut........
Apa hubungannya kearifan tradisi dan budaya Jawa dengan pencegahan dan penyalahgunaan narkoba bagi generasi bangsa Indonesia ?.....

Tentu ada hubungannya kearifan tradisi dan budaya Jawa dengan pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi generasi bangsa Indonesia. Karena dalam sebuah tradisi dan budaya Jawa terdapat banyak sekali pembelajaran budipekerti yang baik yang akan mencegah diri kita salah penerapan kehidupan dan mencegah kita dari suatu tindakan penyelesaian permasalah pribadi atau mengatasi diri dengan menggunakan narkoba. Mari kita lihat bersama.

Seperti halnya kisah dari tradisi dan budaya dari cerita Pandawa-Kurawa, dimana dalam kisah ini di lukiskan bahwa orang manusia terbagi dalam dua golongan, yaitu baik yang di perankan sebagai tokoh Pandawa dan bagi tokoh yang jahat di perankan dengan Kurawa.

Dengan demikian, sifat-siafat Pandawa Lima (sopan, baik, jujur, berani dan ksatria) yang memberikan dampak signifikan bagi orang Jawa atau setiap orang. Setidaknya dengan memiliki sifat Pandawa Lima itu sebagai individu kita diharapkan selalu mampu menundukan kompleksitas kondisi-kondisi lahir yang bersifat nafsu dangairah, badan dan keinginan yang dapat dikendalikan.

Sebagaimana tergambar di dalam dunia wayang bai pandangan hidup moral bagi masayrakat Jawa yang menjadi pedoman prilaku atau sebuah pola bagi tindakan, di sana digambarkan bahwa dengan karakter yang berdasarakn pluralisme moral kehidupan.

Meskipun gambaran karakter-karakter Pandawa Lima itu hanya tampaknya menjadi sebuah gambaran untuk melihat karakter dan orang Jawa, namuan secara keseluruhan sikap dan tutur kata orang Jawa sangat lembut, akomodatif, dan mudah bersahabat dengan siapapun.

Oleh karena itu, ciri sifat tadisi dan budaya orang Jawa yang diterapkan dalam kehidupan keseharian, selalu berusaha untuk mempertahankan keseimbangan batin, menunjukkan diri selalu tenang, halus, dan terkontrol. Berdasarkan ciri sifat yang menonjol ini pun, tampak bahwa dimensinya bersifat feminin dalam prilaku kehidupannya sehari-hari.

Kekuatan dimensi feminin sendiri memiliki arti kesediaan diri kita yang hidup dengan pola sederhana dan tidak memaksakan diri. Hal ini pun tampak dalam kecendrungan asketisime yang merupakan suatu pola kegiatan yang diletakkan atas dasar-dasar etis keagamaan yang menganjurkan pengendalian diri dan kegiatan ekonomi yang rajin dan teliti.

Dalam penerapan hidup dengan konsep asketisime ini di mana kita akan mendapatkan pembelajaran bahwa setiap individu dapat membebasakn diri dari dari egoisme (pamrih). Karena pamrih hanya mengusahakan kepentingan individual saja dengan tidak menghiraukan kepentingan-kepentingan masyarakat.

Secara sosial, pamrih itu selalu mengacaukan karena merupakan tindakan tanpa perhatian terhadap keselarasan sosial. Sikap dasar yang menandai watak luhur paham Jawa ini adalah kebebasan dari pamrih, sepi ing pamrih. Pada umunya sifat kekuatan feminin seperti ini bisa kita lihat dalam kehidupan masyarakat Jawa yang masih menjalankan dan memegang tradisi seperti ini di daerah Jawa.

Lanjut........
Kearifan dan budaya Jawa yang mengajarkan gotong royong atau saling membantu yang selalu terlihat di dalam setiap sendi kehidupan masyarakat tradisi dan budaya Jawa, baik suasana suka dan duka. Dan hal ini bukan hanya karifan tradisi dan budaya Jawa sendiri, bahkan sudah mengakar di setiap daerah Indonesia yang memiliki karakter dan khas masing-masing setiap daerah.

Pola kehidupan masyarkat Jawa yang memang sudah tertata rapih sejak nenek moyang. Berbagai nilai luhur kehidupan yang merupakan warisan nenek moyang yang adiluhung. Dan semua itu dapat kita ketahui wujud nyatanya. Eksistensi masyarakat Jawa yang seperti ini sangat kuat. Sehingga sampai detik ini, pola-pola tersebut masih tetap diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pola hidup kerja sama ini dapat kita temukan pada kerja gotong royong yang banyak diterpakan dalam masyarakat Jawa. Dan orang Jawa sangat memegang teguh pepatah ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Ini merupakan konsep dasar hidup bersama yang penuh kesadaran dan tanggung jawab.

Kita harus mengakui bahwa kehidupan orang Jawa memang sanagat spesifik. Dari sekian banyak suku bangsa indonesia, bahkan yang ada di dunia, orang Jawa mempunyai pola hidup yang berbeda. Kebiasaan hidup secara berkelompok menyebabkan rasa diri mereka sangat dekat satu dengan yang lainnya, sehingga saling menolong merupakan sebuah kebutuhan.

Mereka selalu memberikan pertolongan kepada orang lain yang membutuhkan pertolongan. Bahkan, dengan segala cara mereka ikut membantu seseorang keluar dari permasalahan, apabila jika masih tergolong suadara atau teman.

Dari ketiga kearifan dan budaya Jawa tersebut diatas yaitu, ngajeni, narimo in pandum dan gotong royong merupakan karakteristik masyarakat Jawa yang memiliki sebuah pembelajajaran hidup suatu pola kegiatan norma sosial kehidupan berbangsa dan bernegara yang diletakkan atas dasar-dasar etis keagamaan yang di anut oleh masayrakat Indonesia.

Bila saja sebuah tradisi dan budaya msyarakat Indonesia bukan hanya dijadikan sebuah selogan euforia, dan ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari berbangsa dan bernegara tanpa harus mengenyampingkan atau pun mengucilkan sebuah tradisi dan budaya bangsa Indonesia sendiri maka, hal ini dapat membantu dalam hal pencegahan penyalahgunaan narkoba di dalam kehidupan pribadi kita. Dan minimal dalam kehidupan di setiap keluarga, sekolah dan masyarakat sosial di lingkungan hal ini bisa di terpakan dan terpelihara oelh para tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat, maka akan meuat suansa harmoni kehidupan yang indah.

Kearifan tradisi dan budaya Jawa yang di dalamnya menekankan akan harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara, sebisa mungkin menghindari konflik yang tidak diperlukan dan tidak berguna bagi kita untuk saling menyalahkan dan menghandalkan dalam mengatasi permasalahan narkoba di Indonesia. Konsep kearifan tradisi dan budaya Indonesia ini pun yang memiliki ulas asih dapat dijadikan solusi penerapan penangan permasalah narkoba melalui metide sederhana yang akan berdampak besar dalam kehidupan bangsa Indonesia untuk bebas dari narkoba.



Salam,





STANDAR PENCEGAHAN NARKOBA DIMULAI DARI KELUARGA

http://ejawantahnews.blogspot.com/2014/04/standar-pencegahan-narkoba-dimulai-dari.html
Standar Pencegahan Narkoba Dimulai Dari Keluarga. - Pada dasarnya kita sebagai orang tua ingin memiliki anak yang sukses, manjadi orang yang berhasil di masa depan, memiliki karier yang bagus, cerdas, tangkas, kreatif, jujur, berani, disiplin dan berkarakter. Namun pada kenyataannya tidak sedikit di antara kita yang kemudian kecewa sebagai orang tua, karena ternyata anak-anak tidak berkembang sesuai dengan yang diharapkan.

Anak-anak mulai berani melawan orangtua, malas belajar, membolos, merokok, tawuran, kebut-kebutan, sek bebas, tawuran, bahkan sampai menjadi pengguna narkoba atau pun penyalahgunaan obat-obat dari hasil disiner drug. ( Baca : Selamatkan Anak Jalanan Dari Prilaku Disainer Drug)

Betapa sedihnya para orangtua melihat anak-anaknya hingga mereka terjebak dalam sebuah prilaku yang salah seperti yang tidak diharapakan. Fenomena kehidupan demikian kini bukanlah menjadi rahasia umu di kalangan kehidupan di kota-kota besar, di mana kehidupan yang diwarnai dengan latar belakang keluarga yang berjalan tidak seperti apa yang di harapkan, dan tidaklah heran bagi merkea menutupinya dengan pola kehidupan sebagai bentuk pencitraan dalam rumahrangga yang harmonis dan sukses.

Standar pencegahan narkoba dimulai dari keluarga dapat dilakukan sedini mungkin pada setiap inti keluarga. Komunikasi yang baik antara pasangan suami isteri dalam bekerjasama yang baik dan tidak saling menyalahkan dan saling ego dalam membina rumahtangga merupakan kunci utama penciptaan suasana tempat tinggal yang nyaman di dalam rumah tangga bagi si anak.

Memehami dunia anak terkadang membuat para orang tua yang masih awam sering melakukan penerapan pendidikan yang kurang tepat pada anak. Di mana kekeliruan para orangtua dalam mendidik anak justru sering dimulai sejak anak masih berusia dini.

Anak yang pada dasarnya cerdas, kreatif, penuh rasa ingin tahu, dan selalu riang gembira sering ditangkap secara keliru oleh sebagaian besar para orangtua. Mereka jusru menganggap anaknya sebagai anak yang nakal dan susah diatur. Mungkin hal ini disebabkan oleh ketidaktahuan yang di miliki oleh para orangtua dari ilmu pengetahuan dasar ilmu psiskologi anak.

Keberhasilan suatu pendidikan sebenarnya perlu dikaitkan dengan kemampuan para orangtua dalam memahami anak sebagai individu yang unik, di mana setiap anak dilihat sebagai individu utuh yang memiliki potensi berbeda satu sama lainnya, naum sangat berharga dan saling melengkapi. (Baca : Standar Lingkungan Sekolah Bebas Narkoba)

Lanjut.............
Standar pencegahan narkoba dimulai dari keluarga bila ditinjau dari sudut ilmu pengetahuan psikologi anak akan dapat membuat kita memahami kehidupan dunia anak-anak yang merupakan individu unik yang saling berbeda, ada beberapa tips sebagai dasar pemahaman dari para akhli psiskologi anak yang bisa membantu kita memahami anak, yaitu :

Dalam memahami anak para orangtua harus menyadari bahwa dunia anak adalah duia bermain, dimana dunia yang penuh dengan spontanitas dan menyenangkan. Sesuatu akan dilakukan oleh anak dengan penuh semangat apabila terkait dengan suasana yang menyenangkan. Namu, sebaliknya akan dibenci dengan dan dijauhkan dengan anak apabila suasanya tidak menyenangkan. Dan seorang anak akan rajin belajar atau menyelesaikan pekerjaan rumahnya apabila suasana belajar menyenangkan dan menumbuhkan tantangan.

Dalam memahami anak para orangtua juga harus menyadari bahwa anak bukanlah orang dewasa yang mudah untuk mengerti, mereka tetaplah memiliki keterbatasan jika dibandingkan dengan orang dewasa. Selain itu anak juga memiliki dunia sendiri yang khas dan harus dipahami melalui dunia anak. Dalam hal ini untuk menghadpi anak memanglah aru dibutuhkan kesabaran, pengertian, serta toleransi yang mendalam. Mengharapkan mereka bisa mengerti susuatu dengan cepat tentu bukanlah hal sikap yang bijaksana.

Dalam memahami anak para orangtua juga harus bisa memahami anak selain tmbuh secara fisik, juga berkembang secara psiskologis. Anak yang dulu sewaktu masih bayi tampak begitu lucu dan penurut mereka akan mengalami fase-fase proses perkembangan yang menampilkan berbagai prilaku sesuai dengan ciri-ciri masing-masing fase tersebut. Dengan memahami bahwa anak berkembang, kita akan tetap tenang dan bersikap dengan tepat menghadapi berbagai gelaja yang mungkin muncul pada setiap tahap perkembangan tersebut terutama dalam hal pencegahan narkoba sejak dini yang bisa kita arahkan dengan benar.

Anak-anak pada dasarnya adalah individu yang pandai meniru dengan baik. Mereka senang meniru segala sesuatunya, karena salah satu proses pembentukan tingkah laku mereka diperoleh dengan cara meniru apa yang mereka lihat dan mereka dengar. Maka di sinilah peran aktif para anggota keluarga ayah, ibu dan anggota keluarga lainnya dituntut untuk bisa memberikan contoh-contoh yang nyata akan hal-hal yang baik termasuk preilaku positif agar mereka semangat dalam mempelajari hal-hal yang baru.

Anak pada dasarnya merupakan manusia kreatif. Mereka memiliki ciri-ciri individu yang kreatif, seperti rasa ingin tahu yang besar, senang bertanya, imajinasi yang tinggi, minat yang luas, tidak takut salah, dan berani menghadapi risiko, bebas berpikir, dan senang akan hal-hal yang baru.

Namun hal ini sering dikatakan bahwa bagitu anak masuk ke sekolah, kreativitas anak semakin menurun. Hal ini sering disebabkan oleh para pengajar di dalam dunia pendidikan TK dan SD yang terlalu menekankan pada cara berpikir secara konvergen dan kurang merangsang cara berpikir secara divergen.

Begitu juga dengan orangtua di rumah, hendaknya kita tidak selalu memaksakan kehendak terhadap anak-anak, namun secara rendah hati berani menerima gagasan-gagasan anak yang memungkinkan segala sesuatunya, walau pun gagasan tersebut terlihat aneh dan tidak lazim di mata kita. Hanya dengan cara itu anak akan terpacu untuk belajar dengan motivasi tinggi yang berdampak pada pembentukan karakter mental positif dari usia dini.

Dalam hal ini kita sebagai orangtua perlu memahami kreativitas anak dengan bersikap luwes dan kreatif dalam membangun komunikasi aktif dengan mereka dan juga dengan pihak pendidikan di sekolah anak, agar dalam penerapan pendidikan formal bisa menerapakan pendidikan yang interaktif, agar dalam hal ini tercipta kesinambungan komunikasi antara anak, guru dan para orang tua dalam membangun mental positif di dunia pendidikan. ( Baca : Pencegahan Narkoba Melalui Dunia Pendidikan).

Standar pencegahan narkoba dimulai dari keluarga yang terurai dalam pokok pembahasan di atas merupakan standar pencegahan narkoba yang bisa kita terapkan dalam bersinergi dengan dunia anak-anak sebagai bentuk proteksi aktif untuk mereka agar tercegah dari penyaahgunaan narkoba nantinya. Namun, kita sebagai orang tua juga harus dapat menciptakan suasana kehidupan harmonis di dalam keluarga dengan menerapkan aturan dan hukum agama sebagai salah satu dasar pondasi kuat pencegahan narkoba di dalam lingkungan keluarga inti.

Standar pencegahan narkoba dimulai dari keluarga yang terpenting adalah di mana para keluarga inti ayah, ibu, dan anak beserta seluruh anggota keluarga yang terdapat di dalamnya dapat menerapkan aturan ajaran dan hukum agama yang mereka anut. Agar hal ini dapat menciptakan keluarga yang harmonis dan berkah dan bermanfaat bagi masayrakat di sekelilingnya. Bila hal ini bisa tercipta dengan baik maka tidak akan mustahil bahwa bangsa Indonesia dapat terbebas dari narkoba. Minimal kita dapat turut serta menciptakan dan mensukseskan program pemerintah dalam hal ini Badan Narkotika Nasional dalam menerapkan standar pencegahan narkoba yang ditetapkan oleh UNODC secara langsung.





Salam,

Sumber :
  • Badan Narkotika Nasional
  • UNODC

PENCEGAHAN NARKOBA MELALUI DUNIA PENDIDIKAN

http://ejawantahnews.blogspot.com/2014/04/pencegahan-narkoba-melalui-dunia.html
Pencegahan Narkoba Melalui Dunia Pendidikan, - Pendidikan secara universal memiliki arti sebagai upaya membantu anak didik untuk mengembangkan diri anak guna menghadapi masa depannya. Hal ini mengingatkan saya kepada pesan tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantara yang mengatakan, "Bahwa pendidikan merupakan daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti kekuatan batin, karakter, pikiran dan tubuh anak. Dimana bagian-bagian tersebut tidak dapat dipisah-pisahkan agar kita dapat memajukan kesempurnaan hidup anak-anak kita".

Mengacu kapada pesan moral dari seorang tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantara tersebut diatas terdapat tiga konsep dalam pengertian pendidikan yang secara pribadi saya tangkap, yaitu upaya membantu, membangun potensi anak, dan menagarahkan anak didik dalam menemukan masa depan mereka.

Lanjut.....
Konsep pertama mengenai masa depan anak didik sebagai tujuan pendidikan, Hal ini bertujuan agar anak belajar dan mampu menghadapi kehidupan di masa depan. Ibarat orang yang akan berperang dalam pendidikan anak harus berlajar berbagai kemampuan yang nantinya diperlukan saat mereka benar-benar menghadapi medan peperangan sebenarnya dalam kehidupan nyata.

Semakin lengkap kemampuan anak didik yang dipelajari tentu akan semakin siap anak menghadapi dunia perang nyata dalam kehidupan nyata nantinya secara ilmu pengetahuan dan mental positif. Namun, tujuan akhir dari pendidikan bukan hanya sekedar untuk menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan, bahkan lebih dari itu agar dapat membantu anak didik agar dapat sukses menapaki masa depannya dengan mental yang tangguh dan tidak lemah.

Dengan kata lain, hakikat pendidikan merupakan tujuan hidup dan bukan sekedar mengusai ilmu pengetahuan belaka. Di mana penguasaan ilmu pengetahuan keterampilan dan kematangan sikap hidup yang selama ini menjadi fokus utama pendidikan di sekolah memang penting, namun ketiganya adalah tujuan antara satu dengan yang lainnya yang tidak dapat terpisah dan bukan menjadi sebuah tujuan akhir dari pendidikan.

Lanjut...........
Guna menghadapi tantangan masa depan tersebut tentunya semua anak didik memerlukan kemampuan tertentu. Kemampuan itulah yang harus dikembangkan berdasarkan potensi yang dimiliki anak. Jadi, dalam proses belajar anak mengembangkan potensi yang dimilikinya. hasil belajar akan maksimal jika apa yang dipelajari anak didik sesuai dengan potensi bakat yang dimiliki si anak.

Sangatlah penting bagi anak untuk belajar mengenali dirinya sendiri atau pun potensi yang dimilikinya dan juga sangat penting bagi para orangtua atau pun guru untuk mengenali potensi anak. Dengan cara itu anak dan orangtua atau guru tahu bidang apa yang sebaiknya ditekuni oleh anaknya atau anak didiknya. Tentu ada hal-hal yang bersifat dasar yang semua anak perlu mempelajari dan sesuai dengan teori intelegensi ganda, dalam taraf tertentu anak memiliki potensi pada bidang-bidang seperti itu.

Upaya membantu anak didik dalam bidang pendidikan memiliki arti luas dalam proses pendidikan peran guru, instrukur atau pun orangtua itu hanya sekedar membantu, namun yang belajar itu adalah si anak didik. Selama belajar anak mengkonstruk sendiri apa yang dipelajari sehingga membentuk pemahaman atau keterampilan yag dia miliki.

Dalam hal ini yang menjadi kata kunci bukan pengajaran namun lebih menekankan kepada pengetahuan. Dan peran guru atau pun dosen di sini adalah membantu menciptakan situasi, memberikan informasi dalam membimbing agar anak didik dapat mengkonstruksikan pemahaman atau pun keterampilan tertentu dengan cepat dan benar. Dan hal yang perlu diperhatikan bagi para  orangtua adalah adalah "apakah anak belajar"  dan bukan sekedar "apakah guru mengajar".

Lanjut........
Pendidikan juga dapat dipahami dalam tiga jangkauan pandangan. Untuk jangka pendek pendidikan dipahami sebagai proses pembelajaran, untuk jangka menengah pendidikan dipahami sebagai persiapan bekerja, sedangkan untuk jangka panjang pendidikan dipahami sebagai proses pembudayaan.

Jika guru atau pun dosen yang mendiskusikan cara mengajar dan cara belajar siswa yang baik pada dasarnya melihat pendidikan dalam jangka pendek. Dan mereka itu memikirkan aspek "bagaimana melakukannya ?". Jika kita memikirkan materai apa yang tepat atau pengalaman belajar yang perlu dimiliki oleh para siswa, berarti kita sudah mulai memikirkan "apa yang akan di lakukan ?" dan mulailah  memikirkan pendidikan dalam jangka menengah.

Namun, dalam hal ini kita jangan lupa memikirkan nilai-nilai kehidupan yang mewarnai perilaku anak didik setelah mereka beranjak dewasa dan menghadapi kehidupan nyata. Di sinilah kita memikirikan pendidikan dalam jangka panjang sebagai proses pembudayaan. Di mana pembudayaan yang tidak hanya terkait dengan pekerjaan sebagai makhluk Tuhan, makhluk sosial, dan juga sebagai warga negara yang baik. Karena hal ini merupakan salah satu pintu gerbang utama dalam membentuk dan menciptakan genarasi bangsa yang bermutu.

Pencegahan narkoba melalui dunia pendidikan dalam hal ini pun sangat penting, di mana dalam masa usia dini anak-anak didik hingga usia remaja dan dewasa dapat di perkenalkan pencegahan tentang penyalahgunaan narkoba dalam bentuk edukasi dan kesehatan. Hal ini bisa diperkenalkan melalui dunai bermain yang membudayakan tentang pentingnya kesehatan dalam hal pencegahan dari dampak buruk narkoba itu sendiri bagi anak-anak usia dini. Sedangkan bagi anak-anak didik usia remaja dan dewasa faktor pendidikan melalui kesehatan dan pembelajaran tentang ilmu pengetahuan dalam bidang mata pelajaran pun bisa di ajarkan dari segi ilmu pengetahuan pendidikan di beberapa mata pelajaran sekolah.

Peran aktif dan kerjasama dalam hal ini bagi instansi pemerintah dalam sangatlah diperlukan segera, seperti kerjasama para menteri pendidikan dan kebudayaan, menteri pemuda dan olahraga, menteri kesehatan, dan menteri peranan wanita dan perlindungan anak beserta Badan Narkotika Nasional dapat menciptakan suatu konsep melalui bidang kurikulum pelajaran yang bisa diterapkan di dalam mata pelajaran melalui metode interaktif. Di mana hal ini agar para anak didik dapat mengetahui bahaya narkoba dari sudut ilmu pengetahuan dan kesehatan, bukan hanya dalam bidang mata pelajaran olahraga saja, namun juga dapat diterapkan dalam bidang ilmu pengetahuan lainnya, seperti sosiologi, bilogi, dan lainnya.

Lanjut................
Pencegahan narkoba melalui dunia pendidikan ini pun bisa diciptakan bagi para orang tua siswa melalui komite sekolah yang bersinergi dengan pihak sekolah agar dapat bekerjasama melalui suatu kegiatan positif dengan menerapkan standar pencegahan narkoba di sekolahnya dengan bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Propinsi atau Kota di wilayahnya. (Baca : Standar Lingkungan Sekolah Bebas Narkoba )

Pencegahan narkoba melalui dunia pendidikan merupakan salah satu bentuk kepedulian nyata bagi para pejabat pemerintah yang menerapkan pendidikan pencegahan narkoba sedini mungkin melalui media ilmu pengetahuan di sekolah yang berprinsip pada pendidikan sebagai menciptakan kehidupan generasi muda yang siap lahir batin dengan memiliki kemampuan dalam menghadapi kehidupan nyata tanpa narkoba dalam menggapai masa depan mereka, dan hal ini sebagai salah satu upaya untuk membentengi dan mencegah hilangnya satu generasi bangsa (the lose generation).

Konsekuensi dari pencegahan narkoba melalui dunia pendidikan yang dimasukan dalam kurikulum pendidikan yang memuat ilmu pengetahuan salah satunya dapat membantu kemampuan anak didik nantinya yang diperlukan mereka dalam menghadapi kehidupan nyata di masa depan. Jadi, apa yang dipelajari anak didik di sekolah dan di perguruan tinggi merupakan "alat" mereka sebagai bekal mereka menghadapi kehidupan nyata dari bahaya penyalahgunaan narkoba yang akan berdampak lebih luas dalam kehiduapn berbagsa dan bernegara nantinya.

Dengan konsep dasar kerangka pemikiran tersebut sebenarnya dalam desain pendidikan seharusnya dapat dimulai dengan mengkontruksi pola kehidupan di masa depan di mana anak didik sudah mulai dewasa dan terjun bekerja serta bermasyarakat.

Tentunya dalam melakukan konstruksi kehidpan di masa depan tersebut harus memperhitungkan berbagai variabel, misalnya pekembangan dunia pendidikan dalam hal pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi generasi bangsa. Dari konstruksi seperti itu dijabarkan pengetahuan, keterampilan dan sikap hidup seperti apa yang diperlukan untuk menghadapi permasalahan narkoba pada generasi muda dengan dampak dan bahayanya melalui ilmu pengetahuan kesehatan.

Jika pengetahuan pencegahan dan bahaya narkoba, keterampilan dan sikap hidup yang diperlukan telah berhasil dirumuskan, berikutnya disusun dalam kurikulum sekolah dan di masukkan dalam bidang mata pelajaran yang bersangkutan dengan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan dampak sosial, kesehatan, biologi dan sebagainya.

Kurikulum dalam konteks ini adalah pengalaman belajar dan materi ajar yang diperlukan untuk membantu pengetahuan, keterampilan dan sikap hidup untuk berani menolak narkoba dengan mengetahui dampak dari penyalahgunaan narkoba dari sudut ilmu pengetahuan dan kesehatan. Bisa juga diterpakan dalam konsep penyampaian interaktif melalui penyampaian pengetahuan dan pelestarian budaya. ( Baca : Ajian Mo Li Mo Sebagai Penerapan Pencegahan Narkoba)

Sayangnya selama ini pendidikan kita kurang memperhatikan dampak sikap hidup yang dialami para generasi muda bangsa Indonesia. Akibatnya bukan menjadi rahasia umum lagi dan kita dapat menyaksikan dengan kenyataan yang terjadi di lapangan banyak lulusan yang tidak dapat atau mau mengikuti norma kehidupan bermasyarakat, mereka banyak yang tidak percaya diri, tidak memiliki daya juang tinggi, kurang inisiatif, dan juga memiliki mental kuat dalam melalui proses kehidupan di  kalangan anak muda. Banyak anak muda sekarang yang hanya berkeinginan mendapatkan sesuatu hasil dengan cepat, yang untuk mencapainya sering kali menabrak norma kehidupan.

Salah satu masalah serius yang terkait dengan kurangnya perhatian pendidikan pada penanaman sikap hidup adalah banyaknya anak generasi muda yang tersangkut dengan permasalahan penyalahgunaan narkoba, baik dengan pengguna atau bahkan menjadi pengedar narkoba. Walau yang sering kali alasan klasik yang sering digunakan dengan kalimat coba-coba pada awal pemakaian narkoba bagi dirinya untuk mengikuti pergaulan, untuk meningkatkan percaya diri dan mendapatkan kenikmatan semu sebagai bentuk salah satu pelarian dari kenyataan hidup mereka sehari-hari. (Baca : Selamatkan Anak Jalanan Dari Prilaku Disainer Drug)

Namun yang jelas mereka itu tidak memiliki sikap hidup yang kokoh dan hatinya kosong jauh dari agama, sehingga mudah terpengaruh hal-hal negatif yang menabrak norma kehidupan, norma agama, dan norma hukum.

Mereka ingin memiliki rasa percaya diri, tetapi tidak mau berlatih, dan memilih jalan pintas dengan mengkonsumsi narkoba. Mereka ingin mnegubah dengan cepat kenyataan kehidupan yang dianggap kurang nikmat menjadi nikmat dengan cara mengkonsuumsi narkoba, walaupun sebenarnya mereka tahu itu hanya kenikmatan semu dan sementara. Di sinilah peran aktif dalam hal pencegahan narkoba melalui dunia pendidikan menjadi sangat penting utnuk diterapkan.

Pencegahan Narkoba Melalui Dunia Pendidikan sudah saatnya di konstruksikan dalam bidang mata pelajaran di sekolah. Dikarenakan pendidikan tidak hanya sekadar untuk mengusai ilmu pengetahuan dan teknologi, namun juga dunia pendidikan dituntut mempersipakan anak didik agar mampu menggunkan ilmu dan teknologi dalam mememcahkan problem kehidupan yang bebas dari pengaruh dan penyalahgunaan narkoba.




Salam,

Sumber :
  1. Badan Narkotika Nasional
  2. UNODC
  3. UNESCO

ZAT ADIKSI NARKOBA DAPAT MERUSAK OTAK

http://ejawantahnews.blogspot.com/2014/04/zat-adiksi-narkoba-dapat-merusak-otak.html
Zat Adiksi Narkoba Dapat merusak Otak. - Adiksi merupakan merupakan kompulsif yang tidak tertahankan, akibat dari gangguan sirkuit otak yang ada dalam keadaan normal mengendalikan kemampuan dan mengarahkan perbuatan manusia untuk mencapai tujuan hidupnya. Adiksi menguasai pertimbangan normal manusia yang menyebabkan peggunaan obat dengan efek lebih lanjut di samping timbulnya konsekuensi-konsekuensi negatif yang parah jika penggunaan obat dihentikan.

Dalam rentang 20 tahun terakhir ini banyak riset yang menguatkan pendapat bahwa metabolisme fisik pada otak memainkan peranan penting pembentuk pikiran dan emosi manusia. Sifat neuroplastisitas otak di mana hubungan antar sel saraf otak yang disebut sinapsis itu rentan untuk berubah dengan pelbagai intervensi yang merupakan sifat dasar otak yang membuatnya dapat berubah pada tingkat seluler atau molekuler. Sifat ini juga yang membaut upaya pembentukan hal-hal baik, hal-hal yang ada kaitan dengan moral, menjadi hal yang tidak mudah.

Kebiasaan-kebiasaan buruk seperti minum-minuman keras, berjudi, seks bebas atau pun sek tidak wajar, dan semua jenis adiksi lainnya dapat segera mengubah otak melalui pembentukan sirkuit baru yang jika terjadi secara berulang dan terus menerus akan segera membentuk struktur tetap dalam otak yang makin sulit dirubah.

Biasanya para pengguna narkoba yang menjadi penyalahgunaan narkoba yang sudah menjadi pencandu akibat zat adiktif ini, mereka lebih sering memilih obat atau prilaku tersebut daripada keluarga, aktivitas hidup normal, pekerjaan, dan bahkan kehidupan dasarnya.

Perilaku kompulsif merupakan salah satu gambaran kunci adiksi dari pengaruh penyalahgunaan obat narkoba, pada prinsipnya adalah konsekuensi diregulasi kontrol inhitoris. Gambaran ini meliputi hilangnya kontrol mencari obat (drug seeking), drug taking dan dorongan intens untuk menggunakan kembali obat tersebut.

Adiksi dicirikan kepada prilaku craving (dorongan atau pun keinginan luar biasa yang kuat untuk mengkonsumsi obat lagi) yang menguasai hidupnya, pada dasarnya tidak ada apa pun yang bisa menghentikannya.

Pada awal pengunaannya obat adiktif narkoba bisa menimbulkan perilaku yang disertai dengan meningkatnya perasaan atau suasana hati dengan segala perubahan-perubahan prilaku lainnya yang oleh penggunannya dianggap sebagai rekreasional. Aktivitas yang insentif menimbulkan hasrat atau pun perasaan yang berlebihan untuk mendapatkan obat tersebut dan memusatkan semua aktivitasnya kepada upaya untuk bisa mengkonsumsinya lagi.

Efek zat adiktif dalam narkoba dapat mengakibatkan berdampak pada depressansia, yaitu yang meredakan kegiatan saraf dan fungsi tubuh, biasanya ini dapat ditemukan pada obat penenang, atau obat yang untuk dipergunakan untuk mudah tidur. Dan obat ini bila diperguanakan secara berlebihan dapat menimbulkan ketergantungan fisik maupun psikis serta toleransi.

Lanjut.....
Bukan hanya depressansia efek yang dapat di timbulkan dari adiksi narkoba itu, efek lain dari adiksi seperti stimulansia yang merupakan reaksi daya rangsang sistem saraf pusat yang semakin meningkat dan menyebabkan aktivitas seseorang meningkat. Efek bagi orang yang menggunakannya adalah memperoleh energi dan semangat tinggi, dan dapat menimbulkan ketergantungan fisik, psikis maupun toleransia.

Stimulasi dari obat-obat tersebut dapat mendorong symptoms yang bersifat memabukkan seperti meningkatnya denyut jantung, membesarnya biji mata (pupil) dan meningkatnya tekanan darah serta mual-mual dan muntah-muntah. Obat-obat jenis ini dapat menyebakan tindakan kekerasan dan prilaku agresif serta menghasut dan tidak dapat menilai segala sesuatu secara jernih, bahkan dapat mengakibatkn sakit jiwa. (Baca : Narkoba Dan Pengaruhnya Bagi Kehidupan).

Lanjut.........
Setelah efek stimulansia, zat adiksi ini juga memberikan efek halusinogen yang merupakan efek dari narkoba yang mengubah persepsi pikiran dan perasaan seseorang sehingga tidak mampu membedakan antara kenyataan dan fantasi. Dimana pengguna dari penyalahgunaan narkoba ini akan mengalmi kekacauan pengamatan waktu dan jarak, adanya rasa curiga dan halusinasi menghayal yang terlalu tinggi.

Kemampuan adiktif obat-obat tersebut mengaktifkan mekanisme penghargaan dan secara kimiawi mempengaruhi fungsi normal sistem tersebut yang ada gilirinnya menimbulkan adiksi atau kecanduan.

Hal ini menyebabkan suatu fenomena dalam kehidupan bagaikan air yang datang dari sungai yang meluap melanda dan menerjang apa saja yang merintanginya dengan membentuk jalur baru, demikian pula dengan sebuah proses adiksi obat dari narkoba.

Zat adiksi narkoba merusak otak bahkan menghancurkan rambu-rambu rasional dan etis. Dengan kata lain, proses adiktif menciptakan sirkuit-sirkuit alternatif yang berujung pada terciptanya realitas baru dalam pikiran dan jiwanya. Zat adiksi dianggap sebagi pencarian grafitasi atau kenikmatan yang tidak terkendali.

Bukan menjadi suatu rahasia umum lagi bahwa motivasi jauh lebih kuat dibandingkan dengan kesadran atau kognitif yang bekerja menggerakkan prilaku adiktif. Itulah sebabnya orang mengatakan bahwa pecandu kadang-kadang berhasil menghentikan penggunaan obat, namun tidak berlangsung lama. Ia kembali menggunakan oba tersebut bahkan dengan dosis yang lebih banyak atau lebih kuat lagi. Itulah sebabnya adiksi dianggap sebagai penyakit yang progresif. ( Baca : Anang Iskandar Dan Blogger Reporter)

Adiksi satu-satunya gangguan mental yang meyakinkan pecandu narkoba tersebut merasa bahwa yang sakit adalah orang lain, bukan dirinya. Ini sebenarnya bukan tindakan atau sikap sadar, melainkan semacam sikap denial, yaitu ketika mampuan pikirannya memblok secara total kesadaran pecandu itu sendiri atas sifat-sifat dasar perilaku adiksi yang dilakukannya, dan secara pribadi menggantikannya dengan miskonsepsi yang tercipta untuk menunjang perilaku adiktifnya.

Emosi dan motivasi positif di putar balikkan, disangkal atau dibinasakan. Dengan demikian, para pecandu narkoba tersebut di anggap bagaikan zaombie yang berkeliaran bebas secara otamatis oleh sebagian masyarkat, karena perubahan dirinya sudah sangat berbeda dari sebelum mereka menggunakan narkoba.

Sejauh ini banyak para tokoh dan pemuka agama, sosiolog, psiskolog dan para intelektual dan para pejabat pemerintah melihat perilaku adiktif ini sudah diambang keprihatinan dari polemik kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia dan juga di seluruh bagian negara di dunia ini.

Melalui gerakan Indonesia Bergegas yang di canangkan Badan Narkotika Nasional sebagai salah satu Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) dengan program pro aktifnya bekerjasama bersama seluruh elemen pemerintah dan masyarakat dalam melakukan pencegahan, pemberantasan , penyalahgunaan narkotika (P4GN), mulai tahun 2014 ini mencanangkan program pencegahan baru dalam menerapkan konten edukasi dan kesehatan. (Baca : Trend Pencegahan Narkoba Era Baru).

Zat Adiksi Narkoba Dapat Merusak Otak kita, dan bila di kaji dalam ilmu pengetahuan medis yang saya dapatkan informasinya dari Badan Narkotika Nasional bahwa orang yang terkena narkoba maka 2/3 bagian otaknya akan menjadi rusak. Hal ini bisa menjadikan kita untuk lebih pandai menjaga diri dan kesehatan bersama keluarga dan orang-orang terdekat kita lainnya dari pengaruh zat adiktif ini dalam bentuk apap pun. Karena bila digunakan secara overdosis dari penyalahgunaannya zat adiksi ini dapat merugikan kesehatan bahkan dapat menyebabkan kematian masa depan menjadi suram.



Salam,

Sumber :
  1. Laurence Tancredi, Hardwire Behavioral. What neurosciense reveals about morality. Cambrige University Press. 2005, p.1) 
  2. Badan Narkotika Nasional
  3. UNODC

BAHAYA ZAT ADIKSI NARKOBA BAGI KEHIDUPAN

http://ejawantahnews.blogspot.com/2014/04/bahaya-zat-adiksi-narkoba-bagi-kehidupan.html
Bahaya Zat Adiksi Narkoba bagi Kehidupan. - Zat adiksi atau ketergantungan merupakan prilaku kronis, dan salah satu zat yang menjadi momok dalam hal penyalahgunaan narkoba adalah zat adiktif ini. Dimana para penguna narkoba akan terkena dampak prilaku yang terus-menerus ditampilkan dan dirasakan oleh dirinya. Perilaku ini sulit untuk disembuhkan dalam waktu singkat dengan kata lain hanya bisa dihentikan bila para pecandu menyadari akibat negatif dari zat adiktif ini. Berbagai model teoretis yang bisa di dapat dan kita terima untuk mencoba menjelaskan latar belakang perilaku adiksi yang sangat kompleks ini untuk menangani adiksi narkoba.

Bahaya zat adiksi narkoba bagi kehidupan bila disalahgunakan dari aturan bisa dapat membahayakan kesehatan diri kita, dari kesehatan jaringan otak hingga kepada kematian bagi para pelaku yang melakukan penyimpangan terhadap penyalahgunaan zat adiktis yang sering di lakukan oleh para pengguna narkoba.

Dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang psikotropika dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika serta kebijakan pemerintah yang mengharuskan para pecandu narkoba untuk melapor diri dan menjalani perawatan dalam mengatasi adiksinya, menunjukkan bahwa kebijakan tersebut menerapkan pedekatan moral positif. (Baca : Trend Pencegahan narkoba Era Baru ).

Bagi penyalahguna narkoba adiksi dapat meredakan perasaan tidak nyaman dan ini ada hubungannya dengan jenis narkoba yang dipilih. Prnyalahgunaan jenis narkotika dan obat penenang berkorelasi dengan kecemasan akibat perasaan marah, malu, dan cemburu. Sedangkan jenis stimulan berorentasi dengan upaya mengatasi perasaan ketidkberdayaan dan depresi; obat-obatan psikoaktif berkorelasi dengan kebosanan dan kekecewaan; dan alkohol untuk mengatasi kecemasan yang ditimbulkan oleh perasan bersalah dan kesepian.

Penyalahgunaan narkoba memiliki latar belakang konflik internal, gangguan perkembangan, dan patologi keluarga. Jneis narkoba yang dipilih pecandu narkoba merupakan salah satu cermin  kecemasan akan sebuah prilaku stress yang mereka hadapi secara indovidunya yang dapat membawa mereka kembali ke ego state tertentu, karena sifat efek adiktif tersebut sebagai hambatan dalam perkembangan kepribadian dalam diri para pelakunya..

Dari tahun ketahun kita selalu di pertanyaan kepada realita yang ada, kenapa stiap orang yang kencanduan narkoba setelah mengalami rehabilitasi di salah satu panti atau pun rumah sakit masih saja tetap kumat atau kembali menggunakan narkoba ?

Berbagai perbedaan pendapat dalam memahami prilaku adiksi membawa konsekuensi pada perbedaan pendeatan dalam terapi dan rehabilitasi penanggulangan masalah adiksi narkoba ini. Sejalan dengan pandangan yang menyatakan bahwa adiksi dievaluasi berdasrakan derajat keparahannya dalam tahapan ketergantungan dan adiksi yang dievaluasi berdasarkan derajat kepulihan tahapan kepulihan.

Bila saja kita mau melihat lebih jelas lagi, kenapa ada rehabilitasi dari pengguna narkoba yang bisa kembali kumat ? maka di bawah ini kita dapat melihat apa penyebab dari kegagalannya. Pemulihan adiksi yang mengikuti pola tahapan tertentu dan pada setiap tahapan terdapat krisis yang harus dilalui oleh setiap para peserta rehabilitasi zat adiktif ini. Kegagalan dalam mengatasi kritis pada tahapan tertentu akan menyebabkan kekambuhan atau relapse pada dirinya.

Pada sebagian besar besar panti rahabilitasi ketergantungan narkoba yang mengambil langkah rawat inap jangka panjang, mengambil pendekatan melalui metode model yang paling populer digunakan sebagai falsafah yang mendasari perawatan melalui pendekatan psiskologis dan kesehatan. (Baca : Mengenal UPT& R BNN Lido Lebih Dekat )

Lanjut.........
Bahaya zat adiksi narkoba bagi kehidupan para penggunanya yang sudah kecanduan, mereka harus melalui beberapa tahapan proses rahabilitasi pemulihan penyalahgunaan narkoba dan biasanya mereka harus menjalankan fase atau pun tahapan-tahapan tertentu. Dibawah ini merupakan kajian dari beberapa sumber yang saya dapatkan dalam hal penerapan pencegahan dan penanggulangan dalam mengatasi penyalahgunaan narkoba.

Tahapan pertama adalah tahanpan transisi, di mana si pemakai akan mulai merasakan adanya masalah yang berhubungan dengan penggunaan narkoba. Pada mulanya pecandu narkoba mencoba berbabgai macam strategi untuk mengendalikan penggunaan narkoba. Tapi lama kelamaan mereka sadar bahwa tidak mungkin mereka dapat mengendalikannnya.

Usaha untuk mengendalikan pemakaian narkoba pada fase ini menyebabkan konflik identitas personal. Semakin besar usaha mereka namun gagal, semakin besar perasaan gagal dalam diri mereka. Biasanya mereka berusaha meyakinkan diri sendiri maupun orang lain bahwa mereka bisa mengontrol pemakaian. Usaha yang dilakukan biasanya tidak bertahan lama dan mereka kembali menggunakan lagi atau relapse.

Usaha seperti ini akan terasa lebih berat bagi para pengguna atau pecandu narkoba yang berasal dari lingkungan kriminal atau di luar lingkungan, karena di lingkungan seperti ini penggunaan narkoba yang dianggap sebagai sesuatu yang wajar.

Penyebab kegagalan untuk berhenti menggunakan narkoba adalah karena adanya kepercayaan bahwa seseorang bisa tetap menggunakan narkoba secara terkontrol.

Lanjut.......
Tahapan ke dua adalah tahapan stabilitas melalui pendekatan medis yang menekankan treatmen detoksifikasi sering kali kurang memperhitungkan masalah ketergantungan psikologis, stres yang terjadi, dan gejala akibat disfungsi otak.

Kurangnya dukungan sosial dan sikap menganggap enteng akan membuat pengguna semakin stres. Akibatnya mereka kembali menggunakan secara sembunyi-sembunyi untuk mengatasi stres tersebut. Dengan dukungan yang tepat, tahap ini bisa dilalui dalam wkatu sekitar enam minggu sampai enam bulan. Kegagagalan tahapan ini disebabkan oleh para pecandu tidak berhasil menguasia keterampilan manajemen stabilitasi.

Lanjut.........
Tahapan ke tiga adalah tahapan penyembuhan awal yang di tandai munculnya kesadaran para pelaku kecanduan dari narkoba itu sendiri, bahwa gaya hidup mereka harus berubah. Secara sadar mereka harus mengisolasikan diri mereka dari lingkungan yang beresiko tinggi terhadap terjadinya relapse.

Mereka mulai mencari dan menyadari perlunya membina hubungan sosial yang menunjang penyembuhannya. Mereka perlu belajar banyak dalam hal pengembangan sistem nilai norma, pola berpikir, perasaan, dan perilaku baru untuk menggantikan pola yang lama.

Untuk itu perlu diberikan berbagai metode perolehan keterampilan baru. Tahapan ini bisa berlangsung antara satu sampai dua tahun. Kegagalan pada tahapan ini disebabkan oleh kegagalan menguasai keterampilan sosial efektif untuk membangun relasi yang sehat dan gaya hidup yang dapat diterima masyarakat.

Lanjut............
Tahapan ke empat adalah tahap penyembuhan menengah, di mana tahapan ini sudah mulai dirasakan bagi para pelaku, dan mulai dirasakan berkembangnya gaya hidup yang lebih stabil. Mereka lebih mulai memperbaiki kerusakan akibat gaya hidup yang salah. Dan mulai timbul keinginan untuk sekolah lagi, dan mencari pekerjaan, memperbaiki hubungan dengan keluarga, mencari pasangan hidup, dan sebagainya.

Pada tahapan ini mereka mulai belajar untuk bisa hidup dalam lingkungan masyarakat, tidak lagi megisolasi diri dari lingkungan yang beresiko tinggi. Masalah baru akan muncul, yaitu stres menghadapi berbagai masalah kehidupan yang nyata. Kegagalan pada tahapan ini adalah gagalnya mereka mengatasi stres berbagai masalah kehidupan yang nyata.

Lanjut..............
Tahapan ke lima adalah tahapan penyembuhan akhir, di mana terjadi pemantapan perkembangan kepribadian. Di mana pada masa ini para mantan pecandu narkoba akan memasuki masa mengevaluasikan sistem bilamana yang akan mereka anut dan mana yang akan mereka tinggalkan.

Perbedaan sistem nilai yang dianut oleh keluarga dan kelompok mulai terasa dan mereka sekarang sudah dapat menentukan sendiri mana yang tepat dan mana yang kurang tepat bagi diri mereka. Sistem nilai yang tepat selanjutnya akan dijadikan pedoman hidupnya di kemudian hari.

Pada perkembangan kepribadian manusia normal, hal ini terjadi sekitar pertengahan umur 20 tahunan. Seperti informasi yang saya dapatkan dari salah satu sumber pustaka. Untuk pecandu masa ini dapat berlangsung selama tiga sampai lima tahun sampai ia mantap dengan kepribadiannya.

Untuk para mantan pecandu narkoba yang memiliki latar belakang preilaku kriminal saat ini merupakan periode untuk meninggalkan kecendruangan menyalahkan diri sendiri. konflik masa kecil yang pernah terjadi harus dapat diatasi saat ini, seperti pengalaman traumatik masa kecil. hal ini sangat penting karena bila kecenderungan menyalahkan diri sendiri masih menetap maka kemungkinan besar dapat terjadi relapse.

Lanjut.......
Tahapan ke enam adalah tahap pemeliharaan yang merupakan proses melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan sepanjang hidup. Mereka para mantan pencandu narkoba biasanya diberikan tugas untuk mengatasi masa-masa transisi menjadi orang dewasa, mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari, dan mempertahankan diri agar tidak kambuh kembali.

Kegagalan pada tahap ini disebabkan oleh tidak keberhasilan dalam mempertahankan program penyembuhan dan kegagalan dalam melewati masa transisi dalam kehidupan.

Bahaya zat adiksi narkoba bagi kehidupan dengan beberapa konsep tahapan yang sering digunakan dalam melakukan rehabilitasi para pengguna narkoba dalam mengatasi dan menghilangkan adiktif yang dapat membahayakan hidupnya ini menunjukkan bahwa tidak ada satu teratment yang dianggap paling tepat dalam menangani para adiksi narkoba.

Beberapa tratment model dari berbagai perspektif di atas yang mendasar dengan tujuan agar para pakar psiskologi menyadari betapa menjemuknya masalah adiksi narkoba sehingga diperlukannya berbagai metode atau pun jurus pendekatan dalam menghadapinya. Namu, metode yang paling tepat bagi saya pribadi adalah melalui metode jalan Tuhan yang bisa di terapkan dalam kehidupan sehari-harinya.

Kerena sehebat apapun metode konsep  pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba dari segi kesehatan dan ilmu pengetahuan tanpa di perkuat dengan konsep agama, maka akan menjadikan si penyalahguna narkoba itu tetap tidak akan pernah kembali hidup normal tanpa narkoba.

Bahaya zat adiksi narkoba bagi kehidupan dapat kita kendalikan dan cegah hanya melalui metode agama dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari kita. Bukan hanya untuk di hafal dan dirapal, namun lebih menekankan kepada pengamalan dalam praktek hidup sehari-hari dalam bersikap dan bertindak melalui penerapan hukum agama tanpa melakukan suatu pelanggaran hukum Tuhan.





Salam,

Sumber :
  1. Thoms, D.L (1999) Introduction to Addictive Bahaviors, 2nd Ed, New york: the Guilford Press.
  2. Leon Wurmser (2006), Drug Use as aProtective System.
  3. Badan Narkotika Nasional
  4. UNODC
  5. Pesantren Suryalaya Tasikmalaya, Jawa Barat.

SELAMATKAN ANAK JALANAN DARI PRILAKU DISAINER DRUG

http://ejawantahnews.blogspot.com/2014/04/selamatkan-anak-jalanan-dari-prilaku.html
Selamatkan Anak Jalanan Dari Prilaku Disainer Drug. - Siapa sih anak jalanan ? Mengapa mereka di jalan ? Apa yang mereka lakukan ? Salah satu jawaban yang teredia dari ke tiga pertanyaan ini  selalu saya tanyakan kepada diri saya pribadi dan mereka para anak-anak jalanan yang biasa saya temukan di jalan,  dengan mengajak mereka bicara di waktu-waktu senggang saya pada saat dalam perjalanan dan bertemu dengan mereka.

Informasi yang saya sering dapatkan dari mereka para anak-anak jalanan adalah beberapa faktor yang menyebabkan mereka berada di jalanan, yaitu karena terpaksa atau kabur dari rumah dengan alsan mencari jati diri di luar rumah.

Pada kasus pertama, keberadaan anak di jalanan lebih disebabkan faktor keterpaksaan pada anak. Sedangkan pada kasus yang kedua adalah jalanan pilihan bagi anak untuk menghabiskan waktu karena berbagai persoalan di rumah.

Contoh kasus anak jalanan di daerah kawasan Jakarta yang menunjukan aspek keterpaksaan dan keberadaan mereka di jalan terancam karena persoalan ekonomi. Pada kelompok ini, lazim kita dengar tingginya angka prevalensi penyalahgunaan narkoba.

Lanjut...........
Bukan menjadi suatu hal yang aneh. Anak memutuskan keluar dari sekolah, membantu orang tuanya mencari uang di jalanan. Apa saja dapat mereka lakukan, mulai dari mengamen, menjajakan koran atau dagangan lain, mencari sampah untuk dijual dan banyakragam pekerjaan lainnya.

Bukannya tanpa risiko bagi anak-anak untuk hidup di jalanan yang keras dan seakan tanpa aturan. Menarik untuk menyimak kehidupan nyata bahwa pada tingkatan kesejahteraan, kekerasan domestik yang terjadi di rumah merupakan salah stau faktor penyebab penting mengapa anak kabur dari rumah.

Karena anak-anak tersebut hampir rata-rata mengalami tindakan kekerasan dari anggota keluarga yang lain baik oleh orangtua kandung atau tiri, suadara kandung atau tiri, atau anggota keluarga yang lebih tua.

Realita Anak Jalanan dan kehidupan mereka menunjukkan bahwa kekerasanan dalam kehidupan yang mereka harus alami merupakan penyebab anak-anak lari ke jalan, kekerasan pada anak jalanan utamanya memang terjadi di rumah oleh anggota keluarga inti

Begitulah realita anak jalanan sering kali mengalami tindak kekerasan dari penghuni jalan lain baik yang mereka kenal maupun tidak. Memperhatikan kehiduapan anak jalanan mereka sering kali mengalami kekerasan dari tokoh yang seharusnya melindungi mereka.

Lanjut...........
Kita paham kehidupan kekerasan di jalanan sebagaimana kita juga paham bahwa tidak seharusnya anak berada di jalanan. Semestinya mereka berada dalam buaian keluarga dan menerima arahan dari sekolah. Ketidak beruntungan dalam hiduplah yang menyebabkan mereka tercerabut dari indahnya masa tumbuh kembang anak-anak.

Ketika sedikit keberuntungan mereka dapati di jalan, baik berupa uang, kebebasan, kenyamanan atau perlindungan, belum lagi mereka yang menjadi konsumen dari penyalahgunaan narkoba dari para oknum pelaku disainer drug.

Pertanyaan dalam diri kita pastilah sama untuk mereka para anak-anak jalanan yang sering muncul di benak pikiran kita. Seharusnya mereka memanfaatkan sedikit keberuntungan yang mereka peroleh di jalan dan berinventasi untuk masa depan bukan untuk dihabiskan dengan penyalahgunaan narkoba di lingkungan mereka sendiri.

Mungkin saja mereka tidak paham tentang ketidak pahaman bahaya dan ancaman yang ditimbulkan dari dampak narkoba. Kehidupan yang keras tidak memberikan mereka kesemapatan bagi untuk belajar mengenai bahaya dari penyalahgunaan narkoba.

Padahal di jalan acapkali mereka menyaksikan temannya meregang nyawa akibat narkoba. Namun, sayangnya mengapa mereka para anak jalanan masih saja nekad menyalahgunakan narkoba ? Solidaritas, hubungan pertemanan dan identifikasi diri terhadap teman dan kelompoknya menjadi alasan utama. Dan hampir rata-rata mereka anak jalan menyatakan bahwa mereka mengkonsumsi narkoba karena teman.

Lanjut............
Dari informasi data Badan Narkotika Nasional pengguna penyalahgunaan narkoba bagi anak-anak jalanan dengan memperhatikan faktor usia penyalahgunaan narkoba di kalangan anak jalanan terlihat bahwa semakin tinggi tingkat usia, ada kecendrungan untuk semakin tinggi kemungkinannya mereka menjadi pengguna narkoba.

Tren peyalahgunaan narkoba seiring umur semakin meningkat sehingga pada kelompok usia 15 -18 tahun antara sepertiga sampai hampir separuh anak jalanan merupakan penyalahgunaan narkoba dengan persentase tertinggi ada pada anak usia 18 tahun .

Semakin tingginya penyalahgunaan narkoba seiring meningkatnya umur barangkali disebabkan semakin familiarnya anak jalanan dengan narkoba, mengingat mereka sudah terekspose narkoba sejak umur lebih muda.

Penyalahgunaan narkoba di kalangan anak jalanan masih didominasi anak lelaki, terdapat 30,7% penyalahgunaan laki-laki dibanding dengan perempuan yang tercatat 15,9 % dari seluruh responden anak jalanan menurut jenis jenis kelamin pada saat di lakukan sebuah survei oleh salah satu mitra Badan Narkotika Nasional dalam hal melihat kenyataan di lapangan.

Jumlah penyalahgunaan narkoba perempuan yang presentasenya sekitar separuh dari lelaki ini menyimpan potensi masalah yang banyak. Mereka rawan terhadap kegiatan prostitusi jalanan dan tarffcking mengingat perlindungan yang kurang pada kelompok anak jalanan.

Lanjut..................
Jenis-jenis obat-obatan yang selalu disalahgunakan bagi anak-anak jalanan sebagai disainer drug itu banyak dan ada tujuh jenis obat, yaitu dextro, extacy, luminal, valium, metadone, napacin, dan bodrex sering disalahgunakan bagi mereka.

Patut diwaspai bahwa dari ketujuh jenis obat-obatan tersebut, terdapat dua obat bebas yang sangat mudah diperoleh di pasaran, yaitu napacin dan bodrex dan satu obat generik yang juga ralatif mudah dibeli di toko obat tanpa resep dokter.

Selain obat-obatan, narkoba dari jenis nabati juga ditemui di kalangan anak-anak jalanan seperti ganja, kecubung dan jamur kotoran sapi. Dan kelompok ini sering di temukan para pengguna inhaler atau penghidap lem yang menghisap aroma gas pada lem untuk mendapatkan efek halusinasi, kegiatan ini sering disebut ngelem. (Baca : Zat Adiksi Narkoba Dapat Merusak Otak)

Kegiatan neglem merupakan salah satu kegiatan sehari-hari bagi beberapa anak-anak jalanan di beberapa kota dan daerah di Jakarta dan kota-kota besar lainnya yang ada di Indonesia. Lem dengan gampang dan mudah mereka peroleh dengan harga yang relatif murah dan terjangkau untuk di konsumsi oleh mereka, padahal sifat efek kimia bagi lem sendiri sangat berbahaya bagi kesehatan seperti kelumpuhan pada otak, jantung, paru, hingga kepada kematian. (Baca : Standar Penanganan Narkoba Bagi Kaum Marginal )

Melihat kasus ini secara realita di lapangan, anak jalanan dapat dengan mudah menemukan narkoba di jalanan dan mengkonsumsinya di sembarang lokasi yang mereka kehendaki. Peredaran ganja dextro, dan inhaler di jalan jauh lebih besar ketimbang di tempat lain seperti di sekolah, pasar atau pun terminal.

Lanjut............
Melihat ini semua terdapat tendensi bobot narkoba yang dikonsumsi dengan kelompok usia. Pada kelompok usia anak umur antara 7 - 9 tahun, inhaler masuk dalam katagori yang paling tinggi digunakan, disusul destro dan ganja.

Sementara itu, pada kelompok 10 - 24 tahun yang sudah relatif matang sebagai anak-anak, penggunanan ketiganya menjadi lebih meningkat. Penyalahgunaan inhaler pada kelompok anak jalanan pada usia ini 68%, dextro 26% dan ganja 15%.

Masuk pada usia kelompok 15 -18 tahun, tren jenis narkobanya yang di salahgunakan bergeser ke arah obat-obatan. Hal ini mengindikasikan penggunakan narkoba semakin canggih pada saat usia meningkat. Neglem sudah dianggap kegiatan anak kecil yang tidak lagi menarik untuk dilakukan. Mereka membutuhkan tantangan dengan efek yang lebih.

Pada kondisi anak jalanan tentang keterbatasan keuangan dan kemudahan untuk mendapatkan narkoba membuat pilihan mereka menjadi terbatas pula. Dan kasus-kasus ini merupakan kasus yang tidak boleh diremehkan bagi pemerintah Indonesia, dan seluruh masayrakat Indonesia, karena hal ini dapat berakibat bangsa Indonesia akan kehilangan generasi mudanya.

Lanjut............
Pencegahan dari penyalahgunaan narkoba dalam kelompok marginal anak-anak jalanan, merupakan tugas besar bagi pemerintah dalam hal ini instansi pepemerintah. Dan di perlukannya kerjasama antara Badan Narkotika Nasional sebagai Institusi Penerima Wajib Lapor bekerjasama dengan instansi seluruh pemerintah daerah propinsi dan Kota serta para kantor dinas terkait. Sebagai bentuk nyata kerjasama dalam menerapkan standar pencegahan yang telah di tetapkan oleh UNODC. (Baca : Standar Penanganan Pencegahan Narkoba Di Lingkungan )

Selamatkan anak jalanan dari prilaku disainer drug, walau masih terlihat tidak mudah dalam memberikan solusi dengan formulasi resep dan konsepnya bagi mereka anak-anak jalan saya sebagai orang awam. Namun saya masih berharap peluag tersebut masih tetap terbuka bagi mereka para anak-anak jalanan dalam hal pencegahan dari penyalahgunaan narkoba dengan cara yang benar dan tepat sesuai standar UNODC.

Salah satu muncul dari pengetahuan dan prilaku yang mereka lakukan terhadap rekan mereka yang mengalami overdosis. Perawatan oleh dokter dan lembaga rehabilitasi tampaknya selama ini hanya pengetahuan ideal.

Faktanya masih banyak yang hanya menangani sendiri kasus overdosis dari penyalahgunaan narkoba bagi golongan masyarakat marginal khususnya anak-anak jalanan ini hanya di lakukan perawatan alakadarnya saja. Dari satu sisi hal ini tentu saja memprihatinkan kerena menunjukkan kekurangan dalam hal penanganan secara standar terhadap korban dari penyalahgunaan narkoba. Mereka lebih sering pasang badan atau membiarkan tubuh mereka merasakan efek sakit yang ditimbulkan dari kondisi ketagihan dan overdosis. ( Baca : Zat Adiksi Bagi Kehidupan )

Masih adakah masa depan untuk mereka para anak-anak jalanan ? Akankah mereka tetap di jalanan atau beranjak ke tempat lain yang lebih baik dari pada di jalanan ? Bila sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi kelompok kaum marginal khususnya anak-anak jalanan ini dapat berjalanan dan mendapatkan dukungan support dari pemerintah pusat dan daerah propinsi dan kota dengan para kantor dinas terkait dan Badan Narkotika Narsional dalam menerapkan standar pencegahan dan penyalamatan generasi muda dari ancaman negatif narkoba, maka kita akan menyelamatkan generasi muda yang hilang (the lost generation), lantaran terabaikan hak-hak mereka untuk mengenyam pendidikan secara layak dan kehidupan yang layang terarah dalam kegiatan positif seperti yang terdapat dalam UUD '45.

Selamatkan Anak Jalanan Dari Prilaku Disainer Drug merupakan langkah tepat untuk menyelamatkan generasi bangsa Indonesia dari hilangnya potensi anak bangsa (the lost generation) dari kejahatan penyalahgunaan narkoba, di mana dalam komunitas  marginal ini banyak sekali permasalahan baik dari segi kesehatan, psiskologi, dan tatanan hidup masyarakatnya yang dapat memicu dan menjadi lahan dari masuknya penyalahgunaan narkoba di dalam lingkungan kehidupan mereka sehari-hari.





Salam,

Sumber :
Badan Narkotika Nasional.
UNODC


STANDAR PENANGANAN PENCEGAHAN NARKOBA DI LINGKUNGAN

http://ejawantahnews.blogspot.com/2014/04/standar-penanganan-pencegahan-narkoba.html
Standar Penenaganan Pencegahan Narkoba Di Lingkungan. - Manusia dilahirkan ke dunia bukan atas kehendak dirinya sendiri, dan dipersiapkan sebelumya untuk melewati sebuah fase-fase standar tertentu bagi stiap individunya, yaitu menjadi remaja, dewasa, tua. Kehidupan bagi individunya dari sakit dan semakin kompleks dengan mengarungi lautan kehidupan dengan berbagai permasalahan yang kompleks.

Permasalahan kehidupan di atas merupakan permasalahan yang dapat di katagorikan permasalahan yang muncul menurut individu, namun bila di bawa dalam kelompok masyarakat besar masalah ini akan telihat jelas seperti sebuah gunung es yang selalu timbul di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti pertambahan pendudk, krisis pangan, energi, kesehatan, pendidikan, pencemaran lingkungan, dan masalah penyakit sosial narkoba dan HIV-Aids.

Selama ini kita mendekati narkoba dengan cara kampanye narkoba yang kurang tepat, bahkan membuat orang takut terhadap dampak dari Narkoba itu sendiri sebagai para pelaku dosa yang mengkonsumsinya. Sehingga kesan yang ditampilkan hanya seputar narkoba itu berbahaya dan menjadi momok yang menakutkan. Dan hal ini berdampak bagi para korban penyalahgunaan narkoba menjadi bertambah terkucilkan dalam kehidupan mereka.

Hal ini lah yang membuat persepsi masyarakat secara umum tentang perlakuan terhadap peredaran gelap narkoba yang ada di Indonesia di pukul rata dengan menjatuhkan sanksi berat bagi para pengguna dan pengedar narkoba untuk di berikan sanksi berat sebagai bentuk hukuman penjara bagi para pelakunya. Namun, pada kenyataannya hal ini tidak menyelesaikan permasalahan dalam hal penanganan kasus narkoba yang ada di Indonesia.

Memberikan sanksi berat hukuman panjara tampaknya tidak cukup menurunkan dan mencegah penggunaan dan peredaraan narkoba di Indonesia. Di sisi lain bisa di lihat bahwa usaha rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba masih sangat lemah. Tingkat relapse atau di kenal dengan kambuh dan kembal lagi menjadi penguna untuk para pelaku kejahatan nerkoba tergolong sangat tinggi.

Standar penanganan narkoba walau pun sebenarnya tidak terlihat detil dan di atur dalam Undang-undang Narkotika Nomor 35 tahun 2009 dan standar Badan PBB urusan narkotika dan Kejahatan UNODC (United nations Office on Drugs and Crime) namun pesan dari dasar-dasar pokok aturannya menekankan kepada bagaimana caranya agar para pelaku penyalahgunaan narkoba tersebut dapat sembuh dari sifat kecanduaannya. Untuk itulah mulai tahun 2014 ini Badan Narkotika Nasional mulai mencanangkan program untuk di terapkan dan di berlakukan bahwa bagi para pengguna narkoba lebih baik direhabilitasi dari pada di penjara.

Sebagai pedoman penerapan standar penanganan narkoba di lingkungan memang di perlukan kerjasama di setiap elemen pemerintah dan masyarakat agar penerapan dari program ini bisa berjalan secara efektif dan di perlukan dengan kebijakan dan regulasi. Melalui bagan gamabr di bawah ini, kita bisa melihat stakeholder yang terlibat dalam sisteam nasional pencegahan penyalahgunaan narkoba.
http://ejawantahnews.blogspot.com/2014/04/standar-penanganan-pencegahan-narkoba.html


Program dari Badan Narkotika Nasional ini memiliki tujuan pendekatan pencegahan generasi bangsa Indonesia dengan konsep ulas asih dan pengembalian potensi diri dari anak generasi bangsa Indonesia melalui proses rehabilitasi baik fisik mau pun psiskologi. Teman-teman dan pembaca dapat mengikuti proses standar penangan narkoba milik Badan Narkotika Nasional di Lido. (Baca : Mengenal UPT&R BNN Lido Lebih Dekat )

Sedangkan standar penanganan pencegahan narkoba di lingkungan menitik beratkan kepada konsep edukatif dan kesehatan, seperti contoh kasus bagaimana kita dapat mensosialisasikan peningkatan kemampuan dan penyesuaian diri di lingkungan sekitar kita. Baik lingkungan rumah tangga, lingkungan pendidikan, lingkungan pekerjaan, dan lingkungan masyarakat. Di mana faktor lingkungan-lingkungan tersebut merupakan pilar-pilar pokok sebagai proteksi pencegahan narkoba yang paling utama. Kenapa demikian ?......

Karena untuk memahami penyesuaian diri merupakan dasar bagi penentu derajat kesehatan mental seseorang. Orang yang dengan menyesuaikan diri secara aktif dan realistis sambil tetap mempertahankan stabilitas diri mengindikasikan adanya kesehatan mental yang tinggi pada dirinya. Sebaliknya pun demikian, bagi mereka yang tidak mampu menyesuaikan diri secara aktif atau tidak realistis dan tidak stabil, menunjukkan rendahnya kesehatan diri merupakan variabel utama dalam kesehatan mental. Dengan demikian dapat mudah kita pahami bahwa penigkatan derajat kesehatan mental setara dengan peningkatan kemampuan penyesuaian diri yang aktif, secara realistis disertai dengan stabilitas diri.

Kemampuan penyesuaian diri idealnya dilatih dan dibina sejak kecil, dan hal ini bisa diterapkan dalam lingkungan keluarga dan lingkungan di sekitar tempat tinggal kita. Namun, peningkatan kemampuan ini bukan tidak dapat di lakukan ketika seseorang sudah beranjak dewasa. Dari waktu ke waktu idealnya manusia itu perlu terus mengembangkan kemampuan penyesuaian dirinya yang aktif, realistis dan dinamis sambil tetap menjaga stabilitas dirinya.

Bila saja di setiap lingkungan tempat tinggal yang ada di daerah Indonesia menerapkan standar penanganan pencegahan narkoba di lingkungan rumahnya, maka akan tercipta potensi generasi bangsa yang kuat dan dapat tercegah dari pengaruh negatif penyalahgunaan narkoba. Karena dalam pribadi yang sehat selalu ditandai dengan keinginan untuk tumbuh dan berkembang berorentasi ke masa depan sambil tetap realistis dan mampu melakukan ke masa depan sambil realistis dan mampu melakukan inovasi bagi dirinya serta lingkungan nantinya kelak.

Artinya apa ? perbaikan kemampuan penyesuaian diri tidak hanya pelu dilakukan pada mereka yang mengalami gangguan mental, tetapi juga pada siapa saja, dan bisa di lakukan dari cara sederhana di lingkungan rumah dan tempat tinggal kita. Hal ini pun bisa berdampak kepada kaum marginal yang berada di sekitar tempat tinggal kita, sebagai bukti nyata gerakan positif pencegahan dari penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar tempat kita tinggal kepada kaum marginal. (Baca : Standar Penanganan Narkoba Bagi Kaum Marginal ).

Kemampuan penyesuaian diri secara aktif seperti ini dapat di lakukan oleh siapa saja, namun yang terpenting adalah kita harus dapat mengaplikasikan secara realistis melalui konsep edukatif yang diterapkan dengan menyesuaikan faktor umur. Karena penerapan proses edukatif sejak dini dapat membantu pertumbuhan anak dalam menerapakan kesadaran akan diri dan kondisi yang melingkupi faktor kesehatanan mental sejak dini ke arah yang positif.

Contoh kasus yang mudah adalah di mana di lingkungan sekitar rumah kita dapat menerapkan taman bermain yang edukatif seperti menggambar dan mewarnai bagi anak-anak untuk dapat menyalurkan emosi dan pengenalan mereka secara realistis melalui media bermain yang edukatif di lingkungan sekitar mereka tinggal, dengan menggunakan sarana umum seperti balai warga atau pun kantor RW, pos ronda, atau pun musholah dan manjid yang berada di lingkungan tempat tinggal kita.

Melalui kegiatan ini kita dapat menciptakan kontrol diri secara sadar tentang mengarahkan pergaulan anak-anak mengarah kepada kegiatan positif yang merupakan syarat pertama dari kemampuan penyesuaian diri secara aktif dengan membangun komunikasi kepada anak-anak agar dapat menyesuaikan diri dengan baik di dalam lingkungan pergaulannya sesama teman mereka. Tanpa kesadaran ini tidak akan mungkin anak-anak atau pun warga tempat kita tinggal dapat menyesuaikan diri secara aktif dengan memiliki mental yang kuat akan sebuah kepedulian positif kepada lingkungan sekitar mereka.

Pemahaman tentang diri sendiri secara memadai menjadi syarat mutlak dari kemampuan menyesuaikan diri secara aktif dalam kegiatan di lingkungan tempat tinggal kita dalam menerapkan standar penanganan narkoba di lingkungan tempat tinggal di mana saja dalam hal pencegahan penyalahgunaan narkoba untuk itu tidak ada salahnya bagi para pengurus lingkungan baik RT, maupun RW bersama lurah atau pun Kepala Desa dan tokoh masyarakat setempat dapat bekerjasama membangun dan menerapkan standar penangan narkoba di lingkungan masing-masing dengan mengikuti standar pencegahan narkoba yang benar dan tepat sesuai dengan berbagai disiplin ilmu yang menjadi sumber bahan kajian melalui Badan Narkotika Nasional tingkat Propinsi atau pun kota sesuai dengan lokasi kawasan daerahnya.

Dalam hal ini di perlukan pemahaman yang sama dengan rumusan yang sama, dan bukan menjadi metode cara sendiri-sendiri. Upaya keseragaman ini di ciptakan agar akan menimbulkan persepsi yang sama dalam penerapannya di lapangan untuk membantu penerapannya di tengah-tengah masyarakat setiap golongan. Perlunya support dan dorongan kegiatan dan penerapan standar penangan narkoba di setiap lingkungan dari pemerintah daerah propinsi, kabupaten dan kota bersama Badan Narkotia Nasional baik pusat dan propinsi, kota. Serta langkah nyata dari kerjasama dalam bentuk kebijakan dan regulasi dari para menteri koordinasi semua bidang dengan payung hukum intruksi Presiden Republik indonesia, agar percepatan langkah standar penanganan narkoba di lingkungan ini dapat berjalan lebih efektif untuk menyelamatkan generasi bangsa dari penyalahgunaan narkoba.

Kenapa harus memiliki keseragaman dalam hal menetapkan standar penanganan pencegahan narkoba di lingkungan ? Karena hal ini agar dapat mengikuti ketetapan yang telah di atur dalam peraturan Badan PBB urusan narkotika dan Kejahatan UNODC (United nations Office on Drugs and Crime). Dibawah ini kita bisa melihat bentuk susunannya.
http://ejawantahnews.blogspot.com/2014/04/standar-penanganan-pencegahan-narkoba.html
Selain tu, pemahaman tentang apa yang mereka mau dan menjadi tujuan yang hendak dicapai juga menjadi faktor penting dari penyesuaian diri secara aktif. Tindakan-tindakan apa yang perlu dilakukan menjadi lebih jelas jika tujuan dari tindakan-tindakan itu diketahui. Namun bukan berarti kita harus terbelenggu dengan sebuah aturan konsep yang akan di buat dan diterapkan secara masing-masing. Karena standar penanganan pencegahan narkoba di lingkungan tersebut di atas itu dapat di jalankan dengan konsep sederhana, dan yang terpenting punya kemauan dan semangat pantang menyerah agar kita selalu dapat berkordinasi kepada institusi terkait dalam hal ini Badan Narkotika Nasional.
http://ejawantahnews.blogspot.com/2014/04/standar-penanganan-pencegahan-narkoba.html
Peningkatan kemampuan penyesuaian diri harus dimulai dari kesadaran akan kemampuan mengontrol diri secara sadar.Peningkatan kesadaran akan kemampuan diri dapat dimulai dengan menekankan bahwa setiap orang bertanggung jawab atas dirinya dan mampu menentukan pilihan-pilihan sendiri. Dengan kata lain, perbaikan terhadap diri sendiri mampu di ikutkan oleh setiap orang. Namun, bila hal ini bisa di ciptakan di daerah lingkungan keluarga dan tempat tinggal serta sekolah akan dapat menciptakan masyarakat yang kuat dan lingkungan bebas dari pengaruh negatif penyalahgunaan narkoba.

Standar Penanganan Pencegahan Narkoba di lingkungan merupakan pemahaman tentang diri beserta kondisi-kondisinya yang memberikan pemahaman dan lingkungan. Orang atau pun tokoh masyarakat dan masyarakatnya tidak akan mungkin dapat memperbaiki diri atau pun lingkungannya sendiri jika ia tidak tahu apa yang perlu diperbaikinya, Yang ada selama ini di lingkungan tempat tinggal kita bila ada kasus dari penyalahgunaan narkoba yang menimpa warga di sekitar, masyarakat hanya dapat menghukum dengan sebuah penilaian yang negatif tanpa mau memberikan kontribusi pemikiran positif melakukan pencegahan. Dan di perparah dengan sikap menghukum dengan penilaian lebih buruk.

Bila setiap lingkungan yang berada di daerah Indonesia ini dapat menerapkan syarat standar penangan narkoba di lingkungan tempat mereka yaitu : bagi setiap ketua lingkungan RT, RW beserta jajarannya berkordinasi dengan pihak kelurahan atau pun kepala desa untuk berkordinasi kepada pihak Badan Narkotika Nasional di daerah masing-masing, dan selanjutanya bisa di terapkan di lingkungan daerahnya masing-masing.

Standar Penanganan Pencegahan Narkoba Di Lingkungan merupakan salah satu kunci keberhasilan membangun karakter generasi bangsa sebagai pondasi pencegahan penyalahgunaan narkoba di setiap daerah Indonesia, dan dapat menciptakan generasi yang mengenal potensi dirinya sendiri tanpa terpengaruh dengan narkoba.




Salam,

Sumber :
Badan Narkotika Nasional

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus