PESUGIHAN ALAM GAIB MELALUI DAYA DAN KEKUTAN DOA

Dalam kehidupan sekarang ini, kita sebagai manusia telah melupakan hal ini, tempo-tempo bahkan sering kali kita dari mulai melek mata hingga sampai tutup mata tidak memperdulikan hal-hal yang kecil tentang perilaku kita terhadap Tuhan kita sendiri.

Bahkan diri kita sering sekali hanya mengeluh terhadap Tuhan, tanpa berani mengintropeksi diri kita seberapa banyak waktu, pikiran, tenaga dan harta yang kita korbankan untuk jalan Tuhan. Belum lagi seberapa besar kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat terhadap sesama dan Tuhan kita.

Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam berdoa, yaitu keyakinan dan bahasa doa itu sendiri. berdoa dengan menggunakan bahasa yang baik dan cara yang baik, tentu saja disertai keyakinan yang tinggi dalam berdoa, dan mengerti makna dari isi doa yang diucapkannya.

Doa itu akan lebih mudah dihayati dan diyakini bila bahasanya dapat mudah dimengerti. Dan, dalam berdoa yang dipraktikan secara sungguh-sungguh, terkandung kerja di dalamnya.

 Mengapa doa bisa mempunyai daya dan kekuatan ?

Sebenarnya kekuatan metafisik melekat pada doa, karena doa merupakan wujud dari kekuatan Ilahi. Sesungguhnya setiap orang dibekali "daya" dan "kekuatan" oleh Allah SWT. hanya tidak setiap orang mampu membangkitkan daya dan kekuatannya.

Tidak setiap diri kita mampu berbuat terampil dengan tangan-tangan dan kakinya, begitu juga dengan doa. "Meski kalimat doa yang dibaca sama, tetapi hasilnya bisa berbeda", demikianlah keterangan yang didapat penulis oleh seorang nara sumber H. Teguh Setya Budi pembina majelis dzikir Lazuardi Rahilla.

Setiap orang dianugerahi akal oleh Yang Mahakuasa. namun tidak setiap orang mampu menggunakan akal pikirannya. untuk bisa menggunakannya, seseorang harus melatih dan mengasahnya secara istiqomah. Daya dan kekuatan doa merupakan hasil dari olah rasa yang terlatih dan di istiqomahkan.

Di dalam olah rasa itulah seseorang mampu menemui diri sejatinya atau ingsun sejati (dalam istilah makrifat jawa). diri sejati tidak sama dengan "ego". karena "ego" dibungkus oleh nafsu, dan amat terikat oleh pengalaman inderawi. karena itu, sasaran "ego" adalah kepentingan diri sendiri.

Ego merupakan wujud iblis yang ada di dalam diri manusia. Jika "ego" dilatih akan dihasilkan pula kekuatan, tetapi itu merupakan kekuatan jahat. Sifatnya hanya menjauhkan manusia dari kebenaran. kekuatannya hanya untuk menyerang orang.

Bila kita telah menemukan "diri sejati" kita, kita akan diarahkan menuju Guru Sejati yang ada di dalam diri kita. Guru Sejati sebagai penghubung antara "diri" dengan Allah SWT. Keyakinan yang kuat dari "diri" yang mampu membangkitkan daya dan kekuatan yang ada di dalam diri.

Dan sarana untuk membangkitkannya adalah doa. kita sadar bahwa "tiada daya dan kekuatan kecuali pada Allah SWT". Daya dan kekuatan yang ada pada Allah SWT itulah yang kita berdayakan dengan membaca doa.

Bila kita sudah langsung mendapatkan daya dan kekuatan dari Allah SWT, semua makhluk hidup yang ganas dan liar akan memandang dengan kasih kepada diri kita. urung, tidak melukai kita. Yang datang merupakan belas kasih.

Orang mau meracun, tidak jadi. Bukan pembaca doa itu kebal terhadap racun atau tidak dapat diracun, melainkan orang jahatnya yang urung tidak jadi memberi racun. daya yang dihasilkan dari membaca doa doa itui yang mencegah orang yang akan berbuat jahat.

Doa dibaca bukan untuk menghancurkan musuh atau lawan. Sifat doa tidak menghancurkan, tetapi menolak, biasanya disebut juga "doa tolak bala". Dengan doa tidak ada bagian alam yang dihancurkan, dan petaka pun ditolak kedatangannya. yang dituju dalam pembacaan doa merupakan keharmonisan di alam.

"Orang yang berbelas kasih akan di kasih sayangi oleh al-Rahman. maka, kasih sayangilah yang ada di bumi, niscaya kalian akan dikasih sayangi oleh mereka yang dilangit",
(HR. Bukhari).

Orang yang beriman sangat menyadari bahwa daya dan kekuatan itu wujud dari "Ud'uni astajib lakum" (artinya : mintalah kepada-ku niscaya Aku akan kabulkan permohonanmu) yang terdapat dalam Qur'an Surat Al-Mu'min ayat 60. Jadi, yang mengabulkan doa itu adalah Allah SWT.

Doa merupakan sarana. Daya yang ditimbulkan dari keyakinan dalam membaca doa itu yang menyatukan antara "diri sejati" dengan "Guru Sejati" kesamudera kekuasaan yaitu Allah SWT.

Doa erat kaitannya dengan "diri sejati". Diri sejati menguasi raga, sedangkan ego dikuasai oleh raga kita. Bila tuntutan raga saja harus dipenuhi maka yang di penuhi itu jiwa kita. yang dituruti itu kemauan ego. Justru "diri sejati" tertutupi. Padahal sebenarnya raga hanyalah pakaian bagi "diri sejati".

Kebutuhan batin tidak bisa dipenuhi oleh energi halus, energi metafisik, atau energi rohaniah. Energi inilah yang bisa mengekalkan kehidupan "diri sejati". Energi ini dibutuhkan untuk menyempurnakan pertumbuhan "diri sejati". Agar kita bisa kembali kepada Allah SWT. Karena "diri sejati" merupakan manifestasi, pengejawantahan dari Dzat Ilahi.

Doa merupakan permohonan. kita memohon kepada Sang Khalik. Permintaasn kepada Sang pemilik. Sebenarnya yang ada di dalam permintaan itu sebatas perlindungan dan kemudahan. Doa tidak dimaksudkan untuk melanggar hukum yang bekerja di alam.

Pada umumnya orang berdoa untuk memenuhi ajaran agama. Sekedar untuk meringankan beban kejiwaan atau batin. Secara material orang menyadari bahwa doa tidak mendatangkan kebutuhan material yang diminta.

Doa yang tidak terkabul karena hanya refleksi dari tuntutan raga semata, karena hanya keluar dari mulut semata. Doa yang tidak dikabulkan ini tidak lahir dari hati terdalam.

Agar doa itu makbul dan mustajab manusia harus istiqomah membersihkan diri dari lahir dan batin. Sederhana, namun tidak mudah untuk dilakukan.

Dalam membersihkan lahiriah kita sebagai manusia harus dapat melatih agar sabar, taat akan hukum agama dan negara, saling menghormati, rukun, kompak, amanah, dan berbudi pekerti luhur. Sedangkan dalam membersihkan batin kita harus dapat memelihara hati kita dari sifat kedengkian, iri hati, mementingkan diri sendiri, kekikiran, kesombongan dan sejenisnya yang mana akan menghasilkan hati yang lapang dan akan menjadi contoh yang baik dan nasehat kebaikan bagi orang-orang di sekitarnya.

Serpihan sekelumit ilmu yang didapat dari nara sumber H. Teguh Setya Budi yang dijabarkan dalam penulisan ini, sangatlah sederhana tentang bagaimana bila doa kita dapat terkabul. Karena membersihkan diri lahir dan batin merupakan kebutuhan pokok bagi "diri sejati".

Budi pekerti yang makruf dan perbuatan hati yang yang luhur merupakan amalan yang harus selalu di istiqomahkan oleh kita dalam kehidupan kesehariannya. Dalam bahasa hadist disebutkan "Berbudipekertilah dengan budipekerti Tuhan". Bila kita sudah berakhlak dengan budi pekerti Allah SWT, niscaya Allah SWT akan mengabulkan doa kita.

Allah SWT akan mengabulkan orang yang berdoa kepada-Nya yang tidak menyombongkan diri dari beribadah kepada-Nya. Ibadah tidak berarti semata-mata menjalankan ritual agama, tetapi kosong dari makna ibadah itu sendiri. Seperti firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat 40 ayat 60 yang artinya, " Berdoalah kepada-Ku, niscaya aku menerima doamu, sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri untuk melayani-Ku, mereka akan masuk jahanam, dengan hina".

Bila kita simak hadist nabi muhammad saw tentang melayani Allah SWT berarti melayani hamba-hamba-Nya. memberi minum bagi yang kehausan. memberi makan bagi yang kelaparan. memberi pakaian bagi yang kedinginan. mengobati bagi yang sakit yang tidak punya uang untuk berobat. mengurangi atau membebaskan penderitaan orang lain.

Ini semua merupakan wujud ibadah yang sebenarnya, sedangkan sholat, zakat, puasa dan haji hanyalah cara untuk mewujudkan ibadah yang sebenarnya. semua ritual tersebut sebagai riyadhah atau latian menuju ketaqwaan kepada allah SWT.

Segala kebaikan yang dilakukan sebagai wujud ibadah tersebut harus dilakukan dengan tulus bukan karena adanya pamrih. Ketulusan itu sendiri menyentuh inti kemanusiaan dan merupakan wujud kejujuran seseorang. Dan orang yang jujur adalah orang yang berani membuka topeng dirinya.

Orang yang jujur merupakan orang yang senantiasa menjaga dirinya di jalan yang benar; orang yang mengawasi dirinya sendiri; orang yang mampu mengendalikan egonya. Orang yang berani membuka topengnya sendiri; orang yang demikianlah yang disebut dekat dengan Allah SWT dan doanya di dengar oleh Allah SWT.

Manusia yang standar dalam agama Islam dalah orang-orang yang melakukan hal-hal yang bermanfaat baik bagi lingkungannya maupun dirinya. Sikap seperti tersebut merupakan wujud dari pelayanan terhadap Allah SWT. bagi orang-orang yang suka bershodaqoh, doa-doa yang mereka panjatkan niscaya akan dikabulkan Allah SWT. dan Allah akan mengabulkan permohonan orang-orang yang saling memelihara keharmonisan dalam hidup.

Seperti firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Al-THalaq ayat 2-3 yang artinya, "Barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan baginya jalan keluar. dan, memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka."

Perlu diketahui, doa merupakan salah satu bentuk praktik kekuatan pikiran. Ingat, ketika kita yakin sekali terhadap doa yang kita lafadzkan, sebenarnya kita telah membangkitkan daya pikiran diri kita sendiri.

Kata-kata yang tertata rapih di dalam sebuah doa, sebenarnya untuk menjadi titik perhatian dan tujuan dari pelafadz doa. Titik perhatian untuk membangkitkan konsentrasi atau kekuatan pikiran. Kemudian kekuatan itu ditujukan sesuai dengan kata atau kalimat yang ada di dalam doa.

" Doa itu sumsu atau inti ibadah".
(HR. Tirmidzi)


Hidup ini merupakan seni bagaimana membuat sesuatu. Dan seni harus dipelajari serta ditekuni. Maka sangatlah baik bila manusia berusaha keras dan penuh kesungguhan  mau belajar tentang bagaimana menghasilkan kebahagiaan dalam hidup yang sebenarnya.


Sadar atau tidak manusia hidup tidak terlepas dari "berdoa". Mungkin saja doa itu hanya berupa pengharapan di dalam hati, tidak terucapkan melalui mulut yang jelas tidak ada orang hidup tanpa berdoa dan doa yang baik adalah doa yang dilakukan secara sadar.


Hati yang tenang dan pikiran yang jernih membuat doa yang dipanjatkan terkonsentrasi. 
Kata-kata yang ada dalam kalimat doa teresapi. 
Daya dari pengucapan doa bangkit dan doa akan terijab menjadi nyata.

Dengan mengatasi permasalahan yang kecil; maka,
kita akan dapat mengatasi permasalahan yang besar.



Facebook +Google Twitter Digg Technorati Reddit

Written by : Indra Kusuma - Describe about us

Website Blog ini berisikan artikel-artikel yang berisikan tentang ilmu pengetahuan untuk berbagi baik dari pengalaman pribadi maupun dari beberapa sumber.

Join Me On: Facebook | Twitter | Google Plus :: Thank you for visiting ! ::

Artikel Terkait:

17 komentar

Doa adalah sebuah permintaan pada Tuhan, dan siapa yang dapat mengalahkan kemampuan tuhan dalam mengatur kehidupan ini, ....

Rubiyanto Sutrisno >>> benar sekali mas !

Benar banget. Pesugihan dengan kekuatan doa dan usaha yang jujur adalah pesugihan yang sebenar-benarnya. Bukan yang sering kita lihat di masyarakat dengan menyembah selain Allah SWT.

Dengan doa yang ikhlas kepada Allah SWT dan diiringi dengan usaha yang kuat, Insyaallah akan dimudahkan segala perjalanan kehidupan kita

jangalah beramal, jika tak berilmu, nati akan sia-sia.

itu adalah kesimpulan yang pakde baca dari artikel ini, jadi pakde sangat setuju

Judulnya provokatif, hehe...
Artikel yg mencerahkan...

Ifan Jayadi >>> ok banget Sob, semoga kita dapat mengistiqomahkannya walaupun tidak mudah.

pakde sulas >>> kesimpulan dengan kata-kata bijak pakde, terimakasih atas komentnya dan sukses selalu.

mida >>> Agak nyeleneh dan krontroversial, asalkan bermanfaat untuk orang banyak ya Mba. Trims sudah mampir dan sukses selalu.

Masbro >>> Benar Sob, karena disana kita dapat merasakan sebuah kasih dan cinta dari Yang maha Benar. Sukses selalu.

Saalam kenal mas....
Tauziahny benar2 bagus sekali......dan terima kasih krn begitu banyak pelajaran yg didapat....

Bunda loving >>> terimakasih kembali Bun, semoga ini menjadi pembelajaran untuk kita semua. Sukses selalu.

percaya sama iman aja..... :D hehe

@ LutFiiy Lavhalitya >>>
Berarti sama dengan topik dari judul tulisannya juga ya Sob ! Sukses selalu.

Salam kenal dari proposal usaha , ditunggu kunjungan baliknya :).

@ proposal usaha >>>
Salam kenal kembali, terimakasih atas kunjungannya dan sukses sealalu.

Mohon maaf sekedar ingin ikut berbagi amalan sehari-hari

Doa Istighfar=Membuka pintu rezeki

Rasulullah bersabda:

Ketika kalian telah menjalankan shalat subuh maka perbanyaklah memohon ampunan. Maka kami (para sahabat) bertanya : Wahai Rasulullah ajarkankan kepada kami sesuatu untuk kami memohon ampunan kepada Allah. Rasusullah bersabda, ucapkanlah :
...
اَللّٰهُمَّ إِناّ َنَسْتَغْفِرُكَ وَنَتُوْبُ اِلَيْكَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ عَلِمْناَهُ اَوْ لَمْ نَعْلَمْ فِى لَيْلٍ اَوْ نَهَارٍ

Alloohumma innaa nastaghfiruka wa natuubu ilaika min kulli dzanbin ‘alimnaahu au lam na’lam fii lailin au nahaarin

Ya Allah sesungguhnya kami memohon ampunan kepada-Mu dan kami bertaubat kepada-Mu dari segala dosa yang kami ketahui atau tidak kami ketahui diwaktu malam dan siang

Barang siapa yang konsisten (terus-menerus) membacanya, maka Allah akan membukakan pintu rizqi untuknya dan Allah akan mengunci salah satu pintu kefakiran darinya.

Bacaan Dzikir untuk kemudahan rejeki

ﻻ ﺍﻟﻪ ﺍﻻ ﺍﷲ ﺍﻟﻤﻟﻚ ﺍﻟﺤﻕ ﺍﻟﻤﺑﻴﻦ ﻤﺤﻤﺪﺭﺴﻮﻞ ﺍﷲ ﺼﺎﺪﻖ ﺍﻟﻮﻋﺪ ﺍﻻﻤﻴﻦ

“ Laa Ilaaha Illallaahul Malikul Haqqul Mubiinu Muhammadur Rosuululloohi Shoodiqul Wa’dil Amiin “

Artinya : “ Tiada Tuhan melainkan Allaah, Tuhan yang Haq serta Nyata, Muhammad adalah utusan Allaah yang menepati janji serta dapat dipercaya”

Keterangan :
Diriwayatkan bahwa Rosuulullaah Shollalloohu ‘alaihi Wa Aalihi Wasallam bersabda : “ barang siapa yang membaca ( Laa Ilaaha Illallooh Almalikul Haqqul Mubiinu Muhammadur Rosuululloohi Shoodiqul Wa’dil Amiini)
Setiap hari 100 kali, maka Allaah akan memudahkan rezqinya, menghilangkan segala macam kesusahan, kepahitan, kemiskinan, membukakan semua pintu syurga, melindungi dari fitnah qubur, melunakkan hati untuk berbuat rendah hati “. ( Tersebut didalam Kitab Syamsul Ma’arif)

Bacaan Dzikir untuk menghilangkan kemiskinan

ﺴﺑﺤﺎﻦ ﺍﷲ ﺍﻟﻌﻈﻴﻢ ﺍﺴﺘﻐﻓﺮ ﺍﷲ

“ Subhaanalloohil ‘Azhiimi Astaghfirullooh “
Artinya : “ Maha suci Allah Dzat yang Maha Agung, aku memohon ampun kepada Allaah”

Keterangan :
Diriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki datang menghadap Rosuulullaah Shollallaahu ‘Alaihi Wa Aalihi Wasallam, dan berkata : “ Wahai Rosuulullaah, aku adalah orang yang sangat kekurangan/miskin “. Beliau menjawab : “ Bacalah tasbih dan istighfar (bacaan yang tersebut diatas) sebanyak 100 kali sesudah shalat shubuh niscaya Allaah Subhaanahu Wa Ta’aala akan mengabulkan apa yang engkau hajatkan”.

Bacaan / Do’a Shalawat pembuka pintu rahmat

.............ﺼﻟﻰ ﺍﷲ ﻋﻟﻰ ﻤﺤﻤﺪ.........

“ …. Shollalloohu ‘alaa Muhammad SAAW “
Artinya : “ Semoga Allaah melimpahkan Sholawat atas Nabi Muhammad Shollalloohu ‘Alaihi Wa Aalihi Wasallam”

Keterangan :
Menurut Imam Sya’rani, bahwa Rosuulullooh Shollalloohu ‘Alaihi Wa Aalihi Wasallam pernah bersabda : “ Barang siapa yang membaca Sholawat tersebut diatas pada tiap hari dan malam sebanyak 100 kali, maka Allaah akan membukakan 70 pintu rohmat dan setiap orang yang memandangnya baik laki-laki maupun perempuan akan merasa kasih sayang kepadanya.

kalau untuk yang seperti ini,
percaya gak percaya deh.

dan Allah juga menyukai orang yang berdoa...

Terimakasih Atas Kunjungannya. Sebuah Komentar Merupakan Cermin Kepribadian Diri Kita. Komentar yang berbau iklan atau dengan memasang link iklan akan dihapus tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Sukses Selalu Untuk Kita Semua.

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus