Mengenal Wisata Sejarah Macau

http://ejawantahnews.blogspot.com/2014/09/mengenal-wisata-sejarah-macau.htmlMengenal Wisata Sejarah Macau.- Macau Merupakan sebuah kota berdiri di tempat strategis bagian tenggara China dan merupakan kota yang memiliki warisan alkuturasi dan multikultural budaya yang kuat antara Portugis dan China. Kota yang dikenal sebagai destinasi tujuan wisata rekreasi dan banyak obyek-obyek pemandangan yang bagus dan menarik cukup dikenal oleh masyarakat Internasional dengan memilki nama besar dalam hiburan, dan juga tempat penginapan murah dari hostel hingga penginapan berbintang.

Salah satu destinasi wisata menarik Macau yang bisa kita kunjungi di sana adalah tempat wisata sejarah Macau, yaitu di Pusat Sejarah Macau. Dari infromasi yang bisa kita dapatkan melalui Macau Goverment Tourist Office (MGTO), kawasan Macau masih banyak peninggalan-peninggalan dari bangsa Portugis yang menjadi cagar budaya yang di lindungi oleh UNESCO karena memiliki nilai sejarah, dan di Macau terdapat sekitar 25 peninggalan cagar budaya yang dilindungi oleh dunia Internasional.

Di samping memiliki nilai sejarah, tempat wisata di beberapa daerah yang dikenal sebagai "The Historic Centre of Macau" ini memiliki pemandangan gedung bernilai seni gaya arsitektur unik dan klasik dengan pesona keindahan bangunan yang indah penuh warna-warni yang kompleks.

Konon tempat wisata sejarah Macau ini menjadi tempat pemukiman dari bangsa Portugis pada pertengahan abad ke-16, dan kembali dalam kedaulatan China pada tahun 1999. Melalui lokasi ini kita akan menemukan 22 bangunan utama dan ruang publik, dimana kita dapat melihat tentang struktur kota pelabuhan perdagangan tua pada masa lalu yang bernilai seni tinggi dan bersejarah.

Jalan-jalan yang bersejarah, bangunan perumahan bergaya Portugis dan China, agama dan masyarakat di tempat pusat wisata sejarah Macau memberikan kesaksian unik untuk sebuah pertemuan pengaruh estetika, budaya, agama, arsitektur dan teknologi dari Timur dan Barat. Ini menjadi saksi pertama kalinya pertemuan antara China dan dunia Barat berdasarkan semangat perdagangan internasional yang terbentuk pada masa lalu.

Macau dikenal pula sebagai pintu gerbang antara China dan dunia Barat yang memainkan peranan strategis dalam perdagangan dunia pada masanya. Terlihat dengan jelas bahwa di tempat pusat wisata sejarah Macau kita dapat menyaksikan bahwa kebangsaan yang berbeda dapat berhubungan dengan harmonis dalam sebuah jaringan perdagangan maritim yang kompleks, bersama dengan para misionaris yang membawa pengaruh agama dan budaya pada masa tersebut diperkuat dengan masih berdirinya bangunan-bangunan, gereja-gereja, benteng-benteng, rumah sakit, universitas, teater yang masih banyak digunakan sampai saat ini di Macau.

Lanjut.........
Mengenal wisata sejarah Macau, kita akan dapat melihat sebuah nilai identitas multikultural unik dari Macau, dan dapat dibaca dari nilai arsitektur sejarah yang dinamis dan diadopsi dari fitur desain China pada bangunan bergaya barat dan sebaliknya, seperti penggabungan karakter desain China sebagai ornamen dekoratif pada fasad gereja Barok-Mannerist St. Paul Ruins yang berdampingan dengan kehidupan di kota dan dinamika desain bangunan individu yang ada.

http://ejawantahnews.blogspot.com/2014/09/mengenal-wisata-sejarah-macau.html

Pada sisi lain kita dapat menemukan sebuah pemandangan karakteristik dari bekas kota pelabuhan yang mencerminkan asal mula Macau. Hal ini dapat kita lihat dengan struktur kota publik yang menyatu dengan banyak dan padatnya jalan-jalan sempit, berkelok-kelok dari pemukiman bangunan rumah bergaya Portugis dengan konsep "Rua Direita" yang menghubungkan pelabuhan dengan benteng tua.

Contoh-contoh tempat wisata sejarah Macau di atas merupakan sebagian kecil dari obyek-obyek tempat wisata sejarah lainnya yang ada di Macau. Tentu sebuah nilai sejarah tidak akan pernah luput dari sebuah nilai tradisi dan budaya masyarakatnya, seperti salah satu makanan khas masyarakat Macau yang unik.

Untuk jenis kuliner khas Macau yang satu ini, tidak terlepas juga dari dampak nilai sejarah mulitikultural budaya dari Portugis dan China. Kuliner yang sering disebut dengan "Macau Portugis Custard Tats" ini merupakan makanan khas tradisional Macau. Konon, bila kita datang ke Macau dan belum menikmati kue jajanan tradisional Macau ini, berarti kita belum datang ke Macau.

http://ejawantahnews.blogspot.com/2014/09/mengenal-wisata-sejarah-macau.html

Sedangkan untuk penginapan di daerah Macau, kita dapat menemukan nama dan alamat serta nomor teleponnya melalui situs resmi Macau Goverment Tourist Office (MGTO), di sana kita akan banyak tahu tentang jadwal kegiatan pesta seni dan budaya yang digelar sepanjang tahun yang ada di Macau, jadi kita dengan mudah akan mendapatkan segala bentuk informasi resmi dari perwakilan wisata Macau yang ada di Indonesia.

Dengan mengenal sisi keindahaan obyek wisata beragam seni dan budaya serta sejarah masyarakat lokal, kita akan lebih mengenal sebuah nilai keindahan dari setiap perbedaan penuh warna-warni kompleks dengan banyak informasi yang dapat membuka sebuah cakrawala pengetahuan tentang sebuah nilai potensi yang terdapat di dalamnya, seperti kita mengenal wisata sejarah Macau.[]





Sumber :
id.macautourism.gov.mo


MENIKMATI DANAU RAWA DONGKAL CIBUBUR

http://ejawantahnews.blogspot.com/2014/08/menikmati-danau-rawa-dongkal-cibubur.htmlMenikmati Danau Rawa Dongkal Cibubur.- Danau yang terletak di Jalan Raya kawasan Cibubur, Jakarta Timur ini berfungsi sebagai resapan air dan pengendalian cadangan air di kawasan sekitar. Tempat yang teduh dan sering dijadikan tempat pemancingan bagi warga di Cibubur.

Danau rawa dongkal Cibubur ini pada saat musim hujan berfungsi sebagai tempat penampungan air agar tidak meluap menggenangi seluruh permukaan tanah, dan bila musim kemarau tiba, danau ini menjadi tempat gudang air bagi kawasan sekitar Cibubur yang dekat dengan lokasi danau dongkal ini.

Konon informasi yang saya terima dari warga setempat di lokasi danau ini merupakan danau buatan, dan dulunya lokasi ini merupakan bekas rawa dekat lapangan tembak untuk latihan tentara dan bekas hutan perkebunan tanaman duku, rambutan dan pohon karet di daerah kawasan Cibubur, Jakarta Timur.

Setelah di bangun perumahan dan pertokoan di sekitaran daerah lapangan tembak Cibubur, rawa ini di alifungsikan menjadi sebuah danau resapan dan penampungan air. Bila hari cerah atau sehabis hujan kawasan ini sering kali menampakan keindahan yang bisa dinikmati oleh siapa saja yang sedang memancing di kawasan ini, jadi tidaklah heran bila di sore hari kita banyak menemukan warga yang Menikmati Danau Rawa Dongkal Cibubur.[]



Salam,


CANDI BOROBUDUR KSATRIA DARI TANAH JAWA

Candi Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak  Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta.
                                                                                  


Candi Borobudur  ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Dalam etnis Tionghoa candi ini disebut juga  (Hanyu Pinyin : pó luó fú tú) dalam bhasa Mandarin.

Meskipun Candi Borobudur dibangun unuk pemeluk agama  Buddha; ia merupakan perwujudan kompromistis dengan ajaran Jawa.

Dalam kajian kali ini narablog ingin berbagi informasi pengetahuan, selama narablog melakukan perjalanan di daerah Jawa Tengah. Informasi ini tidak memliki maksud dalam hal yang lain, kecuali hanya untuk berbagi  pengetahuan.

Uniknya disini penulis menemukan suatu pembelajaran dari Candi Borobudur yang dijadikan penggambaran konsep kehidupan bagi masyarakat Jawa.

Candi Borobudur terdiri dari 10 tingkat. ini jelas konsep 10 dunianya agama Buddha. Tetapi, 10 dunia tadi dibuat menjadi 4 tingkat atau tangga kehidupan.

Tangga paling bawah adalah "kamadhatu" yang merupakan dunianya keinginan dari manusia. Pada tahap ini "zat hidup" manusia ingin hidup berwujud di bumi ini; ingin menemukan "awak", sarira, atau yang kita sebut badan untuk memujudkan keinginannya.


Tangga berikutnya adalah "rupadhatu" yang merupakan ujud lahiriah atau keberadaan lahiriah. Zat hidup atau badan telah menemukan keberadaannya di bumi ini. Ia mengekspresikan dirinya dalam pergaulan hidup.

Di dunia ini manusia berbuat, beramal dan bertindak untuk meraih tingkat hidup yang lebih tinggi. Tetapi, alam ini diliputi kegelapan. kita tidak tahu jalan menuju tangga berikutnya.

Karena itu, pada alam ini manusia dituntut untuk mengendalikan keinginannya. karena badan kita sedang mengalami prose datangnya kematian.

Manusia itu sebenarnya "born to die" dilahirkan untuk menghadapi kematian. kita makan dan minum setiap hari sebenarnya bukan untuk hidup. tetapi, hanya untuk menunda kematian. begitu kita lahir ke dunia ini, proses kematian itu sendiri terus berjalan.

Ada lima lorong dalam "rupadhatu". Lorong kelima merupakan lorong peralihan. menurut informasi salah seorang dari narasumber yang saya temui, dan yang tidak mau disebutkan namanya, kelima tahapan itu melambangkan ;
  1. Kama adalah kesengan seksual.
  2. Bandha adalah kesenangan terhadap harta dan benda.
  3. Kwasa adalah keinginan manusia berkuasa.
  4. Puja adalah sifat manusia yang ingin dipuja, dipuji dan dihormati.
  5. Anteng atau tenang, merupakan langkah manusia pada tahap awal untuk bisa menguasai dirinya. ini merupakan langkah untuk ke tangga "arupadhatu".

Arupadhatu adalah alam tanpa wujud. Jika kita mampu mengendalikan hidup kita, maka kita bisa menemukan jalan bagi kehidupan sesudahnya.

Kita memang masih hidup di dunia, tetapi kita telah ada di "alam tanpa angan-angan", alam tanpa nilai, alam apa adanya.

Manusia berkarya tanpa pamrih. Manusia sudah melepaskan diri  dari kepentingannya sendiri atau kelompoknya. Manusia memegang "agama" yang paling pas buat dirinya. bukan jalan yang disediakan oleh orang lain.

Dalam keberadaan arupadhatu, manusia berusaha membebaskan dirinya dari tiga jeratan keinginannya, yaitu :
  1. Keinginan lahiriah yang lahir dari tuntutan badan jasmani.
  2. Keinginan pikiran yang lahir dari tuntutan non materi yang bersifat abstrak.
  3. Keingingan rohani atau spiritual yang lahir dari sebuah cita-cita atau obsesi hidup ini.
Pelataran arupadhatu ini juga merupakan simbol bagi rasa, cipta dan karsa. Laku anteng merupakan tangga transisi peralihan.

Hidup begitu menetes pada daging, tulang dan otot, punya untuk merespons atau memberikan tanggapan terhadap lingkungannya.Daya rasa tumbuh dalam badan jasmasni. Kemudian manusia mencoba mengerti, memahami hal-hal yang ia tangkap.

Ada cipta di dalam diri manusia. Manusia mencoba mengetahui objek-objek yang ada disekitarnya. Bukan hanya tahu namanya, tetapi juga hubungan satu dengan yang lainnya. Ia ingin tahu kegunaannya. Kemudian daya hidup ini berkembang, dan lahirlah karsa.

Ada karsa yang merupakan kehendak dalam diri manusia. pada kondisi tertentu rasa, cipta dan karsa ini dapat membelenggu manusia. Sehingga manusia hanya tertawan oleh khayalannya sendiri. oleh fantasi dan imajinasinya sendiri. termasuk khayalan dan imajinasi tentang Tuhan.

Manusia seharusnya membuka dirinya terhadap anugerah dan rahmat Tuhan. tetapi kenyataannya manusia menciptakan Tuhan dalam pikirannya.

Patung-patung Budha yang dikerangkeng dalam stupa bila diejawantahkan merupakan semua angan-angan keTuhanan harus dikerangkeng. harus ditutupi dengan stupa. Tuhan yang ditemui adalah Tuhan yang bebas dari rupa dan bentuk segala angan-angan. Tuhan yang bebas dari anggapan dan kepercayaan.

Dalam tahap tersebut diatas, manusia berusaha nglakoni atau menjalankan hidup heneng, hening, dan mantheng.

Heneng, merupakan tindakan diam dan usaha manusia untuk tidak menimbulkan riak kenegatifan dalam hidup. Kemudian pikirannya menjadi jernih, bening penuh dengan hikmat.

Lalu, ia mantheng, khusyuk hidupnya, menjadi rahmat, kasih-sayang bagi segala yang ada di sekelilingnya. Dalam hal spiritual Islam, inilah yang dinamakan jiwa mutmainah. Jiwa yang keberadaannya di alam mental, alam transisi antara dunia astral dan spiritual. jiwa ini sudah bebas dari ikatan ruang dan waktu.


                                                                                                      Foto : google

Tuhan Yang Satu, yang meliputi segalanya. inilah Tuhan yang menjadi samudra bagi pulangnya "zat hidup" atau badan. Jika manusia dapat membebaskan dirinya dari segala angan-angan dan menapaki kehidupan nyata, maka dialah yang berhak memasuki "nirupadhatu".  Di alam inilah manusia akan menemukan kelanggengan kekekalan dirinya, ia masuk ke dalam alam "suryaruri"

Suryaruri merupakan alam ketiadaan. Alam kebahagiaan yang bebas dari segala bentuk, baik yang pernah dilihat maupun yang hanya ada diangankan. Suatu pembelajaran bagi kita dalam mengambil hal yang positif dari sebuah Candi Borobudur.

Candi Borobudur ini dapat di tempuh dengan kendaraan mobil dari Kota Yogyakarta atau pun dari Kota Semarang. Kedua lokasi tersebut dapat anda gunakan untuk transportasi melalui pesawat terbang. Setelah itu dapat dilunjutkan dengan perjalanan menggunakan kendaraan mobil untuk menuju ke  lokasi Candi Borobudur beralamat di Jalan Badrawati, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia.

Bagi anda yang membutuhkan informasi penginapan hotel dekat area Candi Borobudur,  anda dapat melakukan pemesanan hotel melalui formulir yang terdapat di bawah ini.





Isilah formulir pemesanan hotel tersebut di atas dengan benar, maka anda akan mendapatkan dengan mudah infromasi ketersedian kamar penginapan dengan jenis hotel dan harga yang dapat anda pilih sesuai dengan kebutuhan perjalanan wisata anda.

Semoga artikel sederhana yang penulis jabarkan kali ini, dapat bermanfaat untuk kita semua. Sebagai modal dasar hidup kita, dan semua ini merupakan pengejawantahan dari penulis sebagai manusia biasa dalam menerjamankan Sebuah Pesan Tapa Bisu Sang Buddha Di Kawasan Candi Borobudur.


Salam Wisata,

Sumber : Pusat Infromasi Candi Borobudur, Jawa Tengah

STASIUN JAKARTA KOTA BEOS SEBUAH KARYA AGUNG ARSITEKTUR TULUNGAGUNG


Stasiun Jakartakota terkenal dengan sebutan stasiun Beos. Dimana stasiun Jakartakota merupakan stasiun yang pertama kali yang memiliki jumlah rel paling banyak di Indonesia, dan pada jaman sekarang ini stasiun Jakartakota telah menjadi tempat favorit bagi kita untuk melakukan petualangan di daerah Kota tua Jakarta.


Melakukan plesiran di area stasiun Jakartakota merupakan suatu pengalaman yang mengasyikan untuk menikmati sebuah karya agung arsitektur yang memiliki nilai sejarah besar. Dengan rasa keingin tahuan penulis tentang bangunan peninggalan Belanda ini maka penulis melakukan plesiran di area stasiun Jakartakota yang sering disebut dengan stasiun Kota Beos.

Stasiun Jakartakota
Belanda yang merupakan salah satu bangsa yang telah menjajah bangsa Indonesia, banyak cerita yang telah ditinggalkan bangsa Belanda kepada masyarakat Indonesia bahkan dunia Internasional di daerah stasiun Jakartakota. Nostalgia yang beragam, dari cerita kenangan yang memilukan hingga jejak warisan yang bermanfaat untuk fasilitas umum di Jakarta.

Stasiun Jakartakota

Peninggalan Belanda di negeri ini bukan hanya gedung-gedung dengan arsitektur megah, di antara peninggalan Belanda yang tersebar di pulau Jawa adalah jalan-jalan kereta api dan stasiunnya. Tentu saja ini merupakan suatu hal yang positif buat bangsa dan masyarakat Indonesia. Bermanfaat untuk mempersingkat perjalanan dan membantu dalam melangsungkan segala aktifitas para warga serta membantu laju pertumbuhan perekonomian.

Stasiun Jakartakota
Stasiun Jakartakota memiliki funngsi yang sama sejak dahulu, yaitu menjadi pusat semua kereta api yang datang dari berbagai kota. Oleh sebab itu, lokasi stasiun Jakartakota yang akrab dengan sebutaan Beos itu mudah dijangkau.

Bila kita menggunakan transportasi umum Busway, kita hanya tinggal turun dari halte Trans Jakarta Kota menuju jalan ke bawah, berjalan melingkar melewati lorong di bawah jalan yang membelah halte busway dan stasiun Jakartakota. Setelah menelusuri Tempat Penyebrangan Orang (TPO) barulah kita naik kembali meniti anak tangga. Masuk menyusuri trotoar yang akan memandu kita langsung menuju gerbang utama stasiun Jakartakota.

Saat penulis masuk ke dalam stasiun Jakartakota, nampak keramaian denyut aktivitas orang-orang yang menjalankan urusan masing-masing. Ada yang tergesa-gesa meninggalkan stasiun Jakartakota, ada petugas yang sibuk meneliti keabsahan tiket penumpang, ada yang melihat-lihat jadwal pemberangkatan dan kedatangan kereta apai, ada juga pedagang-pedagang asongan yang mencoba mencari peruntungannya dengan mencari nafkah disekitaran stasiun Jakartakota.

Dengan memperhatikan bentuk bangunan stasiun Jakartakota ini sangat megah dan kuat. Kekokohan tiang-tiang penyangganya dan konstruksi pilar-pilar bangunannya membuat decak hati penulis terasa kagum dibuatnya. Tanpa penulis sadari diri ini terbawa oleh hanyutan atmosfer yang memancarkan dari kehebatan arsitektur bangunannya dan masuk ke dalam spektrum masa silam pada zaman kolonial Belanda.

Dari data informasi yang penulis dapatkan, stsiun Jakartakota dibangun pada tahun 1870, dan stasiun Jakartakota ini bisa dikatakan sebagai hasil dari sebuah revolusi industri. Sedangkan nama Beos sendiri merupakan singkatan dari  Batavia En Omstreken, yang bermaksud, stasiun ini telah berperan sebagai jantung bagi jalur kereta api yang menghubungkan kota Batavia dengan kota-kota kecil lainnya seperti Bekasi.

Stasiun Jakartakota dibangun oleh perusahaan kereta api di Batavia yang bernama BOS (Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij). Dan masyarakat Betawi selalu melisankannya dengan istilah BeOS. Jadi itulah sebabnya mengapa stasiun Jakartakota selalu disebutkan dengan nama stasiun Beos.

Stasiun Jakartakota dirancang oleh seorang arsitekur Belanda kelahiran Tulungagung -Jawa Timur, 8 September 1882 yang bernama Ir. Frans Johan Louwrens Ghijsels yang sudah menghasilkan karya-karya besar sebelumnya.Bangunan stasiun Jakartakota terlihat bergaya Eropa dan modern pada zamannya, namun bila kita memperhatikan lebih jelas lagi, di dalam bangunan stasiun Jakartakota tetap ada unsur-unsur nilai lokal yang menonjolkan keunikan bangunan tersebut.

Pada tahun 1926, stasiun Jakartakota ini sempat dipugar demi kenyamanan dan memaksimalkan fungsinya. Tiga tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 8 Oktober 1929, stasiun Jakartakota diresmikan oleh Gubernur Jendral jhr. A,C,D de Graeff.

Satu persatu sudut keunikan stasiun Jakartakota penulis perhatikan. Tenggelam dan hanyut dalam atmosfer yang memancarakan fenomena hasil karya yang terinovasi dengan segala kehebatannya. Begitu indah untuk selalu dinikmati dengan mata dan kejernihan hati.

Semoga usaha dalam pelestarian bangunan-bangunan bersejarah di kota Jakarta terus dapat dilakukan, karena hal ini untuk terus dapat dinikmati oleh setiap generasi anak bangsa Indonesia untuk dapat mengenal dan merasakan objek napak tilas perjalanan sejarah bangsa Indonesia yang panjang.

Selain itu stasiun Jakartakota yang dapat menampung ribuan orang setiap harinya sebagai sarana vital transportasi masyarakat yang memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat luas.

Nah, sahabat-sahabatku. Bila datang ke Jakarta jangan lupa mampir ke stasiun Jakartakota. Kita bisa mengabadikan gambar photo yang bagus-bagus ditempat itu. Sambil menikmati pemandangan yang unik dan klasik, kita akan mendapatkan view gambar-gambar yang cantik di sana. Apalagi bagi sahabat-sahabt pecinta dunia photography. Dengan menikmati Jakarta dari sudut kacamata yang berbeda, maka kita akan mendapatkan suatu hal yang berbeda pula  Ibu Kota Jakarta.


Salam,


KERATON YOGYAKARTA SEBAGAI SALAH SATU ISTANA RAJA DAN KESENIAN TRADISIONAL DI MASA MODERN


Keraton yang berasal dari salah satu bahasa daerah memiliki arti sebagai istana raja, walaupun pengertian "raja" dalam kenyatannya dapat merepresentasikan pemimpin-pemimpin negara lama dengan berbagai sebutannya, seperti ; raja, ratu, datu, sunan, dan sangaji.

Pada jaman sekarang ini banyak istana raja-raja lama yang ditinggalkan oleh penghuni aslinya, yaitu keluarga raja. Hingga segala kegiatan termasuk kesenian sudah tentu berhenti.

Diantara istana-istana raja dari masa lalu yang paling kuat menjalankan perannya sebagai warisan keseniannya, khususnya tari adalah Keraton Yogyakarta. Keraton Yogyakarta selalu menyelenggarakan latihan-latihan secara teratur dan berkala (mingguan) yang dibuka secara umum untuk ditonton oleh para pengunjungnya.

Keraton Yogyakarta hingga sekarang ini masih menjaga dan menjalankan acara tahunan sepeti Sekatenan, yang intinya bersifat relegious-magis dan terkait dengan upaya pelestarian kewibawaan raja. Keraton Yogyakarta bersama rekanan dalam hal acara ini diselenggarakan dengan penekanan yang lebih cenderung dialihkan kepada pemberian hiburan kepada rakyat melalui unsur "pasar malam"-nya.

Hampir setiap artikel yang penulis dapatkan dari media dan daftar pustaka mengenai Keraton Yogyakarta, dan dari hasil perbincangan penulis dengan para penduduk serta abdi dalem keraton Yogyakarta. Kiat pelestarian yang di lakukan pada masa Hamengkubuwana IX, yang sejalan dengan dukungannya beliau kepada negara Republik Indonesia untuk pelaksaan upacara tradisional Sekatenan, sedikit menggeser fungsi yang merupakan bagian dari kebijakan Sultan Yogyakarta terdahulu sebelum beliau.

Hal ini sebagai upaya Sultan Hamengkubuwana IX untuk melakukan "demokratisasi" dalam upaya mendorong agar masyarakat luas dapat ikut berpartisipasi, dan tidak hanya terbatas pada penghuni keraton saja untuk bergiat dalam kesenian yang telah terbina di Keraton Yogyakarta.

Upaya ini sebagai upaya nyata dalam merangsang kreativitas seni melalui penciptaan genre tari baru yang dinamakan "Beksan Golek Menak", dengan melibatkan narasumber dari luar kalangan Keraton, antara lain mengenai pencak silat Minangkabau.

Pemimpin tradisional ( Hamengkubuwana IX ) yang mengambil bagian dalam kepemimpinan modern dengan berjuang untuk kepentingan negara Republik Indonesia tersebut mendorong perluasan penggunaan upacara pergantin gaya (keraton) Yogyakarta ke masyarakat luas, sekaligus juga melakukan penyederhanaan atas upacara yang dilakukan di keraton sendiri. (Sumber : tesis Jenny Siregar, program pascasarjana Sejarah UI, 2002).

Dari pengalaman penulis menelusuri berbagai khasanah budaya Indonesia , terutama yang berupa kesenian dan tekhnologi tradisional, yang semula dibina di dalam kalangan istana-istana raja, apabila hal ini mememang memiliki keunggulan tersendiri tentulah hal harus dilestasikan kelangsungan kehidupannya.

Kalaupun lokus istana-istana hendak dijadikan pusat pengembangan budaya, khususnya kesenian, tenaga-tenaga penggerak dan pelaksananya tentulah perlu disesuaikan dengan tuntutan tugasnya. Dengan upaya serta kerja keras dalam satu tujuan pelestarian kebuadayaan tradisional akan tetap menajadi sebuah aset bangsa yang tidak ternilai harganya. Dan hal inilah yang dapat menjadi motor pengerak perekonomian masyarakat menengah kebawah disetiap daerah.

Bila setiap daerah yang ada di Indonesia dapat mengoptimalkan pembangunan budaya kesenian tradisional, mungkin negeri ini akan menjadi negara nomor satu sebagai penghasil devisa pariwisata. Dan kita akan merasakan kekurangan tenaga kerja. Karena setiap lini perekonomian masyarakat akan bergerak serentak dengan memacu kreativitas-kreativitas yang inovativ. Di sinilah peran penting Budaya Dijadikan Citra Pariwisata Indonesia.

Artikel ini disajikan dari beberapa sumber daftar pustaka dan pengamalaman pribadi penulis dalam berkomunikasi dengan beberapa tokoh abdi dalem Keraton Yogyakarta dan masyarakat Yogyakarta. Semoga kita akan mendapat manfaatnya. Ikutilah penelusuran penulis di area Keraton Yogyakarta untuk mendapatkan Cerita Perjalanan Babad Tanah Jawi

Jangan pernah melupakan  Kesenian Budaya Tradisional Bangsa sendiri.
Karena itu merupakan jati diri bangsa Kita.

 Salam,

Sumber : Pusat Informasi Keraton Yogyakarta.

PETUALANGAN ALAM DI GREEN CANYON PANGANDARAN


Untuk kali ini penulis berkesempatan untuk berkunjung ke daerah Ciamis, Pangandaran Jawa Barat bersama rombongan salah satu siswa sekolah menengah atas yang berada di Jakarta. Bila di  Amerika Arizona kita pernah mendengar Grand Canyon, maka di  Ciamis Pangandaran Jawa Barat ada nama yang menyerupainya, yaitu Green Canyon.

Informasi yang penulis dapatkan dilokasi, Green Canyon yang memiliki nama asli Cukang Taneuh, dan tempat ini awalnya di populerkan seorang wisatawatan asal Perancis pada saat ia berkunjung tahun 1993. Green Canyon yang berlokasi di daerah Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Ciamis, Pangandaran, Jawa Barat.

Dermaga Ciseureuh Green Canyon
Pada saat penulis tiba di pintu gerbang dermaga Ciseureuh, suasana hutan dan udara segar sudah mulai dapat dirasakan di tempat ini. Namun, perjalanan yang harus lalui masih panjang. Karena untuk bisa menikmati keindahan alam Green Canyon dengan pesona alamnya penulis harus menyusuri Sungai Citandury dengan perahu sewaan yang hanya dapat di tumpangi oleh lima orang penumpang. Dan ini menjadi satu-satunya alat transportasi untuk melakukan petualangan di Green Canyon dengan menikmati pemandangannya yang indah.

Petualangan Alam Di Green Caanyon Pangandaran..............
Pada saat perahu lepas dari dermaga Ciseureuh, sejuknya udara sudah terasa di sekeliling tubuh. Aliran air yang lambat memanjakan hati yang sedang menikmati perjalanan menyusuri sungai Citandury. Kadang terlihat perahu yang berpapasan meuju arah kembali ke dermaga setelah selesai menikmati petualangan di Green Canyon.

Penulis
 Air sungai Citandury yang jernih, memberikan kesan segar terhadap setiap diri yang menyusuri sungai ini. Hal ini membuat diri ini tidak sabar untuk menikmati kesegaran air bersih yang berasal dari setiap akar dan batuan yang ada.

Suasana mulai terasa sunyi, dan tebing-tebing besar semakin menampakkan kekokohannya. Sungai dengan kejernihan airnya yang berwarna hijau itu semakin menyempit. Dan tibalah pada saatnya suasana yang paling dinantikan setiap orang yang berkunjung di lokasi Green Canyon ini. Luar biasa indahnya. Dan sangat indah. Sungguh pemandangan yang sangat eksotis.

Di lokasi yang indah ini hanya terdengar sepoi angin yang berembus dari balik pepohonan. Ujung perjalanan semakin dekat dengan terlihatnya gua alam dengan cekungan yang dihiasi batu gantung yang terdapat di hadapan penulis sudah ternampak dengan jelas.

Memasuki gua, sang nakoda perahu mengurangi kecepatannya. Dari celah-celah stalaktit di atap gua, kita dapat merasakan tetesan air yang menetaes menciptakan gerimis di  sekitaran daerah dalam gua. tetesan tersebut berasal dari akar tanaman di tebing gua, dan hasil dari setiap tetesan air tersebut tidak pernah berhenti membentuk irama gemercik yang terpola.

Penulis
Ada sebuah cerita yang penulis dapatkan dari salah seorang pemandu lokal di sana. Konon air yang menetes dari celah-celah stalaktit atap gua tersebut jika diusapkan ke wajah kita, maka air itu bisa berfungsi sebagai terapi untuk awet muda. Apakah ini mitos ? tentu saja penulis belum meyakini. Dalam benak penulis hanya terpikir, bagaimana bila yang meraup air dari tetesan stalaktit itu seorang kake atau pun nenek. Apakah mereka akan kembali kelihatan lebih muda setelah kembali dari perjalanan ini ? He..., he...., he.....

Walau cerita tentang tetesan air batu staklatit itu hanya mitos, cerita ini sangat ampun untuk menarik wisatawan untuk mengunjungi tempat ini. dalam hal ini penulis menyimpulkan bahwa mitos merupakan bahasa sederhana dari sebuah pesan iklan yang terselubung sebagai daya tarik untuk orang mengunjungi tampat ini.

Peserta
Setelah 20 menit menempuh perjalanan dari dermaga Ciseureuh dengan menggunakan perahu motor, maka tibalah penulis beseta rombongan di dalam gua alam. Perjalanan dengan perahu telah berakhir di tempat ini.

Namun, bagi yang mau melanjutkan melakukan petualangan untuk menyusuri lebih jauh, dapat mengkordinasikan dengan pemandu lokal yang telah siap dengan segala fasilitasnya, seperti pelampung untuk para peserta.

Karena perjalanan berikutnya tidak dilakukan dengan perahu. Kita hanya merambat pada tali yang telah tersedia untuk menyusuri, tebing-tebingcuram, berenang melawan arus aliran Sungai Citandury yang dimana pada lorong tertentu terdapat arus yang kuat.

Namun, bagi kita yang tidak siap melanjutkan perjalanan petualangan di Green Canyon ini. kita dapat menikmati keindahan dalam gua yang di aliri air sungai dengan pemandangan yang indah. Penulis dangat menyarankan sekitaranya di tempat ini kita harus dituntut kehati-hatian. karena medan yang terdapat di lokasi ini cukup licin dan penuh bebatuan disekitarnya.

Musim kemarau merupakan waktu yang tepat untuk berpetualang di Green Canyon. Karena kita dapat lebih asyik menikmati hijaunya air sungai Citanduy. Bila kita datang musim hujan, maka kita tidak dapat menikmati air sungai Citanduy dengan kejernihannya yang hijau. karena air sungai akan berubah menjadi kecoklatan, Dan hal ini akan mengurangi keindahan alam di Green canyon.

Di bawah ini penulis siapkan formulir pemesanan hotel di daerah kawasan Pangandaran. Bagi anda yang memerlukan hotel pengipan di daerah  Pangandaran bisa langsung menggunakan formulir ini untuk mencari dan mendapatkan informasi hotel di kawasan Pangandaran.



Isilah formulir pemesanan hotel tersebut dengan benar, maka anda akan menemukan dengan mudah, cepat dan tepat ketersedian kamar penginapan hotel di daerah kawasan Pangandaran. Anda akan mendapatkan penawaran harga bervariasi, dan pilihlah harga sesuai dengan kebutuhan anda untuk penikmati liburan di kawasan Pangandaran, Jawa Barat, Indonesia.

Petualnagn Alam Di Green Canyon Pangandaran merupakan objek wisata di mana kita  dapat merasakan harmonisasi antara sungai, lembah hijau, dan hutan lindung sepanjang sungai yang tenang merangkai lukisan alam yang mempesona selalu menebarkan wangi surga dunia di sekitarnya, dan hal ini mengingat sebuah cerita Plato mengenai sebuah dunia yang hilang, benua yang diyakini Plato yang dinuhi oleh bangsa Atlantis dengan peradaban yang sangat tinggi dan alamnya yang sangat kaya dilengkapi keindahan surga dunia yang terbentuk melalui proses alam.

Setelah puas dengan perjalanan wisata petualangan alam di Green Canyon, anda dapat mencoba jenis wisata petualangan alam di Taman Cagar Alam Penanjung Pangandaran





Salam,



SITUS BATU KALDE SEBUAH PRASASTI BATU NISAN MENTERI PERTANIAN KERAJAAN PENANJUNG

Belum lengkap rasanya bila kita mengunjungi pantai Pangandaran tanpa mengunjungi Taman Cagar Alam Pananjung. Taman Cagar Alam Pananjung yang merupakan pegalaman petualangan yang paling mengasyikkan dan sesungguhnya. Di dalam area Taman Cagar Alam Penanjung kita akan menjumpai salah satu situs Hindu Kuno yang bersejarah dan memiliki daya tarik tersendiri untuk di pelajari oleh kita semua.


Pada saat penulis menelusuri Taman Cagar Alam Pananjung. Penulis banyak menemukan bebatuan yang ada di kawasan Taman Cagar Alam Penanjung. Menurut informasi salah seorang pemandu lokal Taman Cagar Alam Penanjung, bebatuan tersebut merupakan reruntuhan Candi Hindu Kuno. Yang mana candi tersebut sebagai tempat pemujaan kepada arca yang bentuknya mirip anak sapi yang terdapat di lokasi tersebut.


Menurut cerita legenda masyarakat setempat. Konon arca sapi itu merupakan penjelmaan Raden Arya Sapi Gumarang, salah seorang menteri pertanian Kerajaan Pananjung. Yang mana semasa menjabat  Raden Arya Sapi Gumarang memiliki reputasi yang baik dan berhasil memenuhi seluruh kebutuhan rakyat Penanjung melalui sistem logistik yang ia jalankan dengan maksimal. Berkat jasa-jasanya Raden Arya Sapi Gumarang mendapat penghargaan dari raja.


Setelah Raden Arya Sapi Gumarang meninggal penduduk setempat mengenang beliau dengan memahat batu kuburnya yang menyerupai sapi jantan. Di kalangan penduduk setempat, arca sapi itu dikenal dengan nama Kalde (bahasa Sunda) dan dalam bahasa Indonesia yang berarti keledai. Sampai saat ini oleh masyarakat setempat, situs Batu Kalde dianggap sebagai tempat yang sakral dan memiliki nilai histori sejarah cerita mengenai Kerajaan Pananjung.

Pada saat penulis mengunjungi situs Batu Kalde, suasana di sana terasa sangat tenang dan khimat. Penulis bisa merasakan aura magis yang terpancar dari bebatuan yang ada di lokasi tersebut, yang dapat menghantarkan kita merasakan suasana pada masa lalu, seperti apa yang penulis dapatkan informasi dari sebuah keterangan dari salah seorang pemandu lokasi Taman Cagar Alam Pananjung Pangandaran.

Dekat lokasi situs Batu Kalde penulis  menemukan 5 buah makam kuno yang berada di sekitar area yang memilki luas 75 x 15 meter tersebut. Makam-makam tersebut diperkirakan makam para pembesar Kerajaan Pananjung.

Menyelusuri Taman Cagar Alam Pananjung penulis tidak hanya menyajikan keindahan alam disekitarnya, namun penulis juga dapat pembelajaran dari banyak cerita sejarah yang menarik di lokasi ini. Yang penulis rasakan, kita dapat bersama-sama menyusun sebuah puzzle masa lalu di tempat ini dengan mempelajari simbolis arca-arca Hindu serta mencari tahu kegigihan sang menteri Kerajaan Pananjung dari bentuk keunikkan nisannya.

Perjalanan penulis kali ini memberi pesan kepada kita semua, bahwa sejarah dapat mengantarkan kita pada suatu masa kejayaan seseorang yang dapat diambil dari sebuah cerita suri tauladan dari tokoh tersebut. Dan bukan sejarah yang memerlukan manusia, namun manusialah yang memerlukan sejarah sebagai bahan pembelajaran dalam menggali potensi yang terdapat di dalamnya untuk selalu dilestarikan dan di jaga demi sebuah pembelajaran ilmu pengetahuan.

Bagi anda yang memerlukan penginapan di daerah Pangandaran dapat mengisi formulir pemesanan pengnapan hotel di bawah ini yang akan membantu anda untuk mendapatkan dengan mudah, cepat, dan tepat ketersedian kamar hotel di kawasan Pangandaran dengan harga bervariatif yang dapat anda pilih sesuai kebutuhan anda.

Semoga perjalanan penulis kali ini sangat bermanfaat untuk kita semua, serta dapat menambah pengetahuan kita tentang sejarah dari sebuah situs batu kalde yang berada di daerah Taman Cagar Alam Pananjung Pangandaran.

Setelah puas dengan wisata di kawasan Taman Cagar Alam Pananjung, anda dapat melanjutkan petualangan alam di Green Canyon




Salam Wisata,


BERLIBUR DI ANTARA DUA TELUK DAERAH PANGANDARAN JAWA BARAT

Di antara Teluk Perigi dan Teluk pangandaran terdapat zona tempat wisata yang dapat memanjakan para pengunjungnya yang ingin menikmati keindahan alam dan melakukan aktivitas sesuai keinginan kita di lokasi tersebut.

Pangandaran merupakan sebuah nama yang telah terkenal diseluruh nusantara negeri ini. Pangandaran yang memiliki pantai yang landai dan menarik dengan segudang fasilitas pendukung sebagai icon tujuan wisata utama di wilayah Jawa Barat.Pangandaran yang memiliki kawasan yang terhampar di atas batuan vulkanik yang memiliki ombak tenang dengan hutan cagar alam dalam keindahan yang mengagumkan.

Penulis di Lokasi Pantai Pangandaran
Informasi yang penulis dapatkan dari beberapa daftar pustaka dan keterangan penduduk setempat pada sat penulis mengunjungi pantai Pangandaran. Wilayah Pangandaran dulunya merupakan area perkebunan. Namun Pangandaran menjadi tujuan wisata sudah mulai terlihat pada saat kawasan tersebut dijadikan lahan perburuan untuk  para pecinta olah raga berburu.

Setelah kemerdekaan, para wisatawan domestik mulai berdatangan dan terus meningkat hingga periode 1970-1980. pada waktu tahun 2000 Pangandaran menunjukan tajinya sebagai salah satu primadona tujuan wisata di daerah Jawa Barat. Namun, pada tanggal 17 Juli 2006 silam, kendahan itu punah dengan datangnya bencana alam tsunami di daerah Pangandaran Jawa Barat. Setelah melalui masa keterpurukan selama dua tahun kini Pangandaran mulai bangkit kembali dalam menata daerahnya untuk terus menjadi salah satu primadona kawasatan wisatawan daerah Jawa Barat.

Penginapan
Pengamatan penulis pada saat mengunjungi daerah Pangandaran pada bulan Mei 2012. Pangandaran yang memiliki sarana penunjang yang lengkap sebagai salah satu tempat tujuan wisata yang berupa banyaknya pondik penginapan, tempat hiburan, lokasi belanja, dan atraksi budaya masyarakat setempat yangmenjadi salah satu daya tarik wisatawan.

Pantai pangandaran barat yang memiliki jarak waktu pasang surut cukup lama menjadi favorit para wisatawan, karena para wisatawan yang berkunjung di daerah pantai barat ini bisa berenang mulai pukul 06:00 WIB pagi sampai pukul 17:00 WIB sore.

Bersepeda Di  Sepanjang Pantai
Dengan menikmati keindahan pantai Pangandaran penulis pun dapat menikmati secara langsung para pengunjung di daerah lokasi ini. Selain berenang di pantai barat aktivitas lain yang bisa dilakukan di pantai Pangandaran adalah berjalan menyusuri pantai, bersepeda, mengendarai ATV (all terrain vehicle) dan becak mini. Atau kita dapat berbelanja arena belanja di sepanjang pantai pangandaran. Bagi anda yang mau menghiasi tubuhnya dengan hiasan tato, kita dapat mengunjungi gerai tato di pinggir jalan.

Garasi Sepeda


Setelah puas didaerah lokasi pantai barat Pangandaran Jawa Barat , penulis bergeser di daerah pantai timur untuk melihat apa saja yang ada di lokasi pantai timur pangandran Jawa Barat ini. Di lokasi pantai timur Pangandaran Jawa Barat penulis banyak menemui rumah makan yang menghidangkan menu masakan ikan yang dapat mengundang selera nafsu makan kita meningkat.

Dengan rasa lapar yang mengundang hadir dalam dorongan yang kuat, tanpa pikir panjang lebar penulis pun singgah di salah satu warung yang ada di pinggir pantai timur Pangandaran utuk mencoba menikmati kuliner sea food setempat. Sudah pasti setiap daerah memiliki makanan yang khas, begitu juga di daerah Pangandaran ini, ada satu sajian spesial yang tidak boleh dilewatkan bila kita berlibur di tempat ini.

Pasti para sahabat ingin tahu makanan apa yang penulis pesan yang menjadi hidangan kuliner yang khas.. Nama masakannya yang ini unik dan memilki rasa yang lezat dalam memanjakan lidah kita. Bumbunya terdiri atas jahe, kunyit, bawang merah dan putih, kedondong muda,terasi, serta kencur. Semua merupakan bumbu yang terkombinasi dalam satu hidangan yang mantaps....! kombinasi ras pedas dan rasa asam yang menyatu, menghasilkan kelezatan yang unik di lidah.

He....x9 O, ya nama masakannya adalah sop ikan pindang. Dan ternyata hampir setiap restoran yang ada di lokasi ini menyediakan hidangan laut sop ikan seperti ini, karena sop ikan ini merupakan menu andalan di daerah Pangandaran pesisir pantai ini.

Sambil menikmati makanan handalan daerah ini penulis dapat menikmati semilir angin dan pemandangan bahari yang terbentang uas. Agak ke tengah laut, terlihat perahu-perahu nelayan dan tiang-tiang bambu sebagai tempat memasang jaring berbentuk kantung bujur sangkar, semua itu memilki ciri khas suatu nilai bahari Indonesia.

Dari tempat ini penulis dapat melihat aktivitas keseharian para nelayan di daerah ini. Seperti menambat perahu, menyulam jaring, dan menjual ikan.Dan dari informasi yang penulis dapatkan dari para nelayan setempat. Biasanya pada akhir pekan di pantai Panadaran ini sering diadakan pagelaran musik dan seni tradisional.

Dan pada  tiap tanggal 1 Muharam masyarakat di daerah ini selalu mengadakan perayaan laut yang meriah. Perayaan masyarakat penduduk setempat ini merupakan sebagai simbol rasa syukur mereka kepada Tuhan atas rezeki yang telah mereka terima sepanjang tahun. Ritual upacara perayaan laut di pantai Pangandaran dilakukan dengan melepas sesajen ke tengah laut. Biasanya ritual ini sering diebut masyarakat setempat dengan melarum sesaji ke laut,. Dan biasanya juga terdapat festival layang-layang yang tidak kala meriahnya yang biasa diadakan pada bulan Juli.

Bagi anda yang akan berlibur di kawasan Pangandaran, ada baiknya anda mencari informasi hotel dan penginapan di daerah tersebut, karena anda dapat menimati objek wisata Pangandaran yang menakjubkan di kawasan tersebut.

Di bawah ini penulis berikan sarana untuk mempermudah anda mrndapatkan informasi dan ketersediaan kamar hotel pengnapan untuk di daerah Pangandaran. Isilah formulir isisan ini dengan lengkap dan benar, maka anda akan menemukan dengan mudah, cepat, dan tepat hotel di daerah kawasan Pangandaran dengan pilihan harga relatif murah yang dapat anda pilih sesuai kebutuhan anda.

Menikmati keindahan Pantai Pangandaran tidak akan pernah ada kata membosankan, dikarekan kita dapat menikmati obyek wisata petualangan yang lainnya yang berada di dekat obyek wisata pantai Pangadaran ini. Seperti objek wisata Taman Cagar Alam Pananjung, dan Green Canyon.

Semoga pengalaman penulis dapat menjadi suatu refrensi bagi para sahabat untuk dapat menentukan objek taempat wisata yang akan dikunjungi bersama para keluarga dan kerabat.




Salam Wisata,


ISTIRAHAT DI RM. HAUR KONENG PUSAT OLEH-OLEH LENGKAP TASIKMALAYA

Tidak sulit mencari oleh-oleh untuk industri rumah tangga di daerah Tasikmalaya Jawa Barat dan sekitarnya. Bila kita tidak sempat ke lokasi daerah kerajinan tersebut. Kita dapat dengan mudah  mendapatkannya di Pusat oleh-oleh RM. Haur Koneng Jalan Raya Jamanis Km 17 Tasikmalaya, lokasinya tepat pinggir jalan raya jalur selatan pulau Jawa.


Banyak souvenir lucu yang bisa dibeli di RM Haur Koneng. Souvenir yang terbuat dari bahan keang yang diulik sedemikian rupa hingga menjadi produk yang sangat menarik. Cendera mata ini ditawarkan dengan harga yang relatif murah bagi para pengunjung di RM Haur Koneng.

Selain tempat pusat oleh-oleh RM Haur Koneng juga menyediakan hidangan makanan yang beraneka ragam. Bumbunya yang menggugah selera, suasana tempat yang luas dan cocok untuk menjadikan pilihan sebagai tempat peristirahatan yang aman dan nyaman untuk para pengunjungnya.

Melalui jalur lintas selatan pulau Jawa menuju ke daerah Pangandaran Ciamis Jawa Barat merupakan jalur yang tidak mudah bagi kita yang tidak terbiasa dengan medan yang berlikuk-likuk dan naik turun. Sangat diperlukan suatu stamina yang prima dan tentunya proses pemulihan stamina dalam perjalanan pun harus mulai kita pikirkan.Dan RM. Haur Koneng yang berlokasi di Jalan Raya Jamanis Km 17Tasikmalaya merupakan tempat yang tepat untuk beristirahat untuk melepas kelelahan kita dalam perjalanan.

Semoga tempat ini dapat menjadi sebuah tempat refrensi untuk beristirahat dan mencari oleh-oleh khas Tasikmalaya dan sekitarnya bila kita melalui jalur selatan menuju dan kembali dari arah tujuan kita. Selamat menikmati belanja dan beristirahat di RM. Haur Koneng Jalan Raya Jamanis Km 17 Tasikmalaya, Jawa Barat.










Salam,


MENGENAL SPESIES PRIMATA DI PUSAT PRIMATA SCHMUTZER

 Definisi Primata adalah sebangsa mamalia yang meliputi jenis kera, monyet, dan juga manusia. Ups ! Untuk mengetahui lebih jauh seluk primata, mari kita kunjungi Pusat Primata Schmutzer yang berlokasi di Jalan Harsono RM, No. 1, Ragunan Jakarta Selatan. Tepatnya obyek ini berada di dalam lokasi Kebun Binatang Ragunan Jakarta Selatan.

Setelah penulis datang ke sana, penulis dapat melihat jenis hewan mamalia, serta belajar membedakan orang utan dengan gorila, atau bahkan dengan manusi. Menurut informasi yang penulis dapatkan, tempat ini diprakarsai oleh Ibu Puck Schmutzer yang telah memiliki hubungan baik dengan Gibbon Foundation (sebuah yayasan yang fokus terhadap konservasi hewan, terutama di Indonesia sejak tahun 1980). Bernama lengkap Antoinete Puck Schmutzer dan berkebangsaan Jerman. Ia adalah seorang aktifis yang peduli terhadap kelestarian satwa liar di sepanjang hidupnya (1924-1998).

Antoinete Puck Schmutzer awalnya membawa 4 jenis gorila dari London, Inggris untuk dikembangkan di Indonesia. namun, sebelum semuanya terjadi, beliau telah meninggal dunia. Dedikasi dan kecintaan pada berbagai jenis binatang yang telah mengalami pengurangan populasi, serta merawat dan memberi mereka tempat yang layak seperti habitatnya, menjadi salah satu alasan namanya diabadikan di tempat ini. Tempat yang mulai tahun 1998 dan baru diresmikan pada tanggal 20 Agustus 2002 oleh Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso.

Pada awalnya Pusat Primata Schmutzer dikelola oleh swasta, dan baru pada tahun 2006, Primata Schmutzer resmi dikelola sepenuhnya oleh Taman Margasatwa Ragunan. Dan informasi yang penulis dapatkan dari tempat ini, bahwasanya Pusat Primata Schmutzer ini pun menjadi yang terbesar di dunia.

Pusat Primata Schmutzer menempati area seluas 13 hektar, dan memiliki 20 jenis primata yang berasal dari dalam dan luar negeri, serta di dalamnya terdapat 80 jenis pohon yang diberi papan keterangan dari setiap pohonnya beserta nama latinnya dari jenis tumbuhan tersebut.

Pusat Primata Schmutzer dibuat sealami mungkin sesuai habitat awal binatang-binatang tersebut. Para orang utan dan gorila tidak berada dalam kandang, seakan mereka tetap berada di alam bebas. Bahkan untuk masuk ke temapt ini, penulis harus mematuhi beberapa peraturan yang telah ditulis di bagian depan kawasan ini.

Kawasa Pusat Primata Schmutzer juga memiliki kelengkapan lain, seperti museum, perpustakaan, dan teater bioskop kecil tentang primata di Indonesia dan dunia. Di lokasi ini kita dapat melakukan berbagai acara seru yang dapat kita lakukan bersama keluarga atau anak-anak kita tercinta, dengan menikmati fasilitas yang tersedia di sana sesuai jam yang telah ditentukan. Misalnya, menonton film dokumenter prima, membaca buku di perpustakaan, dan yang paling dinanti oleh para pengunjung biasanya adalah feeding time. Yaitu waktu untuk memberikan makan primata. Karena kita bisa ikut memberikan makan primata dengan buah-buahan yang telah disiapkan oleh petugas di sana.  Dari data yang penulis dapatkan di lokasi ini, jam pemberian makan primata adalah jam 09:00; 12:00; dan 15:00. Nah, bagi sahabat tinggal sesuaikan saja jamnya pada waktu yang telah ditentukan bila ingin partisipasi

Mengakhiri perjalanan penulis di Pusat Primata Schmutzer ini, tidak salahnya bila kita mau belajar tentang alam dan penghuni kolong lanit lainnya. Walau bagaimanapun  kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang diberikan kelebihan dalam berpikir dengan nurani itulah yang membedakan antara kita dengan primata-primata tersebut, dan hal ini lah yang menjadi pembelajaran yang terejawantahkan dalam petualangan penulis kali ini untuk kita semua, terutama bagi pribadi penulis sendiri.


Salam,


MENELUSURI SEJARAH MENARA SYAHBANDAR JAKARTA

http://ejawantahnews.blogspot.com/2012/04/menelusuri-sejarah-menara-syahbandar.html
Menara Syahbandar merupakan salah satu menara yang sempat menjadi bangunan tertinggi di Batavia pada abad ke-18. Menara miring yang memiliki ketinggian delapan belas meter itu menjadi salah satu bangunan paling penting pada masanya. Menara Syahbandar yang berfungsi mengendalikan aktivitas kapal di pelabuhan pada masa silam.

Sekilas melintas orang yang baru pertama kali melewati Jalan Pakin (Pasar Ikan) di Jakarta Utara akan merasa tergelitik. Bukan karena melihat bangunan yang mentereng, bukan pula menengok gedung tinggi yang megah. Tapi, keunikan sejarah yang dimiliki menara yang dibangun pada tahun 1839 itu kerap memanggil penulis untuk mencari tahu kisah apa yang tersimpan di dalamnya. Kemiringan menara pengintai yang tampak jelas dari kejauhan juga menjadi alasan lain yang memaksa penulis untuk hadir ditempat ini.


Menara Syahbandar memiliki peran penting pada zamannya. Syahbandar yang berarti pejabat yang mengatur segala urusan kepelabuhan, tambatan kapal, dan lalu lintas angkatan laut. Menara dengan panjang sepuluh meter dan lebar lima meter itu merupakan bagian dari Museum Bahari yang diresmikan pada tanggal 7 Juli 1977.

http://ejawantahnews.blogspot.com/2012/04/menelusuri-sejarah-menara-syahbandar.html

Jauh sebelum Menara Syahbandar, yang juga dikenal sebagai tempat pengintai (Uitkijk Post), berdiri pada tahun 1645, di sana ada kubu Bastion Culemborg. Sebuah benteng yang dibangun oleh Gubernur Jenderal Antolo van Diemen yang dijadikan pintu masuk ke kota Batavia. Namun, akhirnya Benteng Culemborg dihancurkan oleh Gubernur Jenderal Daendels pada saat perang melawan pasukan Jayakarta. Nah, menara pengawas itu persis berada dalam lingkungan benteng tersebut.

http://ejawantahnews.blogspot.com/2012/04/menelusuri-sejarah-menara-syahbandar.html

Sebelum masuk ke dalam menara berlantai tiga, penulis dapat bernostalgia bersama meriam-meriam kuno dan bangunan-bangunan yang ada disekitarnya. Ada bangunan yang dimanfaatkan sebagai gudang navigasi. Ada bangunan tempat kantor transaksi perdagangan. Ada juga tempat kantor pabean (beacukai) yang berada di sebelah timur meara. Tentu saja, masing-masing peran itu kini sudah tidak ada lagi. Sekarang, mereka telah menjadi gedung pendukung Menara Syahbandar yang terus dilestariakn keberadaannya.

Di lokasi ini penulis menemukan dua buah prasasti. Prasasti yang pertama memberitahu kita bahwa disinilah titik nol kilometer kota Batavia. Oleh Gubernur Jakarta Ali Sadikin pada tahun 1977 ditempatkanlah tugu kilometer nol di sini. Tapi kemudian tanda kilometer nol kota Jakarta dipindahkan ke Monas (Monumen Nasional) informasi ini penulis dapatkan melalui keterangan dari salah seorang staff pekerja Museum Bahari.

http://ejawantahnews.blogspot.com/2012/04/menelusuri-sejarah-menara-syahbandar.html
Penulis
Prasasti berikutnya mengisahkan seorang saudagar China yang berdagang ke Batavia pada abad ke-17. Kedua prasasti itu mempersilakan pengunjung meniti anak tangga ke atas, sambil melihat-lihat beberapa lukisan yang menggambarkan suasana kesibukkan di Pelabuhan Onrust pada abad ke-17 dan Pelabuhan Sunda Kelapa pada abad ke-18.

Untuk mencapai puncak menara, penulis harus melewati 77 anak tangga. Itu sudah termasuk tangga khusus yang menuju atap paling atas. Dalam perjalanan penulis menuju puncak Menara Syahbandar, penulis melewati ruang-ruang pengamatan yang dihiasi kayu-kayu jati dengan cat warna merah. Sesampainya di ketinggian puncak menara, ada perasaan yang menyenangkan hati penulis. dari puncak, terbentang pemandangan teritorial Kota Tua sehingga kita bisa menikmati keindahan aktivitas para penghuninya.

http://ejawantahnews.blogspot.com/2012/04/menelusuri-sejarah-menara-syahbandar.html
Penulis
Tiupan angin yang tidak terlalu kencang memainkan imajinasi penulis, seolah membawa penulis dalam kehidupan pada zaman Belanda, sejenak berangan menjadi sang pengusa negeri dengan segala kekuatan yang dimiliki. Mengatur orang-orang yang sedang melangsungkan perdagangan di atas kapal-kapal layar yang hilir mudik dan mengendalikan kegiatan para awaknya.

Setelah merasakan suasana pelabuhan, penulis mengakhiri dengan mampir ke bawah untuk melihat ruang bawah tahanan. Dulu, para awak kapal yang melakukan pelanggaran di hukum denagan ditahan diruang gelap yang pengap itu. menyakitkan, namun hal ini dapat menjadi bahan pelajaran bagi mereka yang membangkang. Dalam informasi rumor yang beredar di masyarakat yang belum didapat dipecahkan atau pun ditemukan jawabannya oleh penulis adalah tentang terowongan rahasia yang berada di bawah Menara  Sayahbandar, yang konon diduga terowongan tersebut dapat menembus hingga Museum Sejarah Jakarta..

Menara Syahbandar yang mencoba menyaingi kemiringan Menara Pissa di Italia itu tetap setia bertahan. Kemiringan lebih dari dua derajat. Semoga hal ini jangan berujung kepada kerobohan. Menara Syahbandar yang harus menghadapi deru kendaraan-kendaraan berat yang melintas selalu di depannya. Menara yang dulu pernah digunakan sebagai stasiun peramal cuaca itu patut diberi perhatian lebih dalam hal perawatan. Fungsi sebagai menara pengawas memang terhenti semenjak Pelabuhan Sunda Kelapa diresmikan pada tahun 1967, namun Menara Syahbandar tetap menemani generasi muda yang haus akan pengetahuan sejarah dunia yang merupakan salah satu cikal bakal lahirnya Ibu Kota Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia.

Dengan menelusuri obyek-obyej sejarah yang ada di Ibu Kota Jakarta, akan membuat cakrawala pengetahuan kita semaikn terbuka dan jelas. Bahwa dalam kesibukan kota Jakarta, masih banyak meyimpan historis perjalanan yang masih berdiri tegap. Bila kita pernah menyaksikan para pengunjung suka hadir di negara Eropa yang mayoritas memiliki cerita yang obyeknya hampir sama dengan yang ada di Jakarta dengan penyajian perjalanan yang mengangkat suatu buadaya dan sejarah eropa, megapa kita tidak mencoba untuk menelusuri  yang ada di negeri kita sendiri ?

"Jangan pernah mengecilkan suatu nilai sejarah.
Dalam sejarah terdapat pembelajaran
Dalam sejarah terdapat suatu nilai potensi aset yang berharga."

Salam,

MUSEUM BANK INDONESIA OBYEK WISATA SEJARAH PEREKONOMIAN INDONESIA BERNILAI EDUKATIF


Museum Bank Indonesia merupakan museum yang dibangun demi sebuah edukasi untuk anak bangsa Indonesia. Bangunan Museum Bank Indonesia merupakan bangunan bekas De Javasche Bank yang terletak di daerah Kota Tua Jakarta.

Awalnya, gedung Kantor Pusat Bank Indonesia Kota merupakan Kantor Bank Indonesia yang pertama, dan ini merupakan bangunan bekas rumah sakit (Binnen Hospital) dan De Javasche Bank yang berdiri pada tanggal 24 Januari 1828.  

De Javasche Bank mempunyai fungsi sebagai tempat sirkulasi perdagangan hasil bumi yang datang dari berbagai penjuru Hindia Belanda.

Dalam perjalanannya bangunan ini sempat direnovasi beberapa tahap dan mengalami usaha perluasan, sampai pada akhirnya dimanfaatkan oleh Bank Indonesia yang berdiri pada tanggal 1 Juli 1953. Setelah tidak terpakai lagi gedung ini dimanfaatkan sebagai museum yang dibuka bagi masyarakat luas mulai tanggal 15 Desember 2006.

Photo by Indra Kusuma Sejati
Sejak itulah Museum Bank Indonesia terus melakukan pembenahan dan mempercantik diri untuk kepuasan pengunjungnya, dan puncaknya pada tanggal 21 Juli 2009 Museum Bank Indonesia diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono.

Semua informasi yang terdapat di dalam Bank Indonesia dikemas dengan gaya modern dan lebih mantap. Kaya akan visual modern klasik dalam mengajak para pengunjung untuk memasuki lorong waktu sejarah yang mengesankan.

Photo Penulis
Pada saat penulis melakukan perjalanan wisata di Museum Bank Indonesia, ada yang harus penulis ingatkan kepada para sahabat semua agar kita tidak mengatifkan fitur flash (pencahayaan) ketika kita akan menggunakan kamera pada saat berada di dalam ruangan Museum Bank Indonesia.

Sebelum kita memasuki ruang peralihan, terdapat layar touch screen (sentuh) yang tampilannya sangat user friendly untuk memudahkan pengunjung mengetahui sejarah arsitekur gedung yang terdiri atas kronologis pembangunan gedung hingga sistem pengamanan gempa.

Jangan kaget kalau dalam Museum Bank Indonesia ini kita bertemu dengan banyak jenis dan bentuk uang. Sebelum melakukan penjelajahan di Museum Bank Indonesia lebih jauh, kita akan melewati pintu kasir dan penulis pun dipandu oleh seorang petugas yang ada sembari diberikan beberapa informasi tentang sejarah Bank Indonesia secara umum lewat monitor multimedia yang bisa dioperasikan sendiri.

Pada saat penulis memasuki ruang peralihan yang merupakan ruangan kecil berbasis multimedia interaktif. Sensasi petualangan menggembirakan mulai dapat kita rasakan disini. Di dinding yang berbentuk melengkung, terdapat sebuah layar hidup menampilkan berbagai macam mata uang logam Indonesia yang berjatuhan, kita dapat menangkap uang logam yang beterbangan pada layar melengkung tanpa harus memegangnya secara nyata.

Pada saat penulis menyentuhkan tangan pada salah satu uang logam tersebut, muncullah sebuah tabel yang berisi informasi menganai uang logam tersebut. Terkadang,  tabel informasi uang logam tidak muncul, dan uang logam yang disentuh tangan penulis tersebut akan memantul kembali ke atas. Sungguh menyenangkan dan seru, kita dapat dibuat tenggelam dalam berinteraktif di wahana mainan ini, seperti berada di negeri khayalan dalam dunia mimpi yang sedang dihujani uang.

Perjalanan wisata petualangan di Museum Bank Indonesia masih terus berlanjut dari ruang peralihan lorong menyenangkan dan mengantarkan penulis dan para pengunjung lainnya ke ruang teater yang biasanya digunakan untuk menyaksikan pemutaran film mengenai sejarah Bank Indonesia, tentunya dengan kemasan yang dijamin tidak membosankan.

Di teater mini ini pengunjung hanya dapat ditampung sebanyak empat puluh orang, dan ini sangat nyaman, sehingga informasi penting yang ada dalam rangkaian cerita filmnya bisa lebih mudah diserap. Pengetahuan tentang visi dan misi Bank Indonesia serta peranannya menambah dan membuka cakrawala pengetahuan kita.

Bergeser dari teater mini, penulis memasuki ruang utama museum Bank Indonesia, yang merupakan ruang eksibisi. Dimana kita diajak untuk masuk ke medium masa lampau. Pada dinding awal ruangan terbentang peta kuno sebagian daratan Asia. Peta jaman dulu yang menggambarkan jalur perdagangan dilengkapi dengan berbagai wilayah misterius penuh sumber kekayaan alam.

Panel aktivitas perdagangan sebelum kedatangan bangsa Barat sampai akhirnya terbentuk Bank Indonesia yang menjadi sebuah rangkaian peristiwa, semua ini disuguhkan lewat papan informasi dan televisi modern. Disini, display elektronik otomatislah yang menjadi pemandu setia dalam menjelaskan lewat audio ekonomi-politik sepanjang masa. Cukup menggunakan ujung jari di layar sentuh, penulis bisa mengikuti kronologi perekonomian bangsa Indoensia, mulai dari Masa Hindia Belanda, Masa Pendudukan Jepang, Masa Revolusi Fisik, Masa Republik Indonesia Sementara (RIS), hingga Masa berdirinya Bank Indonesia.

Berkunjung di Museum Bank Indoensia, membuat penulis bisa langsung berkenalan dengan sejarah kelembagaan Bank Indonesia. Secara garis besar penulis dapat memahami fungsi Bank Indonesia sehubungan dengan moneter, perbankan, dan sistem pembayaran dari beberapa kurun waktu. Banyak sekali peran Bank Indonesia bagi pemerintah dan bagi pengembangan sektor swasta, terutama usaha-usaha kecil lewat pemberian kredit kepada perbankan.

Penulis juga bisa melihat sekilas metamorfosis logo Bank Indonesia mulai dari tahun 1953 hingga 2005. Sampai saat ini logo Bank Indonesia sudah mengalami tujuh kali perubahan. Pengubahan bentuk logo yang dilakukan Bank Indonesia semata-mata bermaksud agar lembaga tersebut lebih berwibawa dan semakin berkarakter.

Penulis
Dari semua ruang pamer, ruang emas moneter menjadi favorit penulis secara pribadi. Di sini, penulis dapat melihat tumpukan batangan emas yang dilindungi oleh kaca transparan. Mengilau, memancarkan, dan menggambarkan simbol kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia. Benda yang dipamerkan memiliki kadar emas 99,99%, tiap batangan emas tersebut memilki ketebalan 4 cm, dan berat 13,5 kg. Emas disimpan sebagai cadangan devisa Negara dan biasanya digunakan pada saat negara mengalami krisis politik dan ekonomi yang mempengaruhi nilai tukar mata uang. Seperti kutipan yang berhasil penulis dapatkan di dalam Museum Bank Indonesia.

Dari ruangan eksebisi atau ruang pamer, penulis pun melanjutkan kunjungan ke ruangan numismatik. Numismatik adalah studi pendalaman mengenai mata uang berikut dengan sejarahnya. Galeri Numismatika Artasuaka sendiri merupakan hazanah numistik terlengkap di Indonesia Galeri yang menampilkan koleksi lengkap perkembangan mata uang Indonesia, baik koin maupun uang kertas, mulai kerajaan di nusantara, uang kolonial, uang awal kemerdekaan RI, uang pemerintah dan Bank Indonesia, uang token, dan yang terakhir adalah uang khusus. Dari keanekaragaman koleksi yang ditampilkan di Galeri Numismatika ini, penulis berkesimpulan bahwa perkembangan mata uang sangat erat kaitannya dengan sejarah bangsa.

Penulis
Selain mata uang Indonesia, terdapat berbagai macam koleksi mata uang dari berbagai negara di dunia yang ditampilkan dalam laci-laci berbentuk vertikal yang menurut penulis sangat terlihat unik. Laci hanya bisa dibuka satu persatu. Saat dibuka, beberapa spesimen mata uang, baik koin maupun uang kertas dari negara tersebut akan ditampilkan dalam sebuah galeri kaca.

Walau dipakai sebagai alat tukar, namun berbagai media uang yang ditata di dalam lemari-lemari kaca itu sering juga dijadikan alat propaganda, bentuik aksi perjuangan, sarana mempertahankan kekuasaan, sarana mengenang para pahlawan untuk menyampaikan informasi penting soal budaya serta sosialisasi kebijakan negara.

Penulis
Namun pendapat penulis, mengamati semua koleksi yang bertebaran di Museum bank Indonesia, kita akan mendapatkan pembelajaran disini yang sangat berharga. Ternyata semua alat tukar beruapa logam, kertas, dan lainnya itu merupakan sobekkan dan kepingan kabar yang bila disatukan menjadi sebuah cerita perjalanan bangsa Indonesia yang memiliki sejarah.

Saran penulis dalam mengakhiri perjalanan wisata impian yang sangat bernilai sejarah ini kepada para sahabat, dengan mengunjungi Museum Bank Indonesia kita akan mengenal lebih jauh sejarah bangsa Indonesia dengan memahami fungsi dan peran Bank Indonesia dalam melayani kepentingan bangsa dengan perasaan yang sangat menyenangkan dan tidak membosankan seperti kita belajar melalui teks book atau pun membaca sebuah artikel.

Semoga pengamalaman perjalanan penulis dapat membantu menambah pengetahuan kita mengenai arti sebuah bagian wisata dukasi sejarah ke Museum sejarah yang ada di Indonesia, dan khususnya Jakarta.



Salam,



Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus